<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053</id><updated>2012-02-17T01:00:40.333+07:00</updated><category term='Software'/><category term='ppt'/><category term='Dongeng cerpen'/><category term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Gudang Kita</title><subtitle type='html'>&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/44540979@N05/4095615878/" title=" by kiwollart"&gt;&lt;img src="http://farm3.static.flickr.com/2736/4095615878_b6fffe4b3b_o.jpg" width="160" height="60" alt="logo2"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Selamat Datang&lt;/b&gt; di Gudang Kita. Nikmatilah layanan kami berupa makalah Tafsir hadits, slide materi presentsi tentang Psikologi,software, cerpen,dongeng anak  dan hiburan lainnya yang &lt;b&gt;GRATIS&lt;/b&gt; untuk anda.&lt;/p&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-559253797644946276</id><published>2010-10-30T10:23:00.000+07:00</published><updated>2010-10-30T10:25:10.837+07:00</updated><title type='text'>Kritik wacana Feminisme I</title><content type='html'>Akhir-akhir ini sering kita dengar wacana-wacana mengenai feminisme atau sering disebut dengan emansipasi wanita, ini muncul disetiap belahan dunia. Tujuannya adalah menuntut persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, serta peniadaan diskriminasi-diskriminasi yang telah berlangsung selama beberapa abad, sejarah telah mencatat betapa dahulu kaum perempuan diperlakukan sangat tidak wajar. Pada zaman zunani kuno disebutkan bahwa para filosof membicarakan apakah perempuan mempunyai ruh atau tidak, jika punya, apakah ruh manusia atau binatang? Bahkan pada abad ke-17 diceritakan dalam masyarakat Hindu (ajaran Manu) menerangkan bahwa istri harus ikut menceburkan diri dalam kobaran api saat mayat suaminya dibakar, jika tidak mau ia harus mencukur rambutnya serta memperburuk penampilannya hingga tidak mungkin diminati oleh laki-laki. &lt;br /&gt;Penindasan-penindasan yang berlangsung sekian lama tersebut membuat alam bahwa sadar manusia berkesimpulan bahwa memang perempuan wajar mendapat perlakuan seperti itu. Bahkan tidak jarang agama juga ikut memberikan legitimasi. Hal ini dengan sendirinya akan memunculkan perlawanan bagi kaum perempuan sendiri hingga muncullah gerakan-gerakan yang bertujuan menuntut kesamaan. &lt;br /&gt;Disadari atau tidak, menurut para feminis, peradaban seperti itu telah mempu membuat cara pandang manusia -khususnya dalam masyarakat Islam- mempengaruhi interpretasi para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Quran atau pun pemahaman mengenai Hadits. Para feminis telah menemukan sekian banyak riwayat yang sebenarnya shahih, tetapi karena kandungan teksnya mereka rasakan kurang adil, atau karena penafsirannya yang populer selama ini tidak menggambarkan persamaan mutlak, teks tersebut mereka tinggalkan. Bahkan mereka menilai Islam telah melecehkan perempuan melalui teks-teks tersebut. &lt;br /&gt;Persoalan- persoalan yang mereka ambil perhatian sangat banyak sekali namun dalam kesempatan ini kami hanya mengambil masalah yang berhubungan dengan Warisan. Mereka mengkritik penafsiran teks al-Quran yang menyebutkan bagian anak-laki-laki dalam warisan dua kali bagian anak perempuan.&lt;br /&gt;Dalam al-Quran surat an-Nisa’ [4]: 11 disebutkan:&lt;br /&gt;يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأنْثَيَيْنِ .....&lt;br /&gt;“Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan...”&lt;br /&gt;Ayat di atas berbicara tentang hak “anak” perempuan dan lelaki dalam warisan, bukan hak semua perempuan atau semua lelaki, dan bukan dalam segala persoalan. Hal ini perlu digarisbawahi karena tidak semua ketentuan agama dalam bidang warisan membedakan antara perempuan dan lelaki. Ibu dan ayah apabila meninggal mati oleh anaknya, sedangkan sang anak juga meninggalkan juga anak-anak lelaki atau anak-anak lelaki dan perempuan, ketika itu sang ayah dan ibu masing-masing memperoleh bagian yang sama, yakni seperenam (baca lanjutan ayat di atas)&lt;br /&gt;Pemberian warisan untuk anak lelaki sebanyak dua kali lipat permberian untuk anak perempuan, bukan saja disamping anak lelaki ketika menikah –berkewajiban memberi mahar dan nafkah kepada istri dan keluarganya, melainkan juga karena lelaki-secara-umum- memiliki keistemawaan dalam bidang pengendalian emosi dibandingkan dengan perempuan. Ini menunjukkan bahwa pengendalian harta atas dasar pertimbangan akal harus didahulukan daripada perngendalian atas dasar emosi.&lt;br /&gt;Jika demikian, bagaimana mungkin al-Quran dan sunnah akan mempersamakan bagain mereka? Bahkan –boleh jadi- tidak keliru pendapat yang menyatakan bahwa, jika bicara kepemihakan, sebenarnya al-Quran lebih berpihak kepada anak perempuan daripada anak lelaki. Lelaki membuat istri tetapi dia harus membelanjai. Perempuan pun membutuhkan suami tetapi ia tidak wajib membelanjai, bahkan dia harus dicukupi kebutuhannya. Kalau kita berkata bahwa lelaki harus membelanjai perempuan, bagiannya yang dua kali lebih banyak itu sebenarnya ditetapkan untuk dirinya dan istrinya. Seandainya ia tidak wajib membelanjai, setengah dari yang seharusnya yang ia terima itu dapat mencukupi. Di sisi lain, bagian perempuan yang satu, sebenarnya cukup untuk dirinya –sebagaimana kecukupan satu bagian buat lelaki seandainya tidak menikah. Akan tetapi jika perempuan menikah, keperluan hidupnya ditanggung oelh suaminya sedangkan bagiannya yang satu dia dapat tabung tanpa dia belanjakan. Jika demikian, keperpihakan Allah kepada perempuan lebih berat daripada kepada lelaki. &lt;br /&gt;Anda jangan berkata bahwa perempuan pun dapat bekerja sehingga dia juga bisa ditugasi membayar nafkah dan membelanjai keluarga. Jangan berkata demikian karena tidak sepanjang masa perempuan dapat bekerja. Saat haid, kondisi kejiwaannya berbeda. Saat hamil, melahirkan, dan sesudahnya, di samping lemah, mereka pun berkonsentrasi menyusi dan memlihara anaknya. Di sisi lain, secar psikologis, perempuan enggan dinilai “membelanjakan suaminya”.&lt;br /&gt;Menurut M. Quraish Shihab dalam bukunya “Perempuan”, beliau tidak menerima pendapat sementara pemikir kontemporer yang menduga bahwa ketetapan warisan tersebut bukan ketetapan final, kendati mereka mengakui bahwa ketetapan itu untuk ukuran masa Nabi Muhammad saw lima belas abad yang lalu, sudah sangat maju bila disadari bahwa ketika itu perempuan tidak memiliki hak waris sedikit pun. Namun –masih kata sementara pemikir itu- untuk masa kini, ia perlu ditinjau karena pada hakikatnya al-Quran menghendaki keadilan. Kini zaman telah berubah dan karena ketetapan tersebut bukan ketetapan final, ia dapat saja direvisi dan dikembangkan dengan menetapkan kesamaan bagian anak perempuan dengan anak lelaki dalam persoalan hak waris.&lt;br /&gt;Pendapat yang antara lain dikemukakan leh Nashr Abu Zaid ini sulit diterim karena bukankah Allah telah menetapkan kesempurnaan agama, dalam arti tuntunan-Nya telah final dengan firman-Nya: “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah Ku-cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama kamu. (QS. Al-Ma’idah) [5]: 3). Dan bukankah pula setelah menjelaskan perincian masing-masing ahli waris dinyatakan-Nya bahwa: “Itu adalah batas-batas Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke da;am surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah keberuntungan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar ketentuan-ketentauan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan” (QS. An-Nisa’ [4]: 13-14)?&lt;br /&gt;Di sisi lain, apakah persoalan warisan ini termasuk persoalan yang dapat dicakup oleh ijthad/pemikiran atau berada di luar bidang itu, setelah Allah menyatakan: “Orangtua kamu dan anak-anak kamu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat manfaatnya bagi kamu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.(QS. An-Nisa [4]: 11)?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-559253797644946276?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/559253797644946276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/10/kritik-wacana-feminisme-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/559253797644946276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/559253797644946276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/10/kritik-wacana-feminisme-i.html' title='Kritik wacana Feminisme I'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-1959437079072763693</id><published>2010-04-08T19:59:00.002+07:00</published><updated>2010-04-08T20:02:55.789+07:00</updated><title type='text'>Nasikh Mansukh</title><content type='html'>Penyelasaian masalah hadits yang bertentangan mengenai Mandi wajib setelah berhubungan suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="green"&gt; Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/9359237/NasikhMansukh.doc.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-1959437079072763693?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/1959437079072763693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/04/nasikh-mansukh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1959437079072763693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1959437079072763693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/04/nasikh-mansukh.html' title='Nasikh Mansukh'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-8370092499115942500</id><published>2010-04-08T19:32:00.003+07:00</published><updated>2010-04-08T19:41:22.654+07:00</updated><title type='text'>Psikodiagnostik II - Observasi</title><content type='html'>Makalah Psikodiagnostik seputar Observasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9358761/PSIKODIAKNOSTIKII.doc.html&lt;br /&gt;"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-8370092499115942500?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/8370092499115942500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/04/psikodiagnostik-ii-observasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8370092499115942500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8370092499115942500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/04/psikodiagnostik-ii-observasi.html' title='Psikodiagnostik II - Observasi'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-8459672672293766193</id><published>2010-03-22T15:59:00.001+07:00</published><updated>2010-03-22T16:01:02.853+07:00</updated><title type='text'>Psikologi Pendidikan I</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Slide ini berisi tentang Pengantar Psikologi pendidikan, Pengertian, Ilmu Psikologi, Ruang lingkup, Tujuan mempelajari Psikologi pendidikan, Manfaat mempelajari Psikologi pendidikan, Penerapan dan Kebermaknaan, Tujuan dan Fungsi Pendidikan, jalur-Jenjang-Jenis dalam Pendidikan, satuan pendidikan, sumbangan Psikologi bagi Pendidikan dan Metode Penelitian&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9101910/PSIKOLOGIPENDIDIKAN.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-8459672672293766193?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/8459672672293766193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/psikologi-pendidikan-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8459672672293766193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8459672672293766193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/psikologi-pendidikan-i.html' title='Psikologi Pendidikan I'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-3018488503682774355</id><published>2010-03-22T15:28:00.002+07:00</published><updated>2010-03-22T15:34:08.462+07:00</updated><title type='text'>Perkembangan dan Pertumbuhan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dalam slide berikut memuat pembahasan mengenai Defenisi Perkembangan dan Pertumbuhan, Faktor yang mempengaruhi Perkembangan dan Pertumbuhan, Teori Perkembangan, Hkum-hukum Perkembangan, prinsip-prinsip perkembangan dan pertumbuhan, Serta implikasi Perkembangan dan Pertumbuhan terhadap pertumbuhan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9101780/PERKEMBANGANDANPERTUMBUHAN.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-3018488503682774355?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/3018488503682774355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/perkembangan-dan-pertumbuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3018488503682774355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3018488503682774355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/perkembangan-dan-pertumbuhan.html' title='Perkembangan dan Pertumbuhan'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-370725461858115916</id><published>2010-03-22T15:18:00.002+07:00</published><updated>2010-03-22T15:21:32.544+07:00</updated><title type='text'>Kreatifitas</title><content type='html'>File berikut berisi slide mengenai Defenisi Kreativitas, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kreatifitas dan Langkah-langkah untuk menumbuhkan kreatifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9101651/KREATIVITAS.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-370725461858115916?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/370725461858115916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/kreatifitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/370725461858115916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/370725461858115916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/kreatifitas.html' title='Kreatifitas'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-3127934037099497791</id><published>2010-03-22T15:01:00.002+07:00</published><updated>2010-03-22T15:07:21.586+07:00</updated><title type='text'>Stress</title><content type='html'>File di bawah ini berisi slide tentang Defenisi Stress, Reaksi Terhadap Stress, Penyebab Stress, dan beberapa cara untuk mengatasi stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9101464/STRES.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-3127934037099497791?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/3127934037099497791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/stress.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3127934037099497791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3127934037099497791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/stress.html' title='Stress'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-6716685082304202491</id><published>2010-03-22T14:40:00.002+07:00</published><updated>2010-03-22T14:43:42.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Kajian surat al-Mudatsir</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Al-Walid Ibn al-Mughirah, seorang tokoh sastrawan Arab, setelah mendengar sendiri bacaan al-Quran dari Nabi Muhammad saw merasa sangat terpesona dan menyatakan, bahwa bacaan al-Quran tersebut sangatlah indah dan tak mungkin ada orang yang mampu menandinginya. Dari ini tampak bahwa al-Walid sudah akan memeluk agama Islam, namun dengan cepat Abu Jahal mengancam dan melarangnya, sehingga turunlah surat al-Muddatsir ayat 11.&lt;br /&gt;Memang terdapat dua riwayat tentang peristiwa menjelang turunnya surat al-Muddatsir ini, khususnya untuk ayat 1-7, namun kisahnya menjadi satu-kesatuan yang saling mendukung, sebagaimana halla dengan kisah yang melatarbelakangi turunnya surat al-Muzammil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tema dan Kandunga nSurat al-Muddatsir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw pulang dari gua Hira, beliau mendengar sesuatu dan mencarinya, namun tak dijumpainya, maka dengan segera beliau meminta isterinya untuk menutupinya dengan selimut. Kemudian turunlah surat al-Muddatsir dan al-Muzammil, yang secara singkat dapat diungkap sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Allah menyuruh Nabi Muhammad saw agar melepaskan selimutnya dan bergegas menyerukan dakwah Islam, mengajak manusia untuk masuk Islam, khusunya untuk melaksanakan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;- mengagungkan nama Allah.&lt;br /&gt;- Mensucikan diri lahir dan batin.&lt;br /&gt;- Menjauhi perbuatan dosa dan noda.&lt;br /&gt;- Memperbanyak sedekah, serta tak mengharapkan balasan atasnya.&lt;br /&gt;- Memperteguh tekad hati, bermental baja, serta tidak berputus asa dalam mengabdi dan menyembah Allah Ta’ala (ayat 1-7)&lt;br /&gt;B. hari Kiamat merupakan saat yang sulit, khusunya bagi orang-orang kafir. Maka biarkanlah mereka sibuk menumpuk harta, membanggakan anak dan keturunannya seraya menentang ajaran Islam dan munudh Nabi saw sebagai tukang sihir. Dan sesungguhnya mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka saqar (ayat 8-29)&lt;br /&gt;C. adapun neraka itu dijaga oleh 19 malaikat, maka angka ini menjadi suatu ujian bagi orang-orang kafir, dan agar orang-orang ahli kitab menjadi yakin serta orang yang beriman makin bertambah tebal keimanannya (ayat 30-31).&lt;br /&gt;D. Sesungguhnya peredaran benda-benda angkasa di malam ini telah menjadi peringatan bagi manusia, bahwa setiap insane itu tidak akan dapat terbebas dari cacatan amal perbuatan selama hidupnya, dan sesungguhnya siapa yang suci dari dosa, maka dia akan memperoleh kebahagiaan di surga, sedangkan orang-orang yang tidak mau melaksankan shalat serta tidak mau beramal shalih dan mereka mengucapkan kata-kata kotor serta mendustakan agama, maka sesungguhnya mereka itu akan masuk ke dalam neraka saqar (ayat 32-48)&lt;br /&gt;E. Sesungguhnya orang-orang kafir memiliki sifat keras kepala serta tak takut akan azab akhirat, maka sesungguhnya mereka itu sangat sesat dan jauh dari tuntunan agama. Namun bagaimanapun juga orang yang mau menerimanya. Dan tak akan mau menirama ajaran al-Quran, kecuali orang-orang yang bertaqwa dan beristighfar (ayat49-56)&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;Setelah memperhatikan kandungan al-Quran surat 74 ayat 1-56, maka timbul beberapa renungan, yakni:&lt;br /&gt;a. Masalah&lt;br /&gt;1) Bagaimana situasi dan kondisi masyarakat pada saat itu?&lt;br /&gt;2) Dengan kondisi dan situasi yang demikian, bagaimanakah metode dakwah yang dilaksanakan oleh Rasulullah?&lt;br /&gt;b. Tafsir dan Analisa&lt;br /&gt;Allah selalu mengirim rasul kepada tiap-tiap umat, sejak Nabi Adam as. Sampai Nabi Muhammad saw (lihat surat Yunus ayat 47, surat al-Nahl ayat 36, surat Fathir ayat 24). Adapun sebelum diutunya Nabi Muhammad saw, maka terjadilah “fatratun minar rasul”, maksudnya masa yang kosong dari rasul, sebagaiman disebutkan dalam surat al-maidah ayat 19.&lt;br /&gt;Dan pada masa lalu telah datang beberapa orang nabi dan rasul yang waktunya hamper dan bahkan bersamaan, seperti Nabi Musa dan Nabi Harun, Nabi dawud dengan Nabi Sulaiman, Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail, dan Nabi Zakariya dengan Nabi Isa.&lt;br /&gt;Setelah kurang lebih 571 tahun manusia mengalami masa kekosongan dari keberadaan nabi dan rasul, khususnya masyarakat Arab, maka diutuslah Rasulullah saw. Adapun bangsa Arab, pada dasarnya mereka mengikuti ajaran Nabi Ibrahim, tetapi setelah ditinggal Nabi Ibrahim sedemikian lamanya, maka bangsa itu makin lama makin menyimpang dari ajaran Ilahi. Dan sebelum datangnya Nabi Muhammad saw, bangsa Arab mengalami suatu masa yang disebut “Jahiliyah”&lt;br /&gt;Manurut bahasa, Jahiliyah berarti kebodohan, namun secara istilah, menut=rut ahmad Amin Jahiliyah berarti suatu sikap mental yang enggan untuk berlapang dada. Sehingga pada orang yang bersangkutan sering melakukan tindakan sebagaimana orang yang bodoh, misalnya berlaku sombong, cepat marah, suka bermusuhan, keras kepala dan sebagainya.&lt;br /&gt;Pada masa jahiliyah, masyarakat  Arab memiliki suatu kepercayaan dan kebebasan yang sangat bertentangan dengan kehendak Allah swt, seperti menyembah berhala, melakukan perbudakan, memandang rendah kaum wanita, gemar melakukan peperangan antar suku, gemar berjudi dan minum minuman keras, percaya pada tahayul dan khurafat serta melakukan berbagai kemungkaran lainnya. Namun, meskupun zaman Jahiliyah terkenal dengan berbuatan yang jelek , toh sebenarnya masa itu terdapat beberapa kepercayaan dan kebiasaan yang baik, seperti menghormati bulan-bulan haram, menghormati Ka’bah, melakukan haji, bermurah hati dalam menghormati tamu dan lain-lain.&lt;br /&gt;c. Metode dakwah&lt;br /&gt;Rasulullah saw dalam melaksanakan dakwa benar-benar mengikuti petunjuk Tuhan, yaitu berdasarkan proses turunnya wahyu, sehingga dakwah itu selalu tepat dan sesuai dengan situasi serta kondisi yang ada. Dimana dakwah itu disesuaikan menurut kemampuan si penerima, dan dakwah itu dilakukan dengan sangat hati-hati sedikit demi sedikit, sebab masyarakat Arab saat itu masih sangat terbelenggu oleh kepercayaan dan kebiasan Jahiliyah.&lt;br /&gt;Aisyah ra berkata:&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang pertama kali turun ialah surat-surat al-Mufashshal, yang menyebutkan tentang surga dan neraka, dan ketika orang-orang telah kuat keislamannya, maka turunlah ayat-ayat tentang halal dan haram. Dan seandainya ayat yang pertama kali turun berbunyi: “Janganlah kamu minum minuman keras!”, pasti mereka akan menjawab, “Kami tidak akan meninggalkan minuman keras itu selama-lamanya”. Dan seandainya ayat yang pertama kali turun berbunyi: “Janganlah kamu berzina!”, pasti mereka akan berkata, “Kami tidak akan meninggalkan zina itu selama-lamanya”.(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Muhammad Abu Zahrah menyatakan, bahwa al-Quran yang turun ketika Nabi Mumamad saw di Makkah atau pada masa sebelum hijrah, hamper semuanya berkenaan dengan masalah aqidah dan akhlak. Sedangakn ayat-ayat al-Quran yang turun setelah beliau berhijrah ke Madinah, berisi masalah hukum, politik, kenegaraan, kerumah-tanggaan, kemasyarakatan, perjanjian perdamaian serta hal-hal lain yang serupa&lt;br /&gt;Kita lihat bahwa al-Quran turun secara berangsur-angsur, seperti turunnya al-‘Alaq ayat 1-5, surat an-Nur 11-21, surat al-Mu’min 1-10, kadangkala sepotong ayat saja sebagaimana yang tercakup dalam surat al-Nisa’ 95 dan adakalanya juga satu surat secara lengkap, seperti surat Yusuf. Dan secara keseluruhan, menurut perhitungan Syaikh Khudari, al-Quran diturunkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Semua itu membuktikan bahwa dakwah yang ditempuh oleh Nabi berangsur-angsur sesuai dengan kemampuan akal dan perasaan penerimanya, dari ajaran yang paling ringan hingga yang sempurna.&lt;br /&gt;d. Perkembangan social masyarkat Arab&lt;br /&gt;Melihat cara dakwah Rasulullah yang bijaksana itu, maka tercatatlah perkembangan orang-orang yang memeluk agama Islam, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Thun pertama Bi’tsah (masa diutusnya Rasulullah saw), telah masuk Islam: Khadijah, Waraqah, Abu Bakar, Zaid, Bilal dan Salman.&lt;br /&gt;- Tahun kelima hingga ketujuh Bi’tsah, orang yang telah masuk Islam serta hijrah ke Abessina yang pertama kali adalah 14 orang, dan mereka termasuk orang-orang yang jiwa Islamnya sangat militant.&lt;br /&gt;- Waktu hijrah Abessina kedua, jumlah mereka yang turut serta adalah 48 orang.&lt;br /&gt;- Tahun kedua  belas hingga ketiga belas Bi’tsah, terjadi bai’at ‘Aqabah I yang diikuti 12 orang.&lt;br /&gt;- Pada bai’at ‘Aqabah kedua yang turut serta dalam bai’at berjumlah 70 orang.&lt;br /&gt;- Pada tahun Hijrah pertama, yang turut hijrah ke Madinah berjumlah lebih dari 200 orang.&lt;br /&gt;- Tahun kedua hingga ketiga Hijrah, sejumlah 313 orang pasukan Islam telah mengalahkan 950 orang pasukan kafir Makkah.&lt;br /&gt;- Tahun ketiga Hijrah, dalam perang Uhud, tentara kafir berjumlah 3000 orang tak mampu mengalahkan pasukan Islam yang berjumlah 700 orang personil.&lt;br /&gt;- Tahun kedelapan hingga kesepuluh Hijrah, pasukan Islam sebanyak 10.000 orang telah berhasil menaklukan kota Makkah dan mengalahkan pasukan kafir.&lt;br /&gt;- Tahun kesepuluh Hijrah, dalam perang Hunain, pasukan Islam berjumlah 12.000 orang personil.&lt;br /&gt;- Pada tahun yang sama, dalam perang Tabuk, pasukan Islam berjumlah 30.000 orang personil.&lt;br /&gt;- Pada tahun kesebelas Hijrah, yang mengikuti haji wada’ bersama Rasulullah saw adalah 90.000 sahabat.&lt;br /&gt;- Menjelang Rasulullah wafat, jumlah sahabat yang pernah mendengar, melihat atau turut meriwayatkan hadits dari beliau jumlahnya tak kurang dari 114.000 orang.&lt;br /&gt;- Dan Rasulullah saw wafat pada tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun sebelas Hijrah, yang bertepatan dengan tanggal 7 Juni 632 M. dari gambaran tersebut, jelas telah terjadi suatu perubahan  social yang sangat drastic, yaitu dari masyarakat yang sangat menentang dakwah Islam menjadi suatu masyarakat yang sangat Ideal dan menjadi umat percontohan bagi para arsitek yang hendak membangun masyarakat Islam sepanjang masa&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-6716685082304202491?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/6716685082304202491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/kajian-surat-al-mudatsir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/6716685082304202491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/6716685082304202491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/03/kajian-surat-al-mudatsir.html' title='Kajian surat al-Mudatsir'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-6149909539551901096</id><published>2010-02-02T22:14:00.002+07:00</published><updated>2010-03-22T14:43:52.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Penyesuaian Diri</title><content type='html'>Slide berisi tentang penjelasan Definisi Penyesuaian Diri,Tahapan Proses penyesuaian Diri, Faktor Penyesuain Diri, Karakteristik Keberhasilan Penyesuaian Diri yang Positif, serta Implikasi Penyesuaian Diriterhadap Penyelenggaraan Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8414086/PENYESUAIANDIRI.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-6149909539551901096?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/6149909539551901096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/02/penyesuaian-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/6149909539551901096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/6149909539551901096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/02/penyesuaian-diri.html' title='Penyesuaian Diri'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-4378252767629439133</id><published>2010-02-02T21:25:00.004+07:00</published><updated>2010-03-22T14:44:03.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Tanawu' al-Ibadah Bacaan-bacaan dalam Sujud</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;BACAAN-BACAAN DALAM SUJUD&lt;br /&gt;(Suatu kajian tentang Tanawwu’ al-‘Ibadah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Drs. H. Abd. Latif, M. Ag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAKSI&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Tanawwu’ al-‘ibadah adalah bagian dari upaya memahami hadits-hadits yang berhubungan dengan ibadah. Dalam metodologi hadits bahwa tanawwu’ al-‘ibadah perlu diketahui dan dipelajari dalam rangka memahami perbedaan-perbedaan dalam suatu ibadah, seperti: bacaan-bacaan sujud dalam sholat. Ada reaksi yang berbeda-beda  antara hadits-hadits yang diriwayatkan abu hurairah r.a, Sa’ad ibn ‘Ubaidah, ‘Uqubah ibn ‘Amir dan ‘Aisyah. Dalam menyikapi hal tersebut, para ulama ada yang pro dan ada pula yang kontra. Yang jelas perbedaan-perbedaan tersebut adalah fitrah yang mengandung kemudahan, sehingga dapat dipahami dari berbagai kalangan serta mudah untuk dihafal. Intinya bahwa bacaan-bacaan sujud dalam shalat adalah bagian dari tanawwu’ al-‘ibadah yang tetap ada dalam kehidupan metodologi hadits. Dan merupakan wajah baru dalam memahami hadits lebih dalam lagi.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;Kata kunci : Tanawwu’ al-‘Ibadah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8413532/BACAAN-bacaandalamsujud.doc.html"&gt;Baca Selengkapnya,,,&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-4378252767629439133?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/4378252767629439133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/02/tanawu-al-ibadah-bacaan-bacaan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4378252767629439133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4378252767629439133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/02/tanawu-al-ibadah-bacaan-bacaan-dalam.html' title='Tanawu&apos; al-Ibadah Bacaan-bacaan dalam Sujud'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-8699870193618307884</id><published>2010-02-02T21:16:00.003+07:00</published><updated>2010-03-22T14:44:08.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Hereditas</title><content type='html'>Hereditas merupakan proses penurunan/pemindahan ciri-ciri khas generasi yang satu ke genarasi berikutnya dengan melalui plasma benih. Jadi yang diturunkan adalah strukturnya dan bukan perilakunya.&lt;br /&gt;Penjelasan lainnya mengenai Hereditas,dapat dilihat dalam slide berikut.&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt; Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/8413389/HEREDITAS.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-8699870193618307884?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/8699870193618307884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/02/hereditas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8699870193618307884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8699870193618307884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/02/hereditas.html' title='Hereditas'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-167005223263583420</id><published>2010-01-28T22:17:00.003+07:00</published><updated>2010-01-28T22:35:14.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Hukum Taqiyah dan Menyembunyikan Iman</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt; &lt;i&gt;“Janganlah orang yang beriman mengambil orang kafir sebagai kekasih (wali) dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Barangsiapa yang berbuat demikian, niscaya lepaslah dia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) untuk memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan allah memperingatkan kamu terhadap (azab)-Nya. Dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu)”&lt;/i&gt;(QS. Ali Imran 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi penyalibanYesus Kristus pada awal tahun masehi dahulu di bukit Gogota, seakan-akan hadir kembali di tengah-tengah jemaat Gereja Protestan (GPIB) maranatha, Jalan Yos Sudarso Surabaya dini hari (9-4-1992). Lewat lakon drama kolosal “Dia yang Bangkit” karya Benny Tomo itu ratusan jemaat dan penonton lain, yang tertarik kepada pertunjukan tersebut, sempat terpaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Drama itu merupakan rangkaian ibadah perayaan Paskah jemaat GPIB Maranatha, yang diawali dengan kisah penangkapan Yesusu dan seterusnya membawa jemaat kembali mengenang cara-cara keji para pemimpin Yahudi yang ingin menyerahkan Yesus kepada penguasa untuk “dihukum mati” (Jawa Pos 20-4-1992).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari drama ini, trnyata dari 70 orang pendukungnya, 50% lebih diantaranya bukan beragama Kristen. Dan Sabil Lukito (Islam), sang sutradara, mengatakan: “Kami melihat penampilan drama ini dari sudut teaternya” (Lihat Jawa Pos).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tersebut menimbulkan beberapa pertanyaan yang perlu kita renungkan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Di manakah mutiara iman seorang muslim disembunyikan, saat dia sedang menampakkan diri sebagai Yesus yang dikejar, ditangkap dan disiksa?, dan demikian pula halnya dengan mereka yang memainkan peran pembantu dalam drama tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimana hukumnya seorang muslim yang melakukan perbuatan atau mengucapkan perkataan yang bertentangan dengan rukun Iman, misalnya saat dia berperan dalam film, drama radio atau drama-drama lainnya, atau juga ketika menghadapi suatu pengalaman yang sangat pahit dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dan bagaimana pula jalan keluarnya, jika seseorang telah berbuat demikian dan belum ada kesepatan atau kemampuan untuk meninggalkannya?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Taqiyah atau Menyembunyikan Iman&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Di tengah proses peralihan periode Makkah dan Madinah, pada era permulaan Islam, sebagian besar kaum muslimin telah berhijrah dari Makkah ke Madinah. Jumlah mereka yang turut hijrah saat itu tidak kurang dari 200 orang, sementara itu belum bisa berangkat. Dan setiap hari kaum muslimin yang masih tertinggal di Makkah tersebut selalu berusaha untuk menyusul hijrah ke Madinah, sebagaimana saudara-saudaranya yang telah tiba di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di lain pihak kaum musyrikin makin memperketat penjagaannya dan terus menerus mengawasi mereka, serta menangkap dan menyiksa bahkan membunuh mereka yang berusaha menyusul hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut terjadi pada Arkian, Ammar bin Yasir beserta ayah dan ibunya, yaitu Yasir dan Sumayyah, kemudian pada Shuhaib, bbilal, Khabbab dan Salim yang secara diam-diam berusaha untuk berhijrah. Namun mereka tertangkap dan disiksa diluar perikemanusiaan. Contohnya penyiksaan yang terjadi pada Sumayyah, yaitu di diikat dengan tali yang ditarik dua ekor onta sebelah-menyebelah, lalu lubang kemaluannya ditusuk dengan tombak sehingga mati, dan Yasir pun dibunuh dengan kejam, sehingga kedua orang ini menjadi syahid yang pertama dalam Islam. Adapun ‘Ammar yang saat itu meliha sendiri nasib kedua orang tuanya tidak tahan, sehingga dengan terpaksa dia menuruti perintah orang-orang kafir untuk mengucapkan kata-kata yang menjelekkan Islam dan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tatkala peristiwa itu dilaporkan kepada Rasulullah saw, beliau bertanya kepada ‘Ammar: “Bagaimana hatimu?. ‘Ammar menjawab: “Hatiku penuh dengan Iman”. Maka Rasulullah bersabda: Jika seandainya terjadi lagi, maka ulangilah yang seperti itu.”&lt;br /&gt;Kisah ini kiranya dapat menjadi ukuran dan cermin penilaian bagi kita, yakni bahwa “Ammar terpaksa menguvapkan kata-kata yang bertentangan dengan rukun iman seorang muslim, karena diancam akan dibunih setelah sebelumnya disiksa diluar perikemanusiaan. Namun hati ‘Ammar masih penuh dengan iman dan Islam. Dan juga tercatat serangkaian peristiwa bahwa ada beberapa orang Islam yang murtad akibat penyiksaan tersebut, antara lain: ‘Abdullah bin Abi Sarah, Miqyas, Abdullah bin Khathal dan Qais. Mereka inilah menjadi sebab turunnya surat an-Nahl 106, yaitu bahwa siapa yang kafir setelah beriman, maka dia akan mendapat murka Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam kalangan Syi’ah terdapat suatu ajaran yang disebut dengan Taqiyah, yaitu bila mereka dalam keadaan lemah, maka mereka menyembunyikan kepercayaan Syi’ahnya. Namun bila keadaan mereka telah kuat, maka faham Syi;ah mereka desakkan secara agresif terhadap orang-orang yang tidak berfaham Syi’ah.&lt;br /&gt;Dan hal itu tidaklah tepat karena yang dituju oleh ayat 106 surat al-Nahl tersebut adalah bersiasat dalam menghadapi orang-orang kafir yang mengancam dengan hukuman berat. Atau dengan kata lain, sikap menyembunyikan iman itu dapat dilakukan sebatas dalam kondisi darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang menyembunyikan iman dalam hati lalu memperlihatkan diri, ucapan atau perbuatan yang tidak bertentangan dengan rukun Iman, sebagaimana seorang muslim yang memperagakan drama dengan mengucapkan bertuhan kepada berhala, dewa atau anak Tuhan, maka terhadap mereka berlaku firman Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa kafir kepada Allah sesudah beriman (dia akan mendapat murka Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir, sedang hatinya tetap tenang dan penuh Iman (maka tidak ada dosa baginya). Akan tetapi  orang yang melapangkan dadanya untuk kafir, maka murka Allah akan menimpanya dan baginya azab yang sangat berat” &lt;/i&gt;(Q.S. al-Nahl 106).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu seorang pemain atau sutradara yang muslim yang berperan atau sebagai pendukung peran yang berbuat atau berkata-kata secara bertentangan dengan rukun Iman, sedangkan hatinya dalam keadaan tenang dan damai serta tanpa adanya paksaan, maka dia bisa terancam murka Allah dan dapat ditiduh kafir serta akan mendapat azab yang sangat berat fari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini nampak bahwa hukum Islam benar-benar mengandung hikmah yang sangat besar, yaitu pada saat kesempitan maka seseorang memperoleh kesempatan, ketika kondisi terpaksa maka apa yang haram menjadi halal dan yang terlatang menjadi boleh, ketentuan ini disebut dengan hukum “darurat”. Dan ukuran darurat ini letaknya dalam hati seseorang, yang hanya dapat diketahui oleh Allah dan harus diukur dengan ukuran taqwa, sehingga barangsiapa yang taqwanya kuat maka ia tidak akan mempermudah hukum darurat ini, dan siapa saja yang kadar taqwanya rendah maka dia akan sangat mempermudah-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu hukum darurat tersebut, dalam surat Ali Imran 28 Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Janganlah orang yang beriman mengambil orang kafir sebagai kekasih (wali) dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Barangsiapa yang berbuat demikian, niscaya lepaslah dia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) untuk memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan allah memperingatkan kamu terhadap (azab)-Nya. Dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu)”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, saat itu ada bebrapa orang Yahudi, antara lain Ka’ab bin al-Asyraf, Ibn Abi al-Haqiq dan Qais bin Zaid berusaha membujuk orang-orang Anshar untuk murtad. Maka Rifa’ah dan Sa’ad bin Haitsamah memperingatkan mereka agar  bersikap hati-hati, jangan sampai terpikat oleh bujukan kaum Yahudi tersebut. Maka tidak lama setelah peristiwa itu turunlah al-Quran surat Ali Imran 28. Jadi kesimpulannya, apabila sikap, ucapan dan perbuatan seseorang bertentangan dengan rukun Iman, tetapi itu dilakuakn hanya sebatas sebagai taktik untuk membela Islam, maka ada kemungkinan dapat mengurangi murka Allah atau tuduhan murtad. Namun hanya Allah sendiri yang Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya atau apa yang telah diperbuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat menepati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, dan itulah yang disebut taqwa&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h6&gt;&lt;font color=”blue”&gt;Maraji’: Dr. H. Imam Muchlas, MA. &lt;i&gt;Al-Quran Berbicara&lt;/i&gt;. Pustaka Progressif, Surabaya, 1966.&lt;/font&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-167005223263583420?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/167005223263583420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/hukum-taqiyah-dan-menyembunyikan-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/167005223263583420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/167005223263583420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/hukum-taqiyah-dan-menyembunyikan-iman.html' title='Hukum Taqiyah dan Menyembunyikan Iman'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-9164592800191126713</id><published>2010-01-25T23:46:00.002+07:00</published><updated>2010-01-28T22:33:23.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Musnad Ahmad Ibn Hanbal</title><content type='html'>Kitab digital praktis berisi Musnad Imam Ahmad Ibn Hanbal, tidak perlu repot-repot membuka berjilid-jilid kitabnya untuk mencari sebuah hadits.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;font color="maroon"&gt;Hanya cukup &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8118989/MusnadImamAhmadIbnuHanbal.exe.html"&gt; &lt;blink&gt;&lt;font color="blue"&gt;Download di sini&lt;/font&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan software-nya&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-9164592800191126713?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/9164592800191126713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/musnad-ahmad-ibn-hanbal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/9164592800191126713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/9164592800191126713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/musnad-ahmad-ibn-hanbal.html' title='Musnad Ahmad Ibn Hanbal'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-5382962987721391832</id><published>2010-01-25T23:41:00.002+07:00</published><updated>2010-01-28T22:33:23.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Sunan Abu Daud</title><content type='html'>Kitab hadits Digital Sunan Aby Daud, cara praktis mengenal hadits.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;font color="maroon"&gt;Cukup &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8119246/SunanAbyDaudAs_Sajestany.exe.html"&gt; &lt;blink&gt;&lt;font color="blue"&gt;klik di sini&lt;/font&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-5382962987721391832?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/5382962987721391832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/sunan-abyu-daud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5382962987721391832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5382962987721391832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/sunan-abyu-daud.html' title='Sunan Abu Daud'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-962061664073139295</id><published>2010-01-25T23:31:00.001+07:00</published><updated>2010-01-28T22:33:23.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Sunan Ibn Majah</title><content type='html'>Kitab hadits digital Sunan Ibn Majah Al-Quzuwayiy, cara praktis membaca kitab hadits.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8119444/SunanIbnMajahAl_Qozuwayniy.exe.html"&gt; &lt;blink&gt;&lt;font color="blue"&gt;Download di sini&lt;/font&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-962061664073139295?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/962061664073139295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/sunan-ibn-majah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/962061664073139295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/962061664073139295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/sunan-ibn-majah.html' title='Sunan Ibn Majah'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-7444713543743625703</id><published>2010-01-25T23:26:00.003+07:00</published><updated>2010-01-28T22:33:23.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Sunan An-Nasaiy</title><content type='html'>Kitab hadits Sunan An-Nasa'y digital, cara mudah mempelajari kitab-kitab hadits.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8119490/SunanAn_NasaiyAl_Khurasany.exe.html"&gt; &lt;blink&gt;&lt;font color="blue"&gt;Download di sini&lt;/font&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-7444713543743625703?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/7444713543743625703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/sunan-nasaiy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7444713543743625703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7444713543743625703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/sunan-nasaiy.html' title='Sunan An-Nasaiy'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-5006434652147505026</id><published>2010-01-25T23:15:00.001+07:00</published><updated>2010-01-28T22:33:36.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Spiritual Emotion Freedom Technique (SEFT)</title><content type='html'>SEFT (Spiritual Emotion Freedom Technique ) adalah terapi psikologis yang didasari dengan spritual power dan energi psychologi. Di mana kunci dari konsep ini adalah Khusu', Ikhlas, dan Pasrah.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8321155/SEFTversilengkap.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-5006434652147505026?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/5006434652147505026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/spiritual-emotion-freedom-technique.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5006434652147505026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5006434652147505026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/spiritual-emotion-freedom-technique.html' title='Spiritual Emotion Freedom Technique (SEFT)'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-4095605164924436721</id><published>2010-01-25T23:00:00.001+07:00</published><updated>2010-01-28T22:33:36.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Deteksi Dini Dan Pendidikan</title><content type='html'>Deteksi Dini dan Pendidikan bagi anak yang berkebutuhan khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/8321045/DETEKSIDINIDANPENDIDIKANbagianakberkebutuhankhusus.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-4095605164924436721?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/4095605164924436721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/deteksi-dini-dan-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4095605164924436721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4095605164924436721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/deteksi-dini-dan-pendidikan.html' title='Deteksi Dini Dan Pendidikan'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-5093771440434353833</id><published>2010-01-25T22:50:00.001+07:00</published><updated>2010-01-28T22:33:36.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Evaluasi dan Pengukuran dalam Pendidikan</title><content type='html'>Penjelasan tentang evaluasi hasil belajar&lt;br&gt;Persyaratan dan pengukuran evaluasi belajar&lt;br&gt;Dasar pemikiran evaluasi hasil belajar&lt;br&gt;Persyaratan pengukuran evaluasi hasil belajar&lt;br&gt; Teknik evaluasi&lt;br&gt;Aspek hasil evaluasi dalam belajar&lt;br&gt;Efektifitas evaluasi belajar dalam proses belajar mengajar&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8320879/EVALUASIDANPENGUKURANDALAMPENDIDIKAN.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-5093771440434353833?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/5093771440434353833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/evaluasi-dan-pengukuran-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5093771440434353833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5093771440434353833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/evaluasi-dan-pengukuran-dalam.html' title='Evaluasi dan Pengukuran dalam Pendidikan'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-1676347770420282572</id><published>2010-01-10T22:48:00.002+07:00</published><updated>2010-01-10T22:57:44.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Bimbingan dan Konseling</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Slide berisi materi presentasi tentang penjelasan mengenai Definisi bimbingan dan konseling, fungsi pokok, kegunaan dan manfaat serta pengembangannya di ruang lingkup sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8098909/BIMBINGANDANKONSELING.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-1676347770420282572?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/1676347770420282572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/bimbingan-dan-konseling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1676347770420282572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1676347770420282572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/bimbingan-dan-konseling.html' title='Bimbingan dan Konseling'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-7820495311069799287</id><published>2010-01-08T15:56:00.002+07:00</published><updated>2010-01-10T22:57:37.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng cerpen'/><title type='text'>KISAH DUA SCARECROW</title><content type='html'>Oleh &lt;i&gt; Mila Nurhida&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bulir-bulir padi mulai menguning. Untuk mengusir burung-burung yang suka memakan bulir padi, Pak Tani membuat dua manusia rumput di sawahnya. Kedua manusia rumput itu bernama Jeram dan Rami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari Jeram dan Rami hanya berdiri di sawah untuk menakut-nakuti burung. Dengan berlalunya waktu, Jeram mulai bosan dan mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rami, aku tidak mau selamanya berdiri di sini. Aku ingin mencari teman dan melihat dunia yang indah ini. Tapi untuk itu aku perlu pakaian. Dari mana, ya, aku bisa mendapatkannya?” kata jeram suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan sedih, Jeram. Kamu pasti bisa memiliki pakaian,” hibur Rami.&lt;br /&gt;Malamnya, jeram telah tertidur. Rami masih berjaga-jaga.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rami yang baik, anak saya sedang tumbuh gigi. Dia perlu sesuatu untuk di gigit-gigit. Bolehkah saya meminta beberapa batang jeramimu?“ tanya Mama Tikus.&lt;br /&gt;“Silahkan ambil saja, Mama Tikus,“ kata Rami ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama Tikus pun mengambil beberapa batang jerami dari tubuh Rami. Ia kemudian memberikan sebuah topi merah untuk Rami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Topi ini aku dapatkan dari rumah kucing. Terimalah, Rami,’’ kata Mama Tikus.&lt;br /&gt;Rami menerima topi merah itu dan memakainya di kepala. Tak lama kemudian Papa Burung Layang-layang hinggap di bahu Rami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Rami yang baik, tiga anakku baru saja menetas. Sarangku jadi sempit. Berikanlah sedikit jerami, supaya aku bisa memperluas sarang kami,’’ pinta Papa Burung Layang-layang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Silahkan ambil saja, Papa Burung Layang-layang,’’ kata Rumi ramah.&lt;br /&gt;Papa Burung Layang-layang mengambil sejumlah jerami yang diperlukannya. Ia lalu memberikan beberapa bulu panjang burung layang-layang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Bulu-bulu ini adalah warisan dari kakekku. Ambillah untukmu,’’ kata Papa Burung Layang-layang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian datanglah Tikus Hitam. ‘’Rami yang baik, rumah saya kebanjiran. Tolong berikan beberapa jeramimu, supaya aku bisa membersihkan lantai rumahku,’’ kata Rumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikus Hitam lalu pulang membawa beberapa batang jerami. Ia kemudian memberikan sebatang tongkat pada Rumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Tongkat ini saya dapat dari rumah Pak Tani. Terimalah, Rami,’’ kata Tikus Hitam.&lt;br /&gt;Hari mulai pagi. Ayam Betina dan anak-anak berjalan lewat di tempat Rami. ‘’Rami yang baik, di kepalamu masih ada beberapa butir padi. Izinkanlah anak-anakku untuk memakannya.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Silahkan makan saja, Mama Ayam,’’ kata Rumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anak-anak ayam selesai makan, Mama Ayam memberikan sehelai kain pada Rumi.&lt;br /&gt;“Kain ini aku dapatkan dari Bu Tani. Terimalah Rami,’’ kata Mama Ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari telah terbit. Jeram bangun dari tidurnya. Dia sangat terkejut melihat barang-barang yang ada di tubuh Rumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Dari mana kau dapatkan semua itu ?’‘ tanya Jeram. “Dan kenapa tubuhmu jadi begitu kurus?“ Rami menceritakan semua yang terjadi semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’ Sungguh beruntung engkau, Rami,“ kata Jeram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, semua barang ini akan aku berikan semuanya padamu. Kain ini bisa dijadikan baju. Topi ini bisa menutupi kepalamu. Dan bulu burung layang-layang ini bisa menghiasi topimu.“ Sambil berkata, Rami memakaikan barang itu pada tubuh Jeram.&lt;br /&gt;“Nah, sekarang kau sudah bisa pergi untuk mencari teman.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, aku belum bisa pergi,“ kata Jeram sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memangnya kenapa Jeram?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Tani hanya memberikan aku satu kaki. Aku tak bisa berjalan,“ kata Jeram.&lt;br /&gt;“Kalau begitu, pakailah kakiku. Aku bisa berdiri dengan tongkat pemberian Tikus Hitam.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang jeram sudah memiliki baju, topi, dan kedua kaki. Perlengkapannya sudah cukup untuk pergi mencari teman. Tapi samapi siang hari dia masih berdiri di situ.&lt;br /&gt;“Kenapa kau belum pergi juga, Jeram?“ tanya Rami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak jadi pergi, Rami,“ jawab Jeram. “Aku telah memiliki teman sebaik kamu. Buat apa lagi aku harus pergi mencari teman? Aku akan tetap tinggal disini bersamamu.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu Jeram tidak lagi mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-7820495311069799287?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/7820495311069799287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/kisah-dua-scarecrow.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7820495311069799287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7820495311069799287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/kisah-dua-scarecrow.html' title='KISAH DUA SCARECROW'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-7782710320571369457</id><published>2010-01-08T15:45:00.001+07:00</published><updated>2010-01-10T22:57:44.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Bakat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Bakat merupakan Kemampuan seseorang untuk mengerjakan sejumlah tugas dengan baik, meskipun latihan yang dialaminya sangat minimal, ataupun bahkan tidak pernah mengalami latihan (William B. Michael).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8065710/BAKAT.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-7782710320571369457?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/7782710320571369457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/bakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7782710320571369457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7782710320571369457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/bakat.html' title='Bakat'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-3116690563474200705</id><published>2010-01-08T15:17:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T15:24:20.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Muttafiq dan muftariq</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kesamaan antara rawy yang satu dengan yang lain. Seperti nama asli, nama samaran, keturunan atau lain sebainya dalam ucapan dan bentuk tulisan, tetapi berlainan orangnya yang dimaksud dengan nama tersebut, maka disebut dengan muttafiq dan sebagai lawannya disebut dengan Muftariq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya sebuah hadits diriwayatkan oleh &lt;i&gt;Hammad&lt;/i&gt; tanpa dibubuhi nama samaran atau  nama keluarganya pada akhir nama asli tersebut, tentu menimbulkan kesukaran untuk ditentukan siapakah yang dimaksudkannya, apakah &lt;i&gt;Hammad bin Zaid&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Hammad bin Salamah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui siapa yang dimaksud dengan &lt;i&gt;Hammad&lt;/i&gt; dalam suatu hadits hendaklah diselidiki siapa yang meriwayatkann hadits daripadanya. Kalau yang meriwayatkan hadits daripadanya &lt;i&gt;Sulaiman bin Harb&lt;/i&gt;, maka yang dimaksud adalah &lt;i&gt;Hammad bin Zaid&lt;/i&gt;, dan kalau yang meriwayatkan hadits daripadanya itu &lt;i&gt;Musa bin Ismail&lt;/i&gt;, maka yang dimaksud ialah &lt;i&gt;Hammad bin Salamah&lt;/i&gt;. Demikian juga kalau disebutkan dengan &lt;i&gt; ‘Abdullah&lt;/i&gt; secara mutlaq, maka yang dimaksud adalah &lt;i&gt; ‘Abdullah bin Zubair&lt;/i&gt; sebagai ahli hadits di Mekah; &lt;i&gt; ‘Abdullah bin Umar&lt;/i&gt; sebagai nama seorang ahli hadits di Madinah; &lt;i&gt; ‘Abdullah bin Mas’ud&lt;/i&gt; sebagai seorang muhaddits di Kufah; &lt;i&gt; ‘Abdullah bin ‘Abbas&lt;/i&gt; sebagai seorang muhaddits di Basrah; &lt;i&gt;‘Abdullah bin Mubarak&lt;/i&gt; sebagai seorang muhaddits di Khursan dan &lt;i&gt; ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash&lt;/i&gt; sebagai seorang muhaddits di Syam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faidah mengetahui muttafiq dan muftariq ini, ialah untuk menghindari perjumbuhan (perserupaan / persamaan) tentang siapakah yang dimaksudkan dari sekian banyak nama-nama rawy yang sama itu. Sebab mungkin di antara mereka ada yang tsiqah dan ada yang kurang tsiqah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt;&lt;font color="brown"&gt;Maraji’: Drs. Fatchur Rahman, &lt;i&gt;Ikhtisar Mushthalah Hadits&lt;/i&gt; PT. Al-Ma’arif, bandung 1985&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-3116690563474200705?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/3116690563474200705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/muttafiq-dan-muftariq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3116690563474200705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3116690563474200705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/muttafiq-dan-muftariq.html' title='Muttafiq dan muftariq'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-8574735146164456677</id><published>2010-01-06T22:16:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T15:24:20.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Shahih Muslim Digital</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Siapa yang tidak mengenal Maktabah Shamila? Apliaksi kitab-kitab klasik ini sekarang dapat kita miliki dengan ukuran file yang lebih ringan. Salah satunya adalah&lt;br /&gt;Kitab &lt;b&gt;Hadits Sohih Muslim digital&lt;/b&gt; ini yang dapat diakses secara mudah di komputer anda. Karena dalam versi ini maktabah shamila tampil berupa satu kitab saja. Jadi, tidak perlu meng-instal Maktabah Shamila yang sampai 8GB itu. cukup membuka kitab apa yang akan Anda perlukan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8043517/ShahihMuslim.exe.html"&gt; &lt;blink&gt;&lt;font color="blue"&gt;Download di sini&lt;/font&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-8574735146164456677?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/8574735146164456677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/shahih-muslim-digital.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8574735146164456677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8574735146164456677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/shahih-muslim-digital.html' title='Shahih Muslim Digital'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-8825108446101735921</id><published>2010-01-06T22:06:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T22:16:15.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Kitab Digital Shohih Bukhori</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Siapa yang tidak mengenal Maktabah Shamila? Apliaksi kitab-kitab klasik ini sekarang dapat kita miliki dengan ukuran file yang lebih ringan. Salah satunya adalah&lt;br /&gt;Kitab &lt;b&gt;Hadits Sohih Bukhari digital&lt;/b&gt; ini yang dapat diakses secara mudah di komputer anda. Karena dalam versi ini maktabah shamila tampil berupa satu kitab saja. Jadi, tidak perlu meng-instal Maktabah Shamila yang sampai 8GB itu. cukup membuka kitab apa yang akan Anda perlukan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/8043446/ShahihAl_Bukhory.exe.html"&gt; &lt;blink&gt;&lt;font color="blue"&gt;Download di sini&lt;/font&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-8825108446101735921?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/8825108446101735921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/kitab-digital-shohih-bukhori.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8825108446101735921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8825108446101735921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/kitab-digital-shohih-bukhori.html' title='Kitab Digital Shohih Bukhori'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-7323419884733542064</id><published>2010-01-06T21:23:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T21:38:53.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Kajian Surat al-Alaq, Sumber Ilmu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Manusia dengan akal fitrah yang dimilikinya, selalu melakukan pemahaman dan penafsiran terhadap lingkungannya guna dapat mengambil tindakan dan langkah yang dirasa tepat dan terbaik. Hal itu dilakukan dalam usaha manusia beradaptasi dengan alam, dengan sesuatu tujuan agar dapat tetap menjaga kelangsungan hidupnya dan memenuhi kebutuhannya, serta dapat hidup dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sejak lahir dibekali oleh Tuhan dengan fitrah yang suci dan akal yang cerdas serta kebebasan untuk memilih tingkah laku yang baik dan tepat. Tetapi bagaimanapun hebatnya manusia, pasti mempunyai keterbatasan diri. Dan bahkan aliran yang paling rasional  dalam Islam sendiri pun, sepeti mu’tazilah mengakui bahwa manusia mampu menjangkau dan memilih mana yang baik dan yang buruk, namun tidak mampu untuk mengetahui nilai baik dan buruk itu secara terinci. Akal hanya mampu menjangkau baik dan buruk tersebut secara garis besar,  sebagaimana yang disinyalir oleh tokoh Mu’tazilah Ibn Abi Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, maka manusia memerlukan petunjuk Tuhan agar dapat menentukan langakah dan tindakan yang tepat guna menghadapi tantangan hidup demi kelangsungan hidup dalam lingkungannya serta dapat hidup dengan baik lebih baik bahagia, baik di dunia maupun akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Al-Quran petunjuk yang benar&lt;/b&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu terbagi dalam empat kategori yang bertingkat, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol type=i&gt;&lt;li&gt;Pengetahuan, yaitu sesuatu yang diperoleh manusia melalui panca indera. Kebenaran pengetahuan ini sangat tergantung kepada kondisi dan secara  cara kerja serta kemampuan alat indera yang dipergunakan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Imu, yaitu pengetahuan yang telah diuji melalui percobaan, eksperimen, research dan penelitian secara mendalam. Nilai kebenaran di sini masih tregantung pada pancaindera, metodologi riset dan metodologi penalaran ilmiah yang digunakan oelh penelti itu sendiri.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Filsafat, yaitu ilmu yang telah dimatangkan dengan cara berfikir sitematis, bebas, radikal dan universal. Namun karena filsafat ini adalah hasil pemikiran manusia yang kesempurnaan masih dapat diragukan, maka kebenarannya masih bersifat hipotetis-spekulatif. Dinamakan hipotetis, karena nilai kebenarannya masih sangat relatif, sekarang mungkin dianggap benar, tapi belum tentu esok juga demikian; spekulatif, artinya ada kemungkinan benar dan ada juga kemungkinan salah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Wahyu, yaitu ilmu tuhan yang mutlak nilai kebenarannya karena Allah Maha Sempurna. Dia telah menyampaikan sebagaian ilmu-Nya tersebut melalui para Rasuln-Nya, yang terhimpun dalam kitab suci masing-masing rasul, dan bagaimanapun&lt;br /&gt;Sebagian manusia mempunyai kebiasaan yang bertentangan dengan “human needs” (kebutuhan universal manusia), yang tidak diridhai oleh Tuhan. Maka melalui Rasulullah Muhammad saw, Allah memberikan petunjuk guna merubah dan meluruskan tingkah laku serta adat tersebut, yaitu dengan wahyu yang terhimpun dalam al-Quran.&lt;br /&gt;Dan karena mengubah serta meluruskan adat masyarakat bukanlah sesuatu hal yang mudah, maka Allah menurunkan al-Quran secara berangsung-angsur, ayat demi ayat, bahkan kalimat demi kalimat, yang telah dipilih oleh Allah dengan sangat bijaksana, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat saat itu, yakni masyarakat Arab Jahiliyah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sari Tilawah Surat al-Alaq&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tim Departemen Agama dalam al-Quran dan Terjemahannya, pada surat al-Alaq, mencatat bahwa Allah menciptakan manusia dari segumpal darah, yang kemudian memberikan padanya kelebihan ilmu melalui tulis-baca. Namun atas nikmat itu, manusia tidak bersyukur, bahkan melakukan sesuatu yang tidak layak, karena mereka merasa memiliki kelebihan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adapun surat al-Alaq itu sendiri mengandung beberapa hikmah, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Asal-Usul Manusia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Adam, nenek moyang manusia, diciptakan Tuhan dari debu (QS. Ali Imran 59), lalu dari tanah hitam (QS. Al-Hijr 33) sedangkan anak keturunan Adam diciptakan Allah dari saripati tanah (QS. Al-Mu’min 2), dari nuftah, segumpal darah, dan selanjutnya manjadi segumpal daging (Q.S. al-Hajj 5). Dan proses tersebut telah menjadi bahan kajian para cerdik-cendekia yang tak pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Peran sarana baca-tulis dan mass-media cetak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Besarnya peran alat baca-tulis dengan disebutkannya kata “al-Qalam” sebagai salah satu nama surat dalam al-Quran. Ibnu Jarir dan Ibn Hatim serta Ibn ‘Asakir mencatat suatu hadits, bahwa yang pertama kali diciptakan Allah ialah “Qalam”. Dan masalah ini dikaji secara mendalam oleh ahli tasawuf, karena menyangkut permasalahan “purwaning dumadi” (asal-usul kejadian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi lain “Qalam” dapat dipergunakan untuk membuat “Blue print” 9identik dengan proyek penciptaan alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini di samping mendorong umat islam untuk banyak membaca, juga mendorong agar para ulama (orang-orang yang berilmu) gemar menulis ilmu yang dimilikinya. Ibn Jarir Barr mencatat sebuah riwayat, yang menyatakan bahwa di hari kiamat kelak bobot nilai tinta para ulama lebih berat daripada darah para syuhada’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Langakah perbuatan yang tidak layak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya jika manusia sadar akan asal kejadian dan merenungkann keadaannya saat dilahirkan, yang tanpa busana, tidak mampu melihat, dan tidak dapat mendengar, serta tidak memiliki ilmu atau kecakapan apapun, kiranya mereka tidak akan brbuat yang tak layak. Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits, bahwa manusia itu dilahirkan tanpa busana, lalu Alah memberikan rizki, ilmu, serta berbagai macam kecakapan fan kelebihan. Adapun segala nikmat serta kelebihan itu tujuannya adalah untuk menguji manusia dan untuk mengetahui siapa yang lebih baik amalannya (QS. Yunus 14). Dan semoga Alah menjadikan kita sebagai orang-orang yang bertaqwa. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h6&gt;&lt;font color=”brown”&gt;Maraji’: Dr. H. Imam Muchlas, MA. &lt;i&gt;Al-Quran Berbicara&lt;/i&gt;. Pustaka Progressif, Surabaya, 1966.&lt;/font&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-7323419884733542064?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/7323419884733542064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/kajian-surat-al-alaq-sumber-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7323419884733542064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7323419884733542064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/kajian-surat-al-alaq-sumber-ilmu.html' title='Kajian Surat al-Alaq, Sumber Ilmu'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-2110847097932208005</id><published>2010-01-05T22:45:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T15:28:39.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Tes Minat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Slide materi presentasi berisi penjelasan mengenai Definisi minat, faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan mengembangkan minat belajar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/8030092/MINAT.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-2110847097932208005?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/2110847097932208005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/tes-minat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/2110847097932208005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/2110847097932208005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/tes-minat.html' title='Tes Minat'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-1953886451207599812</id><published>2010-01-04T15:23:00.000+07:00</published><updated>2010-01-04T15:37:51.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Hadits Mu'allal</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Yang dimaksud dengan Hadits Mu’allal (Ma’lul. Mu’al) ialah:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;br /&gt;هو ما اطلع فيه بعد البحث والتبع علي وهم وقع لرواته من وصل منقطع أو ادخال حديث في حديث أو نحو ذلك.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“suatu hadits, yang setelah diadakan penelitian dan penyelidikan nampak adanya salah sangka dari rawynya, dengan mewashalkan (menganggap, bersambung suatu sanad) hadits yang Munqathi’ (terputus) atau memasukkan sebuah hadits pada suatu hadits yang lain, atau yang semisak dengan itu”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyelidiki seorang rawy yang banyak sangka, sangat sukar dan sulit. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh orang yang ahli yang dapat mengetahui benar-benar martabat rawy, keadaan sanad dan matan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencatat rawy yang demikian ini, memerlukan adanya qarinah-qarinah yang dapat menunjukkan sebab tercacatnya. Sebab-sebab yang mencacatkan itu, antara lain mengirsalkan hadits yang Muttashil, mewashalkan Hadits Munqathi’, mewauqufkan hadits yang Marfu’ dan lain sebagainya. Semua perbuatan ini dilakukan oleh sirawy bedasarkan adanya salah sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, hadits Mu’alal itu nanmpaknya tiada bercacat, tetapi setelah diselidiki terdapat &lt;i&gt;‘illat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘illat &lt;/i&gt;itu kadang-kadang terdapat pada sanad dan kadang-kadanag terdapat pada matan. Dan ‘illat yang terdapat pada sanad ada kalanya yang mencacatkan sanad dan matan, dan ada pula yang hanya mencacatkan sanad saja, sedanga matannya shahih, contohnya hadits Ya’la bin ‘Ubaid:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;br /&gt;عَنْ سُفْيَانْ الثوري عن عمرو بن دينار عن ابن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: البيعان بالخيار ما لم يتفرقا.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“dari Sofyan Ats-Tsaury dari ‘Amr bin Dinar dari Ibnu ‘ Umar dari Nabi saw, ujarnya: Sipenjual dan sipembeli boleh memilih selama belum berpisah”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illat hadits ini terletak pada ‘Amr bin Dinar, sebab mestinya bukan dia yang meriwayatkan, melainkan ‘Abdullah bin Dinar. Hal itu dapat diketahui berdasarkan riwayat-riwayat lain, yang juga melalui sanad tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun hadits tersebut ber’illat pada sanadnya, tetapi oleh karena kedua rawy tersebut sama-sama tsiqah, tetap shahih matannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h6&gt;&lt;font color="brown"&gt;Maraji’: Drs. Fatchur Rahman, &lt;i&gt;Ikhtisar Mushthalahul Hadits&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h6&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-1953886451207599812?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/1953886451207599812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/hadits-muallal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1953886451207599812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1953886451207599812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/hadits-muallal.html' title='Hadits Mu&apos;allal'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-5808123061029785549</id><published>2010-01-02T23:18:00.000+07:00</published><updated>2010-01-04T15:39:16.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Hadits Mubham, Majhul dan Ma'tsur</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Yang Dimaksud Dengan Hadits Mubham, ialah:&lt;br /&gt;هُوَمافى متنه أو سنده راو لم يسم سواء كان رجلا أو امرأة&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Hadits yang di dalam matan atau sanadnya terdapat seseorng rawy yang tidak dijelaskan apakah ia laki-laki atau perempuan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-ibham-an rawy dalam hadits mubham tresebut, dapat terjadi karena tidak disebutkan namanya atau disebutkan namanya, tetapi tidak dikelaskan siapa sebenarnya yang dimaksud dengan nama itu, sebab tidak mustahil bahwa nama itu dimiliki oleh beberapa orang, atau tidak terjadi karena hanya disebutkan jenis kelauarganya, seperti ibnun (anak laki-laki), ummun 9ibu), khallun (paman) dan lain sebagainya, yang sebutan-sebutan tersebut belum menunjukkan nama pribadi seseorang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits mubham itu ada yang terdapat pada matan, dan ada yang terdapat pada sanad.&lt;br /&gt;Contoh Hadits Mubham yang terdapat pada matan, ialah hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash r.a., yang meriwayatkan:&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;br /&gt;ان رجلا سأل النبى صلى الله عليه وسلم: أي الاسام خير؟ قال: تطعم الطعام وتقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف—متفق عليه&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“bahwa seorang laki-laki telah bertanya kepada Rasulullah saw katanya: “(perbuatan) Islam yang manakah yang paling baik?” Jawab Nabi: “Ialah kamu merangsum makanan dan memberi salam kepada orang yang telah kamu kenal dan yang belum kamu kenal”. (Riwayat Bukhary-Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penyelidikan As-Suyuthy bahwa orang laki-laki yang ertanya kepada Rasulullah itu ialah Abu Dzarr ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Hadits mubham yang terdapat pada sanad, seperti Hadits Abu Dawud yang diterimanya dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حجاج عن رجل عن ابى هريرة رضي الله عنه عن النبى صلي الله عليه وسلم قال: المؤمن غر كريم – الحديث - &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hajjaj dari seorang laki-laki dari Abu Hurairah ra dari Nabi Muhammad saw. Sabda Rasulullah: “ Orang Mu’min itu ialah orang yang mulia lagi dermawan”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits tersebut Hajjaj tidak menerangkan nama rawy yang memberikan Hadits kepadanya. Oleh karena itu sulit sekali untuk menyelidika identitasnya.&lt;br /&gt;Jika nama seorang rawy disebutkan dengan jelas sekali, akan tetapi ternyata bukan tergolong orang yang sudah dikenal keadilannya dan tidak ada rawy tsiqah yang meriwayatkan Hadits dari padanya, selain seorang saja, maka rawy yang demikian keadanya desebut dengan &lt;i&gt;Majhulul-‘ain,&lt;/i&gt; dan hadits yang diriwayatkannya disebut dengan &lt;i&gt;Hadits-Majhul.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang rawy dikenal keadilannya dan kedlabitannya atas dasar periwayatan orang-orang yang tsiqah, akan tetapi pernilaian orang-orang tersebut belum mencapai kebulatan suara, maka rawy tersebut dinamai &lt;i&gt;Majhulul-Hal&lt;/i&gt; dan haditsnya disebut &lt;i&gt;Hadits Ma’tsur.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum Hadits Mubham&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a. Hadits mubham yang terdapat pada sanad ialah termasuk Hadits Dha’if, karena itu tidak maqbul. Dasar penolakan hadits mubham pada sanad ini, ialah ketiadaan dikenal nama dan pribadi si-rawy itu sekaligus tidak dapat dietahui identitasnya, apakah ia seorang yang dipercaya atau bukan. Biarpun hadits mubham pada sanad itu mengguankan lafadz penyampaian berita yang daat difahamkan adanya arti kepercayaan, seperti lafadh &lt;i&gt;haddatsana-tsiqatun&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;haddatsana’adlun&lt;/i&gt; (telah bercerita kepadaku seorang yang dipercaya atau adil), namun menurut pendapat yang lebih kuat, belum juga diterima sebagai hadits yang maqbul.&lt;br /&gt;b. Berlainan halnya dengan hadits mubham yang terdapat pada matan, tidak ditolak secara mutlak. Hadits itu masih dapat diterima sebagi hujjah, asalkan memenuhi syarat penerimaan dapat sauatu haditshadits. Sebab yang tidak dijelaskan namanya dalam matan hadits tidak dijadikan sandaran untuk menimbang shahih atau dhaifnya suatu hadits, tetapi ia hanya menjadi objek dalam riwayat, bukan subjek yang meriwayatkan.&lt;br /&gt;c. Hukum kedua hadits majhul dan ma’tsur pada prinsipnya adalah dha’if. Tidak dapat dijadikan hujjah. Akan tetapi kalau hadits tersebut mempunyai muttabi’ atau syahid yang tidak sedikit jumlahnya, maka naiklah ia menjadi hadits hasan lighairih.&lt;br /&gt;Faidah mengetahui hadits mubham&lt;br /&gt;Adapun faidah mengetahui hadits mubham itu antara lain, ialah:&lt;br /&gt;1. untuk mengetahui tsiqah atau lemahnya rawy, sehingga karenanya suatu hadits dapat diklasifikasikan sebgai hadits shahih, hasan atau dla’if.&lt;br /&gt;2. untuk megetahui nasikh dan mansukhnya suatu adits sebab dengan diketahuinya identitas orang yang diragukan, dapat diketahui apakah ia termasuk orang yang memeluk agama Islam di awal kedatangan Agama Islam. Ataukah baru masuk islam di akhir hayat Rasulullah saw. Jika diketahui demikian,  maka hadits yang diriwayatkannya lebih dahulu dimansukh dengan hadits yang diriwayatkannyaterkemudian, apabila ternyata kedua buah hadits itu saling berlawanan dan tidak dapat dikompromikan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-5808123061029785549?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/5808123061029785549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/hadits-mubham-majhul-dan-matsur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5808123061029785549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5808123061029785549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/hadits-mubham-majhul-dan-matsur.html' title='Hadits Mubham, Majhul dan Ma&apos;tsur'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-8373844277646412737</id><published>2010-01-01T21:32:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T15:25:47.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Tes  RMIB  (Rothwell Miller Interest Blank)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. Awalnya hanya memiliki 9 jenis katagori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. &lt;br /&gt;Tahun 1958, diperluas menjadi 12 katagori oleh Kenneth Miller. &lt;br /&gt;Sejak saat itu, menjadi Test Interest Rothwell-Miller, yg dikenal dengan Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank).&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7976791/TESRMIB.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-8373844277646412737?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/8373844277646412737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/tes-rmib-rothwell-miller-interest-blank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8373844277646412737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8373844277646412737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/tes-rmib-rothwell-miller-interest-blank.html' title='Tes  RMIB  (Rothwell Miller Interest Blank)'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-9091213593694703054</id><published>2010-01-01T21:12:00.000+07:00</published><updated>2010-01-01T21:27:28.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Tes Psikodiagnostik Emile Kreaplin</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Adanya perbedaan yang khas pada proses sensori sederhana, s.motor, perceptual &amp; Tingkah laku. Tes ini digunakan sebagai dasar psikologis untuk mengklasifikasikan kekacauan psikiatrik. Ia berusaha memperluas pengg untuk menysun tipologi kepribadian manusia anatomi normal &amp; abnormal&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7976485/Teskraeplin.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan slide-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-9091213593694703054?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/9091213593694703054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/tes-psikodiagnostik-emile-kreaplin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/9091213593694703054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/9091213593694703054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/tes-psikodiagnostik-emile-kreaplin.html' title='Tes Psikodiagnostik Emile Kreaplin'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-1391701294231992282</id><published>2010-01-01T20:57:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T15:25:24.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng cerpen'/><title type='text'>Cring, Cring, Cring!</title><content type='html'>Oleh&lt;i&gt;Mila Nurhida&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;CRING, CRING, CRING!&lt;br /&gt;Cring, cring, cring! Nona Kei yang cantik melangkahkan kakinya dengan gemulai. Orang-orang menoleh kearahnya dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sore Nona kei pasti berjalan-jalan mengelilingi kota kecil itu dengan payungnya yang merah muda. Yang membuat geli, payung itu dihiasai tutup botol dan lonceng-lonceng kecil. Meriah sekali. Bunyinya merdu seirama langkah kaki. Apalagi gaun yang dipakai Nona Kei juga bertumpuk-tumpuk dan warna-warni. Merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu. Seperti pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang di kota kecil itu tahu, Nona Kei memang tidak begitu waras. Dia hidup seorang diri. Keluarganya meninggalkannya sendiri karena malu mempunyai saudara yang sakit jiwa. Akan tetapi, Nona Kei tidak benar-banar hidup sendiri. Karena tidak mengganggu, semua orang iba padanya. Para wanita sering mengiriminya makanan dan pakaian bekas. Laki-laki disana juga membantu membetulkan atap rumahnya yang bocor. Anak-anak apalagi. Setiap sore, meraka pasti mengekor kemanapun Nona Kei berjalan sambil manari-nari mengikuti irama lonceng yang tergantung di payung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cring, cring, cring! Nona Kei tidak marah jika diikuti anak-anak. Mereka tidak mengolok-oloknya. Ia bahkan senang ditemani anak-anak. Ia tersenyum ke kanan dan ke kiri. Kepada siapa saja. Dan kepada apa saja yang dilihatnya. Kota kecil itu tak pernah sepi oleh gemerincing payung Nona Kei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu ini suara cring, cring, cring! Tak terdengar. “Kemena Nona Kei?” anak-anak bertanya-tanya. Mereka sudah menunggu di pinggir jalan. Yang ditunggu tak juga datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wanita mendatangi rumah Nona Kei. Kosong! Orang-orang sibuk mencari-cari Nona Kei. Mereka mengira Nona kei hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba kita cari di sekitar hutan,“ ajak Sheriff Albert. Semua mencari kesana. Tapi tak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin dia bersembunyi di gudang jemariku. Ia suka memberi makan Heis kudaku,“ kata Pak dan Bu Brown. Sayang, di sana pun tak ditemukan Nona Kei. Semua khawatir terjadi apa-apa pada Nona Kei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara-saudara,“ Bapak Walikota mengumpulkan warganya di suatu sore yang cerah.&lt;br /&gt; “Nona Kei tidak di sini lagi. Beberapa waktu yang lalu, salah seorang saudaranya yang kaya raya menemuiku. Ia menjemput Nona kei dan membawanya ke ahli jiwa. Ia berharap Nona Kei sembuh dan hidup normal seperti kita. Jadi itulah alasannya, mengapa Nona Kei tak lagi kelihatan diantara kita.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang berbisik-bisik. Ribut sekali.&lt;br /&gt;“Satu lagi,“ Pak Walikota melanjutkan pidatonya. “Nona Kei meninggalkan payungnya untuk kita.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tertawa mendengarnya. Akhirnya payung itu diambil juga oleh Bu Becky, pemilik toko roti. Payung itu diletakkan di dekat pintu masuk tokonya. Ketika angin bertiup, terdengarlah suara gemerincing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cring, cring, cring! Setiap terdengar suara itu, orang-orang pasti teringat akan Nona Kei yang cantik. Tapi semua bersyukur, masih ada saudara Nona Kei yang peduli padanya. Semua berharap semoga suatu saat nanti Nona Kei mengunjungi kota ini. Tentunya dengan kondisi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-1391701294231992282?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/1391701294231992282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/cring-cring-cring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1391701294231992282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1391701294231992282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/cring-cring-cring.html' title='Cring, Cring, Cring!'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-5203503713032433207</id><published>2010-01-01T20:23:00.001+07:00</published><updated>2010-01-08T15:26:36.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Intelegensi</title><content type='html'>Slide materi presentasi berisi tentang Penjelasan mengenai pengertian Intelegensi dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7976083/INTELEGENSI.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; javascript:void(0)untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-5203503713032433207?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/5203503713032433207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/intelegensi-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5203503713032433207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/5203503713032433207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2010/01/intelegensi-1.html' title='Intelegensi'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-4824328056865363117</id><published>2009-12-28T23:45:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T15:25:37.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Konsep Ziarah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ziarah disunahkan oleh Nabi, bahkan dianjurkan untuk ummat  Islam mengunjungi (ziarah) ke kubur orang tua, atau keluarga yang sudah lebih dhulu meninggalkan kita. Ziarah dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran agar kita yang hidup selalu ingat bahwa suatu saat kita juga akan mati. Ketika kematian datang, tidak ada seorangpun yng menolong kita, kecuali tiga perkara: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Shodaqoh jariyah, yakni amal sodaqoh yang kita berikan dengan ikhlas, semata-mata karena Allah. Shodaqoh  kita untuk masjid, musholla, madrasah atau lebaga sosial lainnya, akan mengalirkan pahala kepada kita selama kita berada dalam kibur, sehingga kita memperoleh nikmat kubur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ilmu yang bermanfaat, yang pernah kita ajarkan kepada orang lain, dan ilmu itu digunakan sesuai kepentingan yang baik, maka pahalanya akan datang kepada ahli kubur, sehingga bisa meringankan siksa kubur serta mengurangi dosa-dosa kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Anak Sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya, sehingga ahli kubur terhindar dari azab kubur, berkat doa anak-anak soleh yang terus mengalir selama berada di alam kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ziarah kubur disunnahkan oleh Rasulullah juga dengan maksud untuk mendoakan ahli kubur. Bukan malah sebliknya, para peziarah meminta-minta kepada ahli kubur. Kasihanilah mereka yang berada dalam kubur, secara religi sedang menghadapiu proses pertanggungjawaban dihadapan malaikat Munkar dan nakir atas amal perbuatannya,  yang belum tentu diterima. Sementra itu kita yang hidup justru merepotkan mereka dengan meminta-minta berkah dan syafaatnya. Alangkah indahnya ajaran ziarah yang dianjurkan oeh Nabi, jika kita bisa melaksanakan sesuai tuntunan agama. Sangat disayangkan jika kita berbuat kelitu, hanya krena kurang yakin dan percaya kepada llah yang maha mendengar doa, serta akan mengabulkan setiap permohonan, tetapi kita sendiri malah menyimpang meminta-minta kepda selain Allah. Dalam pandangan islam, semua manusia di hadapan allah mempunyi kedudukan yang sama, termasuk para nabi dan para Rasul, apalgi wali tau kyai (La Nufarriqu baina hadain min rusulih). Yang membedakan diantara kita  hanyalah siapa yang paling taqwa. Dan rahasia taqwa itu hanya Allah yang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diberi kesempatan untuk berdoa secara langsung (ud’uni astajib lakum= berdoalah kepadaku niscya akan Aku kabulkan). Apabila ada hamba allah yang bertanya tentang Allah, maka jawablah bahwa Allah sangat dekt, dekat sekali. Allah akan kabulkan setiap permohonan dari orang yang langsung meminta kepada Nya. Barangkali berbeda dengan manusia, jika diminta terus menerus, suatu saat akan bosan juga. Tetapi Allah sebaliknya, justru berharap agar manusia selalu memohon setiap saat kepada Allah. Jka ada permohonan atau doa kita belum dikabulkan Allah, mungkin ada rahasia yang Allah belum bukakan kepada kita. Ada kalanya Allah mengabulkan doa karena memang layak dikabulkan. Atau mungkin do kita belum dikabulkan, karena Allah sayang dan belum berkenan melihat situasi dan kondisinya.paling tidak ada dua syarat untuk berdoa agar dikabulkan oleh Allah: 1) berdalah kepada Allah dengan khusu’, penuh rasa khawatir kalau-kalau do’a kita tidak terkabul. Karena rasa khawatir itu, maka kita meminta kepada allah dengan sangat hati-hati, sesopan mungkin (Us;u rabbakum khasyyatan wa khiifatan). 2) Berdoalah kepada Allah, diam-dim , sembunyi-sembunyi, cari waktu yang sunyi dan sepi, sehingga seakan yang ada hanya kita  dan Dia. Itu sebabnya maka orang yang rajin bangun malam hari, melakukan shalat tahajud atau hajat, akan mempunyai peluang permohonannya dikabulakn oleh Allah. Saat orang tertidur lelap, justru da orang terbangun dan mendekt, kemudian memohon kepada allah. Hatinya akan menjerit mengadukan nasibnya, sehingga mengalir air mata, tanda dia butuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-4824328056865363117?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/4824328056865363117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/konsep-ziarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4824328056865363117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4824328056865363117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/konsep-ziarah.html' title='Konsep Ziarah'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-1892452185731718674</id><published>2009-12-28T23:26:00.000+07:00</published><updated>2009-12-28T23:31:48.837+07:00</updated><title type='text'>CERMIN AJAIB PUTRI ROSALINDA</title><content type='html'>oleh &lt;i&gt;Mila Nurhida&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Raja Bram sangat kaya raya. Ia juga memiliki sebuah batu permata yang besar. Raja-raja disekitarnya sangat menginginkan baru permata itu. Konon, batu permata itu membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Raja Bram menyimpannya di tempat rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Bram mempunyai seorang putri cantik bernama Putri Rosalinda. Banyak pangeran yang ingin melamarnya sebagai istri. Sayangnya, belum ada yang menerik hati Putri Rosalinda. Raja Bram bingung melihat putrinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Ayah rasa, semua pangeran yang datang kemari tampan-tampan dan gagah. Apalagi yang kurang dari mereka ?’’tanya Raja Bram heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Aku menginginkan pemuda yang tulus dan jujur mencintaiku !’’ jelas Putri Rosalinda. ‘’Itulah sebabnya aku ingin mengadakan sayembara. Siapa pun yang bisa melihat wajahnya di cerminku, itulah jodohku, ‘’ katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Bram lalu menyebarkan sayembara putrinya itu. Pangeran-pangeran dari kerajaan lain pun mulai berdatangan. Mereka merasa sayembara Putri itu sangat mudah.&lt;br /&gt;‘’Apa susahnya, sih, berkaca !’’ kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Bentar dari kerajaan Halilintar mendapat giliran pertama. Ketika bercermin, ia heran karena cermin Putri berembun. Ia tak bisa melihat wajahnya. Berkali-kali ia mengusap embuh di cermin, tapi tidak berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau hanya menginginkan kakayaan Putri Rosalinda!“ tiba-tiba terdengar suara dari cermin ajaib itu. Pangeran Bentar sangat malu. Cermin ajaib itu ternyata mengetahui isi hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Willi dari kerajaan Pitaloka mendapat giliran kedua untuk bercermin. Namun, anehnya ia hanya melihat bayangan hitam di cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bila berhasil menikahi Putri, kau bermaksud merebut batu permata Raja!“ terdengar lagi suara cermin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Willi panik, ia berlari panik. Isi hatinya ketahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Tak ada seorang pun pangeran yang berhasil melihat wajah mereka di cermin itu. Cermin ajaib selalu tahu isi hati mereka yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semuanya sama. tidak ada yang tulus mencintaiku,“ gumam Putri Rosalinda kecewa. Ia lalu pergi ke taman istana untuk menenangkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Putri, tak baik bermuram seperti itu. Lebih baik menunggang kuda, agar hati putri kembali riang. Hamba siap mengantar kemanapun putri pergi!“ tiba-tiba datang si Buruk Rupa, si pengurus kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, kau rupanya!“ Putri Rosalinda tersenyum melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruk Rupa memang berwajah buruk. Ia pernah menolong Raja Bram ketika Raja tersesat di hutan saat berburu. Raja Bram lalu memberinya pekarjaan sebagai pengurus kuda.&lt;br /&gt;Walaupun wajahnya buruk, Putri Rosalinda sangat menyukai Buruk Rupa, sebab ia baik dan jujur. Putri Rosalinda akhirnya menaiki kuda yang disediakan Buruk Rupa. Tak lama kemudian, tampak Putri Rosalinda berkuda dengan riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Putri Rosalinda duduk melamun, Buruk Rupa melamun tak jauh dari Putri. “Pantas orang-orang memanggilku si Buruk Rupa. Cermin kecil ini tak mungkin berbohong!“ gumamnya sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Rosalinda menoleh. Ia terkejut melihat Buruk Rupa bercermin di cerminnya.&lt;br /&gt;‘’Cermin ajaibku !’’ seru Putri. Mungkin cermin itu jatuh saat Putri Rosalinda sedang berkuda dan si Buruk Rupa menemukannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Apa kau benar-benar bisa bercermin di kaca itu ?’‘ selidik Putri heran.&lt;br /&gt;“Tentu saja. Wajah jelekku nampak jelas di cermin ini!“ jawab Buruk Rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Rosalinda memeriksanya. Ternyata benar, wajah Buruk Rupa terlihat jelas di cermin ajaib miliknya. Padahal tak sembarangan orang dapat bercermin di kaca ajaib itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa kau sebanarnya?“ tanya sang Putri mulai curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’A….ku, kan, pengurus kuda,’’ ujar Putri tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba cermin Putri Rosalinda berkata, ‘’ Kau sebanarnya seorang pangeran yang menyamar. Dan kau sangat mencintai Putri Rosalinda ! ‘’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Buruk Rupa terkejut. Ia tak bisa mengelak lagi. Lalu ia berdiri dan berkata ‘’Ma…Maafkan aku, Putri. Selama ini aku telah membohongimu. Ini semua kulakukan agar aku bisa selalu bertemu dan dekat denganmu. Karena aku sangat mencibtaimu!“ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan ia menarik kulit di wajahnya. Selama ini memakai topeng karet. Begitu topengnya terlepas, tampaklah wajah aslinya. Wajah seorang pemuda yang tampan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namaku pangeran Harry. Aku berasal dari kerajaan Sutra! Seperti halnya aku, aku juga sedang mencari cinta yang tulus. Ternyata kau pemiliknya. Kau mau menerimaku apa adanya!“ tutur Pangeran Harry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Putri Rosalinda dan Pangeran Harry berkenalan lebih jauh. Keduanya saling mencintai dan merasa cocok. Mereka pun menikah dan hidup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-1892452185731718674?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/1892452185731718674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/cermin-ajaib-putri-rosalinda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1892452185731718674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1892452185731718674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/cermin-ajaib-putri-rosalinda.html' title='CERMIN AJAIB PUTRI ROSALINDA'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-178737155257153797</id><published>2009-12-28T23:19:00.000+07:00</published><updated>2010-01-01T21:27:08.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Tes Intelligenz Structure Test (IST)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Intelligenz Structure Test (IST) adalah tes inteligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt/ Jerman pd th 1953&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes ini dipandang sebagai suatu gestalt (menyeluruh), yang terdiri dari bagian-bagian yg saling berhubungan secara bermakna (struktur). Dimana struktur inteligensi tertentu menggbrkn pola kerja tertentu, shg akan cocok unt tuntutan profesi/pekerjaan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes ini dikonstruksikan unt subjek usia 14 – 60 th, setelah melalui uji coba kurang lebih 4000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes ini di Indonesia, pertamakali di gunakan oleh Psi AD  Bandung&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7927902/TesIST.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-178737155257153797?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/178737155257153797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tes-intelligenz-structure-test-ist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/178737155257153797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/178737155257153797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tes-intelligenz-structure-test-ist.html' title='Tes Intelligenz Structure Test (IST)'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-4587475023553968807</id><published>2009-12-28T23:14:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T15:25:24.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng cerpen'/><title type='text'>Burung yang Sombong</title><content type='html'>Oleh&lt;i&gt; Mila Nurhida&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada seekor burung yang cantik, suaranya sangat indah dan merdu, akan tetapi dia amat sombong dan semena-mena. Setiap pagi dia terbang kesana kemari sambil berkicau seola memamerkan bulu-bulunya yang indah dan suaranya yang merdu, setelah bosan dia mencari makan. Makanan kesukaanya adalah semut, menurutnya dengan memakan semut suaranya menjadi merdu. Banyak semut yang telah disantapnya, sehingga Raja Semut dan rakyatnya berencana untuk memberi pelajaran pada Burung yang sombong itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di atas sebuah dahan, seekor Semut mengedakan perjanjian dengan si Burung sombong tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Percayalah! Besok aku akan mendatangkan teman-temanku kesini, asal kamu tidak memakanku hari ini’’ kata Semut meyakinkan Burung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Lalu bagaimana jika kamu gagal membujuk mereka hari ini’’ tanya Burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Jangan cemas!, aku punya cara sendiri, aku akan mengatakan pada Rajaku, bahwa besok Dewi Hutan akan membegikan makanan keselamatan pada Semut-semut di tempat ini, dengan begitu Raja akan memerintahkan seluruh rakyatnya untuk kesini, mudahkan! Jawab Semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm… oke juga akal bulusmu! Lalu bagaimana jika aku dating, kemudian mereka berlari ketakutan dan menyelamatkan diri?” si Burung masih meragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gampang sekali, hinggaplah kamu di dahan sana, kemudian menyanyilah semerdu mungkin , laksana nyanyian Dewi Hutan, teman-temanku pasti akan tertidur dengan sendirinya,“ kata Semut. Burung berfikir sejenak, kemudian dia menyetujuinya dan terbang berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, para Semut berkumpul di tempat yang di janjikan. Akan tetapi Raja Semut bersembunyi di balik dahan yang akan dihinggapi Burung. Tak lama kemudian Burung dating. Seperti yang telah direncanakan, dia bernyanyi semerdu mungkin, begitu lama dia bernyayi, namun Semut-semut belum juga tertidur, mereka menari dan terus menari. Sepertinya Burung mulai kehabisan tenaga, namun dia berusaha bernyanyi semerdu-merdunya. Setelah Burung terlihat agak lemah, Raja Semut member isyarat pada rakyatnya untuk menari-nari di tubuh Burung dan menggingitnya. Rakyat Semut melaksanakannya, mereka mengerumuni dan menggigit tubuh Burung. Si Burung menjerit-jerit kesakitan. Ia memohon agar para Semut menghentikan gigitannya dan beramai-ramai turun dari tubuh si Burung yang mulai melemah. Para Semut sangat genbira, mereka merayakan kemenangannya dan menyuruh si Burung agar cepat-cepat pergi meninggalkan daerah Semut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-4587475023553968807?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/4587475023553968807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/burung-yang-sombong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4587475023553968807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4587475023553968807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/burung-yang-sombong.html' title='Burung yang Sombong'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-6164985628339454456</id><published>2009-12-28T23:11:00.001+07:00</published><updated>2010-01-01T21:27:08.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Tes Inteligensi</title><content type='html'>Tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat inteligensi seserang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7927725/TesInteligensi.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-6164985628339454456?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/6164985628339454456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tes-inteligensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/6164985628339454456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/6164985628339454456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tes-inteligensi.html' title='Tes Inteligensi'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-3285150282238769725</id><published>2009-12-28T22:54:00.000+07:00</published><updated>2010-01-01T21:27:08.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Tes Minat</title><content type='html'>Sebuah instrumen yang digunakan untuk mengetahui minat seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7927513/TESMINAT.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-3285150282238769725?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/3285150282238769725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tes-minat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3285150282238769725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3285150282238769725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tes-minat.html' title='Tes Minat'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-6791349655209040546</id><published>2009-12-28T22:37:00.000+07:00</published><updated>2009-12-28T22:44:35.683+07:00</updated><title type='text'>Bukit ke Tiga Belas</title><content type='html'>Oleh &lt;i&gt;Mila Nurhida&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ajo tidak punya sepatu. Kepalanya dicukur gundul supaya tidak ada kutunya. Hidungnya ingusan. Pakaiannya using. Setiap pagi, ia selalu berkelahi dengan saudara-saudaranya, berebut seragam sekolah. Bila menang, ia ke sekolah memakai baju seragam. Bila kalah, ia telanjang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajo berumur delapan tahun. Ia tidak sabar untuk tumbuh dewasa. Ia ingin menjadi tentara. Pergi bertugas ke tempat-tempat yang jauh. Ajo sangat suka berkelana. Ia sering bolos sekolah untuk menjelajahi sungai-sungai dan bukit-bukit yang banyak terdapat di desa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajo bilang, aku sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mengapa kau menganggapku demikian ?’ tanyaku heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajo bilang, karena aku baik hati. Aku sering memberikan bekal makan siangku kepadanya. Sebenarnya, aku tidak sebaik itu. Setiap hari Ibu membuatkanku bekal makan siang yang berbeda. Kalau aku tak suka bekalku, kuberikan saja pada Ajo. Namun kalau aku suka, Ajo tidak kubagi. Aku jadi tidak enak karena Ajo menganggapku sahabat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatap bolpoin logam kesayanganku, hadiah dari Ayah. Aku selalu menulis cerpen, pelajaran dan catatan harianku dengan bolpoin tersebut. Kuberikan bolpoint itu kepada Ajo, sebagai tanda persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Tapi ini bolpint kesayanganmu !’ kata Ajo. ‘Aku tidak bisa menerimanya.‘&lt;br /&gt;‘Kalau kau tidak mau, berarti kau bukan sahabtku,‘ kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Ajo pun bersedia menerimanya.&lt;br /&gt;Ada empat belas bukit di desaku. Ajo telah mendaki dua belas diantaranya. Kini Ajo hendak mendaki bukit yang ke tiga belas. Biasanya dia mendaki seorang diri. Namun kali ini ia mengajakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku tidak mau bolos sekolah,‘ tolakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kita akan mendaki hari Minggu.‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Tiga belas adalah angka sial.‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kau anak pintar,‘ kata Ajo, ‘Kenapa masih percaya tahayul?‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatap Ajo. ‘Bagaimana aku bisa mendaki bukit dengan keadaan seperti ini?‘ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanyaku sedih. Aku sakit dan tidak mampu lagi berjalan. Aku harus memakai kursi roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku akan menggendongmu,‘ kata Ajo. ‘Sampai ke puncak!‘.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ayah dan Ibuku tidak akan mengijinkan,‘ kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh di luar dugaan, ternyata kedua orang tuaku mengijinkan aku mendaki bersama Ajo. kami berangkat pada hari Minggu subuh. Ajo bilang, pemandangan di pagi hari lebih indah dari pada siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pendakian pertamanku. Dan mungkin satu-satunya pendakian yang kulakukan seumur hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Bukit apa yang kita daki ini?‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Gunung Berjo,’ jawab Ajo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Berjo bukan gunung,‘  sanggahku. ‘Tapi bukit.‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membaca banyak buku tentang gunung. Dengan penuh semangat, kubagi pengetahuanku kepada Ajo, sahabatku. Kuterangkan tentang gunung-gunung terkenal di dunia. &lt;br /&gt;Kuceritakan tentang Danau Toba yang merupakan kawah gunung berapi purba. Kukisahkan tentang letusan gunung Krakatau yang abunya membuat langit mendung setahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menyimak penjelasanku, Ajo terus mendaki. Aku digendongnya di punggung. Ia sangat kuat. Tidak sekalipun ia nampak kepayahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kami tiba di puncak bukit. Ajo menurunkanku. Kami duduk di sebuah batu besar. Ajo benar. Pemandangan disini begitu indah. Matahari baru saja terbit. &lt;br /&gt;Warnanya merah teduh. Cahayanya kuning lembut. Rumah-rumah dan pohon-pohon tampak terbendar keemasan. Udara terasa dingin. Namun, segar dan bersih. Hatiku sangat bahagia. Aku berterima kasih pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kau menangis!‘ seru Ajo panik. ‘Kau sakit? kau Sakit?‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Tidak, tidak,‘ jawabku menenangkan Ajo. ‘Aku bahagia.‘ Ku tatap sahabatku. ‘Terima Kasih Ajo.‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan berlalu sejak hari itu. Kini aku dirawat di rumah sakit. Ini adalah ke empat kalinya aku dirawat disana. Aku ditemani Ibu. Ayah masih dikantor. Untuk mengusir kebosanan, aku menulis cerita. Saat itu, aku dikejutkan oleh bunyi ketukan di jendela kaca. Ternyata Ajo. Ia memanjat jendelaku yang berada di lantai dua. Ibu membuka jendela agar Ajo bisa masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kanapa tidak lewat pintu?’ tanya Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Tidak bolah sama Satpam, Budhe,’ jawab Ajo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ya jelas tidak boleh,’ kataku, ‘Ini, kan, bukan jam menjenguk pasien.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Pasien itu apa?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Orang sakit yang dirawat di rumah sakit. Seperti aku.’ terangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu menyuruh Ajo duduk di kursi di dekatku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kamu sedang menulis apa?’ Tanya Ajo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Cerita. Saat kita naik bukit dulu.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Sudah selesai ?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Hampir,’ jawabku. ‘Kau yang menyelesaikannya, ya?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kenapa aku?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ini adalah cerita kita,’ terangku. ‘Jadi, ini ceritamu juga. Kau harus ikut bercerita…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Ajo. Aku punya seorang sahabat. Namanya Hanum. Dia baik sekali padaku. Hanum sakit parah. Sangat parah. Tubuhnya jadi lemah. Lalu dia meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedih sekali. Aku kehilangan seorang sahabat. Aku menangis saat pemakamannya. Aku menangis malam harinya. Aku menangis pagi harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ayah dan ibu Hanum datang ke rumahku. Tapi, itu enam bulan sesudah Hanum meninggal. Jadi, aku tidak lagi menangis. Tapi, aku masih sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dan Ibu Hanum berbincang-bincang dengan aku dan orang tuaku. Ayah dan ibu Hanum tidak punya anak lagi. Mereka ingin aku jadi anak angkat mereka. Aku bilang, aku mau. Ayah dan ibuku pun membolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku tinggal di rumah Hanum. Ayah dan ibu Hanum sangat sayang padaku. Aku sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah akhir dari ceritaku dan cerita Hanum. Aku sangat bahagia. Aku berdo’a, semoga Hanum pun berbahagia di alam sana.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-6791349655209040546?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/6791349655209040546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/bukit-ke-tiga-belas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/6791349655209040546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/6791349655209040546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/bukit-ke-tiga-belas.html' title='Bukit ke Tiga Belas'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-4737997516716962996</id><published>2009-12-28T22:26:00.000+07:00</published><updated>2009-12-28T22:53:31.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Tes Kepribadian</title><content type='html'>Merupakan suatu alat ukur yang disusun untuk mengungkap kepribadian seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Untuk lebih jelasnya, Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7927229/TESKEPRIBADIAN.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-4737997516716962996?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/4737997516716962996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tes-kepribadian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4737997516716962996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4737997516716962996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tes-kepribadian.html' title='Tes Kepribadian'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-9014180975451889009</id><published>2009-12-23T00:13:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T15:25:24.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng cerpen'/><title type='text'>Bukan Salah Bunda</title><content type='html'>Oleh&lt;i&gt;Mila Nurhida&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bret!&lt;br /&gt;Aku melotot marah pada Nana, adikku. Majalah yang baru saja diantar oleh Mang Kano, si penjual Koran langganan kami, robek jadi dua. Tentu saja majalah itu robek, sebab kami memperebutkannya. Ketika aku akan memukulnya, Nana berlari sambil berteriak minta perlindungan pada Bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arel, ada apa, sih?” Tanya Bunda yang tiba-tiba muncul di depanku. Nana langsung ngumpet di belakang Bunda. Ih, Bunda pasti akan menyalahkan aku. Bunda memang selalu begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nana merobek majalah, Bunda,“ kataku menjelaskan. Aku berharap Bunda akan membelaku dan memerahi Nana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak Bunda, Nana nggak merobek majalah. Nana Cuma mau lihat cergamnya sebentar, tapi nggak boleh sama kak Arel,“ jawab Nana membela diri. Ia masih berlindung di belakang Bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arel, kenapa kamu melarang Nana membaca majalah?“ tanya Bunda langsung menyalahkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuh kan, Bunda menyalahkan Arel lagi,“ kataku kesal. “Bunda jahat, selalu Nana yang dibela.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arel, kok, Arel bilang Bunda jahat? Bunda nggak membela siapa-siapa. Bunda sayang sama kalian berdua. Bunda nggak mau kalian bertengkar. Kalian, kan, bersaudara. &lt;br /&gt;Sesama saudara itu enggak boleh berantem,“ kata Bunda mencoba menenangkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, tapi aku sudah terlanjur kesal. Aku langsung pergi, tidak mempedulikan apnggilan Bunda lagi. Aku keluar rumah dan pergi ke rumah Hamid, teman sekolahku yang berada di ujung jalan. Mungkin dengan bermain ke rumah Hamid aku nggak kesal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nama mereka Jalu dan Jala. Mereka kakak beradik,“ kata Hamid memperkenalkan dua ekor ayam dari bambu. Akh, aku kagum pada Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kamu bisa membedakan antara Jalu dan Jala?“ tanyaku penasaran. Aku tidak melihat ada perbedaan diatara kedua ayam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamid tersenyum sambil menaburkan makanan buat kedua ayamnya. “Gampang, kok, membedakan mereka, Rel!“ jawab Hamid sambil menangkap salah satu ayamnya. “Aku tahu ini Jalu, karena dia ayam yang kuat. Kalau makan, ia selalu ingin menang sendiri. Ia akan mematuk Jala, setiap kali aku memberi makan mereka. Ayam yang lebih tua pasti lebih kuat. Nah, jadi dialah Jalu, si kakak. Dan itu Jala, adiknya.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh...,“ aku manggut-manggut kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sering kasihan melihat Jala,“ kata Hamid. “Dia jarang mendapat makanan, karena dikuasai oleh Jalu. Sebagai kakak, Jalu merasa dirinya lebih kuat. Padahal seherusnya dia mengelah pada jala, adiknya.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, ya, seharusnya begitu,“ kataku menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa seolah-olah Hamid sedang menyindir aku. Padahal aku yakin Hamid tidak bermaksud begitu. Hamid kan, tidak tahu, kalau aku sering bertengkar dengan Nana dan selalu ingin menang sendiri. Mungkin benar kata Hamid. Sebagai seorang kakak, seharusnya aku mengalah pada adik. Aku jadi ingat kejadian di rumah tadi, saat aku dan Nana rebutan majalah. Aku ingin membaca majalah terlebih dahulu, tanpa mempedulikan Nana yang ingin melihat cergam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kakak, seharusnya aku mengalah. Akh, tiba-tiba aku merasa bersalah dan ingin pulang untuk minta maaf pada Bunda. Tadi aku sudah menuduh Bunda membela Nana. Ini salahku. Aku tak mau jadi Jalu, ayam milik Hamid yang ingin menang sendiri. Aku kemudian pamitan pulang pada Hamid. Temanku itu heran melihat aku yang cepat-cepat pulang. Padahal biasanya aku bisa berlama-lama main di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada masalah yang harus akus elesaikan,“ kataku pergi tanpa memperdulikan keheranan Hamid lagi. Aku hanya ingin cepat sampai di rumah menemui Bunda dan Nana.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-9014180975451889009?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/9014180975451889009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/bukan-salah-bunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/9014180975451889009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/9014180975451889009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/bukan-salah-bunda.html' title='Bukan Salah Bunda'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-1500008722755005719</id><published>2009-12-23T00:03:00.000+07:00</published><updated>2009-12-28T22:53:31.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Psikoanalisa</title><content type='html'>Memahami lebih dalam tentang Sejarah dan Konsep Psikoanalisa.&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="  &lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/7848584/PSIKOANALISA.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Di sini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendapatkan file-nya&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-1500008722755005719?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/1500008722755005719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/psikoanalisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1500008722755005719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/1500008722755005719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/psikoanalisa.html' title='Psikoanalisa'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-3476107246304666607</id><published>2009-12-22T23:45:00.000+07:00</published><updated>2009-12-28T22:53:31.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppt'/><title type='text'>Teori Ekeltik</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ekeltik merupakan pandangan yang berusaha menyelidiki berbagai sitem metode, toeri dan doktrin, yaitu dimaksudkan untuk memahami dan bagaimana menerapakan dalam siatuasi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;font color="maroon"&gt;Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7848439/KONSELINGEKLETIK.pps.html"&gt;&lt;blink&gt;Klik Disini&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt; untuk mendownload file-nya&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-3476107246304666607?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/3476107246304666607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/teori-ekeltik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3476107246304666607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3476107246304666607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/teori-ekeltik.html' title='Teori Ekeltik'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-3529512810954654610</id><published>2009-12-20T23:16:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T23:20:18.277+07:00</updated><title type='text'>KISAH RAJA PENYU</title><content type='html'>&lt;b&gt;KISAH RAJA PENYU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;i&gt;Mila Nurhida&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala di sebuah telik di pantai Cilacap, hiduplah seekor Raja Penyu. Ia memerintahkan rakyatnya dengan penuh bijaksana. Rakyat Penyu pun hidup damai, rukun dan saling tolong menolong. Jika salah satu penyu mendapatkan makanan, maka akan ia bagikan kepada teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketentraman rakyat penyu terganggu oleh kedatangan salah seorang nelayan. Nelayan itu menjaring ikan di teluk tempat para penyu itu tinggal.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, nelayan berhasil menjaring beberapa ekor penyu. Betapa paniknya semua penyu yang berada di dalam jaring. Mereka sekuat tenaga berusaha untuk melepaslan diri dari jeratan jaring. Tapi usaha mereka gagal. Mereka pun menjerit-jerit ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam jaring itu, ada Raja Penyu yang ikut tertangkap. Raja yang bijaksana itu segera menenangkan rakyatnya. Raja Penyu terkenal pandai dan banyak akal. Ia lalu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai rakyatku, kalian bersamaku. Maka tenanglah! Sekarang kita aman di dalam jaring yang dipasang oleh si Nelayan. Dia, kan, sudah pulang!”. Penyu-penyu yang tertangkap itu tetap gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Raja.. besok, kan, si Nelayan akan dating lagi. Dia pasti akan membawa kita untuk dijual. Lalu.. kita akan dibunuh. Cangkang kita akan dijadikan perabotan kulit penyu,” ucap seekor penyu sambil menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Penyu tetap tenang.&lt;br /&gt;“Tenanglah! Jika besok si Nelayan dating, kita haris berpura-pura mati. Kalau ia mengira kita sudah mati, ia tak akan membawa kita untuk dijual. Si Nelayan pasti akan membuang kita ke teluk ini lagi,” kata Raja Penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penyu saling pandang kebingungan.&lt;br /&gt;“Bagaimana caranya berpura-pura mati, Raja?” Tanya mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kita diangkat ke darat, jangan ada yang bernafas. Apa lagi bergerak! Andai si Nelayan terlalu lama tidak membuang kita, maka tunggulah aba-aba dariku untuk bersama-sama lari,” perintah Raja Penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, si Nelayan dating memeriksa jaringnya. Betapa senangnya ia melihat hasil tangkapannya begitu banyak. Akan tetapi, ketika tiba di darat, si nelayan sangat kecewa. Ia melihat penyu hasil tangkapannya itu mati semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa penyu-penyu ini bisa mati semua? Aku tak bisa menjulnya untuk hiasan kulit penyu,” keluh si nelayan sambil melangkah lesu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nelayan itu lalu duduk di pasir pantai dengan bingung. Tanpa sengaja, ia menduduki punggung raja penyu. Karena kaget, Raja Penyu pun tak sengaja  berteriak keras. “Aduh!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika rakyat penyu lari dari pasir menuju ke air laut. Mereka mengira itu adalah aba-aba dari Raja Penyu untuk lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang nelayan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tak sempat menangkap penyu-penyu yang sudah berlarian ke laut. Yang kini ia miliki hanyalah si Raja Penyu yang sedang didudukinya. Dengan sedikit kecewa, si nelayan membawa satu-satunya penyu itu ke pasar. Raj Penyu memiliki warna cangkang yang sangta indah. Gaya berenangnya pun sangat bagus di dalam akuarium sang nelayan. Seorang saudagar kaya akhirnya membeli Raja Penyu dar si nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudagar itu memasukkan Raja Penyu ke dalam akuarium indahnya di rumahnya. Setiap hari ia memberi makan makanan yang enak-enak untuk Raja Penyu. Akan tetapi Raja Penyu merasa tidak bahagia, karena ia tak punya teman. Ia juga merasa rindu pada rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu pagi, Raja Penyu pura-pura mati. Ia mengambang di permukaan akuarium. Saudagar kaya itu sangat terkejut melihat penyu kesayangannya mengambang dan tak bergerak. Walau sedih, ia segera memanggil pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Cepat buang penyu ini ke laut ! supaya akuariumku ini tak bau !’’ perintaknya.&lt;br /&gt;Pembantu itu segera membawa Raja Penyu ke pantai. Sekuat tenaga ia melempar Raja Penyu ke air laut. Betapa leganya Raja Penyu setelah tubuhnya menyentuh air laut. Ia segera berenang ke teluk, menjumpai rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat penyu sangan gembira melihat Raja Penyu mereka pulang. Berhari-hari mereka mengedakan pesta menyambut raja mereka yang cerdik itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-3529512810954654610?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/3529512810954654610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/kisah-raja-penyu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3529512810954654610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3529512810954654610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/kisah-raja-penyu.html' title='KISAH RAJA PENYU'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-4139110660412931865</id><published>2009-12-19T21:53:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T23:16:03.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng cerpen'/><title type='text'>LEGENDA PERI BULAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LEGENDA PERI BULAN&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;i&gt;Mila Nurhida&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wulan adalah seorang gadis desa yang miskin. Wajahnya agak suram, sebab ia menderita penyakit kulit di wajahnya. Orang-orang desa sering takut jika berpapasan denganya. Wulan akhirnya selalu menggunakan cadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, Wulan bermimpi bertemu dengan pangeran Rangga. Putra Raja itu terkenal dengan keramahannya dan ketampanannya. Wulan ingin berkenalan dengannya. Ia pun makin sering memimpikan Pangeran Rangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah, Wulan! Buang jauh-jauh mimpimu itu!“ kata Ibu Wulan, ketika melihat anaknya termangu di depan jendela kamar. “Ibu tidak bermaksud menyakiti hatimu. Kamu boleh menyukai siapa saja. Tapi Ibu tidak ingin akhirnya kamu kecewa,“ tutur Ibu Wulan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Wulan juga sadar. Mimpinya terlalu tinggi. Orang-orang desa saja takut melihatnya, apalagi pangeran Rangga. Pikir Wulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, Wulan melihat pemandangan alam yang sangat indah. Bulan bersinar terang di langit. Cahayanya lembut keemasan. Di sekitarnya, tampak bintang-bintang yang berkelap-kelip. Malam itu begitu cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh cantik!“ gumam Wulan. Matanya takjub memandang ke arah bulan.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja Wulan teringat pada sebuah dongeng tentang Dewi Bulan. Dewi itu tinggal di bulan. Ia sangat cantik dan baik hati. Ia sering turun ke bumi untuk menolong orang-orang yang kesusahan. Di desa Wulan, setiap ibu yang ingin mempunyai anak perempuan, selalu berharap anaknya seperti Dewi Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika Wulan masih kecil, wajahnya pun secantik Dewi Bulan, menurut Ibu Wulan.&lt;br /&gt;“Aku ingin memohon kepada Dewi Bulan agar aku bisa canti lagi seperti dulu. Tapi…, ah.., mana mungkin! Itu pasti hanya dongeng!” wulan segera menepis harapannya. Setelah puas menatap bulan, Wulan menutup rapat jendela kamarnya. Ia beranjak untuk tidur dengan hati sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wulan adalah gadis yang baik. Hatinya lembut dan suka menolong orang lain. Suatu sore, Wulan bersiap-siap pergi mengantarkan makanan untuk seorang nenek yang sedang sakit. Meski rumah nenek itu cukup jauh, Wulan rela menjenguknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari rumah si nenek, Wulan kemalaman di tengah perjalanan. Ia bingung karena keadaan jalan begitu gelap. Entah dari mana asalnya, tiba-tiba, muncul ratusan kunang-kunang. Cahaya dari tubuh mereka begitu terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih kunang-kunang. Kalian telah menerangi jalanku!“ ucap Wulan lega.&lt;br /&gt;Ia berjalan, dan terus berjalan. Namun, meski sudah cukup jauh berjalan. Wulan tidak juga sampai di rumahnya. Wulan tidak juga mememukan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kusara aku sudah tersesat!“ gumamnya panik. Ternyata para kunang-kunang telah mengarahkannya masuk ke dalam hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan takut, Wulan! Kami membawamu kesini , agar wajahmu bisa disembuhkan,“ ujar seekor kunang-kunang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau?Kau bisa bicara?“ Wulan menatap heran seekor kunang-kunang yang paling besar.&lt;br /&gt;“Kami adalah utusan Dewi Bulan,“ jelas kunang-kunang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wulan akhirnya tiba di tepi danau. Para kunang-kunang beterbangan menuju langit. Begitu kunang-kunang menghilang, perlahan-lahan awan hitam di langit menyibak. Keluarlah sinar bulan purnama yang terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Indah sekali!“ Wulan takjub. Keadaan di sekitar danau menjadi terang.&lt;br /&gt;Wulan mengamati bayang-bayang bulan di atas air danau. Bayangan purnama itu begitu bulat sempurna. Tak lama kemudian, tepat dari bayangan bulan itu muncullah sosok perempuan berparas cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Si...siapa kau?“ tanya Wulan kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akulah Dewi Bulan. Aku datang untuk menyembuhkan wajahmu,“ tutur Dewi Bulan lembut. “Selama ini kau telah mendapat ujian. Karena kebaikan hatimu, kau berhak menerima air kecantikan dariku. Usaplah wajahmu dengan air ini!“ lanjut Dewi Bulan sambil memberikan sebotol air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tangan gemetar Wulan menerimanya. Perlahan-lahan Dewi Bulan masuk kembali ke dalam bayang-bayang bulan di permukaan air danau. Kemudian ia menghilang.&lt;br /&gt;Wulan segera membasuh wajahnya dengan air pemberian Dewi Bulan. Malam itu, Wulan tertidur di tepi danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sungguh ajaib! Esok harinya. Ia telah berada di kamarnya sendiri lagi. Ketika bercermin, ia sangat gembira melihat kilit wajahnya telah halus lembut kembali seperti dulu. Ia telah canti kembali. Ibunya heran dan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, Dewi Bulan ternyata benar-benar ada!“ cerita Wulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat kecantikan paras Wulan tersebar kemana-mana. Bahkan sampai juga ke telinga Pangeran Rngga. Karena penasaran, Pangeran Rangga pun mecari Wulan. Keduanya akhirnya bisa bertemu. Wulan sangat gembisa bisa bersahabat dengan pangeran pujaan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-4139110660412931865?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/4139110660412931865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/legenda-peri-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4139110660412931865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4139110660412931865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/legenda-peri-bulan.html' title='LEGENDA PERI BULAN'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-8011393914270860806</id><published>2009-12-19T21:47:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T23:16:03.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng cerpen'/><title type='text'>KISAH GOBY DI HARI MINGGU</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KISAH GOBY DI HARI MINGGU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh &lt;i&gt;Mila Nurhida&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, kenapa mantelku belum selesai kamu jahit?” tanya Goby kurcaci, suatu pagi di hari Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sedang mengerjakan gaun Peri Bunga. Matelmu baru selesai dua hari lagi,“ sahut Ciko, si kurcaci penjahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goby menggelengkan kepalanya. “Tidak bisa! Aku perlu hari ini juga. Nanti sore aku akan memakainya di pesta ulang tahun Golda.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hm, baiklah,“ kata Ciko setelah berfikir sejenak. “Aku usahakan menyelesaikannya siang ini, tapi kamu harus membeyarnya 10 keping emas. Bukan 5 keping emas seperti biasanya. Bagaimana?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huh, baiklah!“ Goby tak punya pilihan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goby pun kembali ke rumah jamurnya. Benar saja. Siang harinya Ciko mengantarkan mantel warna merah yang sudah selesai dijahit. Ciko tersenyum senang saat menerima sepuluh keping emas. Sementara Goby menggerutu karena harus membayar lebih mahal dari yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu menjelang sore. Goby menganakan mantel merah barunya, yang dipadu dengan celana dan baju warna hitam. Sepatunya merah lancip, dan mengkilap. Tetapi dia merasa ada sesuatu yang kurang dari penampilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Topi!” seru Goby. Ia pun segera mencari topi merah di dalam kotak topi-topinya. Topi merah tak juga ditemukannya. Yang ditemukannya hanya topi kuning, biru, hijau dan jingga. Tidak cocok dengan warna mantel dan sepatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goby kebingungan. Dia mencari sekali lagi di setiap pojok rumahnya, tapi topi merahnya seakan hilang. Karena hari sudah sore, Goby memutuskan membeli topi merah baru di kios topi seberang rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Cepatlah, aku perlu topi warna merah,’’ ujarnya terburu-buru. Moli si penjual topi tak segera menyodorkan topi yang diinginkan Goby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Topi warna merah hanya tinggal sebuah, tapi ini sudah dipesan oleh Toki. Dia akan segera mengambilnya,’’ kata Moli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapa harga topi itu?” Tanya Goby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lima keeping emas,” jawab Moli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku berani bayar lebih,” kata Goby tak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana, ya.“ Moli menimbang-nimbang. “Begini saja. Topi merah untuk Toki bisa aku buatkan lagi besok. Tapi, sudah pasti aku akan dimarahinya. Oleh karena itu, kau harus bayar 10 keping emas untuk topi merah ini.“ Sesaat kemudian, Goby sudah berjalan menuju rumah Golda. Wajahnya tampak kesal karena harus membayar topi merah lebih mahal dari seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, goby bertemmu dengan Zeto yang menenteng topi merah. Goby merasa mengenal dengan topi merah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, bukankah itu topi merah milikku?“ tanya Goby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul, kemarin kan, kau menyuruhku menjahitnya, karena ujungnya sobek. Aku baru mau mengantarkannya ke rumahmu,“ jawab Zeto sambil menyerahkan topi itu. “Ongkosnya 3 keping emas,“ lanjut Zeto tersenyum. Goby pun segera membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goby melanjutkan perjalanannya. Dia tak habis pikir kenapa dia bisa lupa dengan topi merahnya yang robek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hampir tiba di rumah Golda, Goby mampir ke kios buah-buahan. Ia berencana membelikan Golda hadiah ulang tahun sekeranjang srawberry seharga lima keping emas. Ternyata si penjual kehabisan srawberry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya tinggal sekeranjang blueberry, harganya 10 keping emas.”&lt;br /&gt;“Ya, sudah. Aku ambil blueberrynya,” kembali Goby membayar lebih mahal dari yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian Goby tiba dipekarangan rumah Golda. Goby mengerutkan dahinya, kenapa suasananya begitu sepi? Tak terdengar kemeriahan pesta ulang tahun dari dalam rumah itu. Pintu rumah Golda yang oval nampak tertutup. Jendela-jendelanya yang berbentuk bintang hanya terbuka sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan Goby menghampiri pintu rumah Golda. Tangan kanannya mengetuk pintu dengan ragu, hatinya merasa tak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu oval terbuka. Golda pun muncul hanya dengan pakaian rumah.&lt;br /&gt;“Hai, Goby, masuklah. Aku sedang merangkai bunga,” ajak Golda.&lt;br /&gt;“Mm...tapi... pesta ulang tahunmu, sore ini kan?“ tanya Goby terbata.&lt;br /&gt;Golda terbelalak melihat dandanan Goby, dengan mantel merah dan topi barunya. Juga sekeranjang blueberry di tangnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, Goby. Kau kurang teliti membaca kartu undanganku. Ulang tahunku kan masih hari Minggu depan, bukan hari Minggu sekarang.“ Golda tak tak tahan menahan tawanya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Goby merasa kepalanya pusing. Tubuhnya terhuyung-huyung, lalu jatuh pingsan dihadapan Golda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-8011393914270860806?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/8011393914270860806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/kisah-goby-di-hari-minggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8011393914270860806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/8011393914270860806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/kisah-goby-di-hari-minggu.html' title='KISAH GOBY DI HARI MINGGU'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-7021946462147677172</id><published>2009-12-19T21:19:00.000+07:00</published><updated>2010-01-04T15:41:15.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>KEMUNCULAN DAN PERKEMBANGAN USHUL FIQH</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ushul Fiqh muncul sebagai respon sekaligus solusi atas problematika yang terjadi di masanya. Dan, sebagai disilpin ilmu pengetahuan yang independen, ilmu ushul fiqh tidak hadir serta merta dalam bangunannya yang telah dianggap sempurna seperti saat ini, melainkan melewati beberapa fase; lahir, tumbuh, dan berkembang dalam beberapa periode.&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi maklum adanya, bahwa pembahawan ushul fiqh adalah kaidah-kaidah bahasa Arab, implikasi-implikasinya, metodologi dedukasi hukum dari dalil-dalil tersebut saling berlawanan, serta pengetahuan tentang sifat-sifat seorang mujtahid.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Pada periode awal Islam, mengkaji dan mempelajari ushul fiqh masih belum terasa dibutuhkan. Karena , disamping para mujtahid waktu itu adalah orang-orang yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan berbahasa dan budaya Arab yang tentunya, pemahaman tentang kaidah-kaidah bahasa Arab bukan merupakan hal yang sulit, juga karena ajaran Islam pada waktu itu, belum tercampur kebudayaan dan peradaban luar. Sehingga kaidah ushuliah yang ada pada waktu itu, hanya dapat ditemukan dalam praktek mujtahid ketika berijtihad. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan periode-periode setelahnya, dimana bahasa Arab telah mengalami percampuran dengan bahasa non Arab. Di samping itu, akulturasi budaya memunculkan sederetan persoalan yang hukumnya belum pernah terumuskan sebelumnya. Sebagai konsekuensinya, pintu masuk ijtihad menjadi semakin lebar yang berarti ruang munculnya kontroversi juga semakin luas. Praktis, ushul fiqh dalam keadaan seperti ini, sangat dibutuhkan; bukan hanya melalui kaidah praktis, tapi juga teoritis agar bisa dipahami oleh seluruh kalangan. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;A. Defenisi dan Ruang Lingkup Ushul Fiqh &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari aspek bahasa, ushul fiqh bermakna sebagai; dasar, dalil, atau sember-sumber hukum fiqh. Pengertian ini dihasilkan dari dua kata yang membentuk “Ushul al-Fiqh”, yaitu “Ushul” dan “Fiqh”. Ushul adalah bentuk plural dari kata al-Ashl yang dalam bahasa Arab berarti dalil, dasar, atau sumber. Sedangkan “Fiqh” berarti paham atau mengerti. Salah satu contoh aplikasi term fiqh dengan makna ini adalah sabda Nabi Muhammad saw,&lt;i&gt; “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan, maka ia akan diberi pemahaman (fiqh) dalam hal agama.” &lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari aspek terminologi, ushul fiqh berarti dalil atau ilmu pengetahuan yang mempelajari sumber-sumber hukum fiqh yang bersifat global, metode interpretasi, deduksi hukum (kaifiyah al-istinbath), serta kriteria atau sifat-sifat seorang mujtahid. Pengertian ini adalah definisi ushul fiqh yang secara kolektif telah dirumuskan oleh mayoritas lama Syafi’iah, sedangan ulama madzhab lain, seperti Malikiyah dan Hanafiyah, mengartikan ushul fiqh sebagai kaidah-kaidah umum untuk menformulasikan hukum-hukum syariat dari sumber atau dalil-dalil parsialnya. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Maksud “ dalil hukum yang bersifat global” dalam pengertian di atas, ialah bentuk-bentuk umum suatu daslil. Dalil-dalil fiqh secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam dua tipe; pertama, dalil yang dilegitimasi keabsahannya (Muttafaq alaih); Kedua, dalil yang masih diperdebatkan keabsahannya (mukhtalaf fiha). Termasuk dalam kategori pertama adalah al-Quran, Hadits, Ijma’ (konsensus), dan qiyas (analogi). Sedangan dalam kategori kedua, yang paling terkenal ada tujuh metode; istihsan (preferensi juristik), al-maslahah al-mursalah (pertimbangan kemaslahatan), istihshhab (kontinuitas), ‘urf (adat), mazhab al-shihabi (pendapat shahabat), syar’ man qablana (syariat pra Islam), dan sadd al-dzara’I (upaya preventif atas timbulnya tindak ilegal). Selain ketujuh metode tersebut, masih ada metode-metode lain yang dipakai  dalam kategori kedua. Diantaranya adalah metode yang dipakai Syafi’I tapi tidak disepakati oleh ulama lainnya, yaitu istiqra’(riset). &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati, nash al-Quran dan sunnah terdiri dari bentuk dan ragam bahasa yang variatif. Diantaranya ada yang berbentuk amri (perintah), nahy (larangan), ‘amm (umum), khashsh (khusus), muqayyad (dibatasi), muthlaq (tidak dibatasi), mubayyan (jelas), mujmal (tidak jelas), dan lain-lain. Bentuk-bentuk global serta implikasinya, seperti hukum wajib, haram, sunah, makruh, mubah, sah, batal atau fasid, itulah diantaranya yang menjadi fokus utama itu, ushul fiqh juga membahas metode interpretasi dari nash-nash yang berbentuk majaz dan haqiqah, juga metode penahaman baik secara eksplisit (manthuq) maupun implisit (mafhum). Denga demikian, disiplin ilmu ini terkait erat dengan bidang bahasa yang sudah barang tentu dalam memahaminya diperlukan  pengetahuan tentang gramatika Arab yang meliputi arti setiap kata (mufrodat), arti konvensional dari setiap ungkapan-ungkapan tunggal atau gabungan, serta kaidah-kaidah  bahasa Arab. Norma–norma filologis yang digunakan sehubungan dengan persoalan tersebut, terdapat di dalam ilmu gramatika Arab (nahw), infeksi (tashrif), dan tata bahasa serta gaya bahasa (bayan atau balaghahI). &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang kaidah-kaidah bahasa di atas dikenal juga dengan istilah kaidah interpretasi. Pengetahuan tentang kaidah ini mutlak diperlukan dan sangat penting guna memahami secara tepat kandungan hukum nash. Sebab, tidak mungkin didapatkan hukum yang didedukdsi dari nash tersebut tidak terlebih dulu dupahami secara tepat. Dalam wilayah hadits, ilmu ushul fiqh juga membahas kriteria-kriteria hadits yang dijadkan pedoman atau sumber hukum fiqh. Tidak semua hadits dapat dijadikan pedoman, melainkan hanya hadits yang berkapasitas taawtur dan mashur saja. Sedangkan hadits ahad, bisa dijadikan pedoman dengan beberapa ketentuan, diantaranya harus diriwayatkan oleh orang-orang terpercaya (‘adl, tsiqah), redaksi (matn) hadits tidak melenceng dengan nash shahih lainnya, dan lain-lain. Dari ketiga macam kategori ii, kemudian muncul istilah hadits shahih, hasan dan dlaif. Dengan demikian, tampak sekali adanya korelasi antara ilmu ushl fiqh dan ilmu hadits (musthalah hadits) &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, fokus kajian ushul fiqh dalam ijma dan qiyas adalah legitimasi atau pengakuan bahwa keduanya dapat dijadikan pedoman hukum setelah al-Quran dan sunnah, dengan menampilkan argumen-argumen (hujjah) baik yang naqliyah (rasional). Lebih lanjut, ushul fiqh membahas klasifikasi dan komponen-komponen dasar intruksi ijma’ secara konseptual, ketentuan dan syarat-syarat khusus yang harus dimiliki kedua metode tersebut, juga otoritas keduanya baik bersama maupun ketika tidak ditemukan dalil lain. Misalnya, syarat ijma’harus diperoleh dari seluruh mujtahid yang hidup pada masa itu, juga syarat adanya kesamaan illat hukum dalam qiyas, dan lain-lain. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ushul fiqh juga membahas mengenai metode istinbath (penggalian hukum), yaitu metode-metode yang digunakan dalam proses perumusan hukum ketika secar eksplisit terjadi kontradiksi diantara dalil-dalil, atau tidak ditemukannya dalil hukum untuk kasus tertentu. Pembahasan ini meliputi teori-teori tentang qiyas, istihshha, istihsan, maslahah mursalah, ‘urf, dan lain-lain. Semuanya bermuara pada formulasi hukum fiqh yang pada hakikatnya merupakan hasil akhir dari ushul fiqh. Dengan demikian, tampak jelas hubungan antara keduanya, yatiu fiqh sebagai produk hukum dan ushul fiqh sebagai metodologi istinbath al-ahkam (penggalian hukum). Hubungan antara keduanya sama persis dengan hubungan antara kaidah-kaidah mantiqihah (logika) dan filsafat. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fungsi Ushul Fiqh &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, ushul fiqh berfungsi sebagai media penggalian hukum melalui proses transfer dalil, yang emudian melahirkan apa yang disebut ilmu fiqh. Melaui proses ijtihad dan elaborasi berbagai dalail, maka laihirlah rumusan-rumusan hukum fiqh. Pada titik puncaknya, ushul fiqh berbepran melahirkan  disiplin ilmu baru, yaitu formulasi hukum fiqh dan kaidah-kaidah furu’iahnya (qawaid al-fiqhiyah). &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Diantara urgensi memahami ushul fiqh, selain sebagai transformasi memahami dan mendeduksi hukum syariat dari sumber asalnya, ushul fiqh juga berguna untuk menyelaraskan hukum-hukum syariat dengan perilaku kehidupan manusia, baik ucapan maupun tindakannya. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah fungsi umum ilmu ushul fiqh. Sementara funsi khususnya adalah menyelaraskan kaidah-kaidah dan teori-teori ushul dengan dalil-dalil yang terperinci, agar sampai kepada formulasi hukum syariat yang ditunjukkannya. Hanya melalui perantara kaidah dan pembahasan ushul lah, pesan-pesan nashsh mudah dipahami, dan segala sesuatu yang ditunjukkan oelh hukum-hukum yang terkandung didalamnya dapat diketahui. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Ushul fiqh juga berfungsi untuk mengetahui kesamaran kandungan nashhs, selain juga berfungsi sebagai pentarjih ketika –secara eksplisit- terjadi pertentangan antara sebagian nashsh dengan sebagian nashsh yang lain. Contoh dalam hal ini adalah ayat dan hadits yang menjelaskan hukuman pezina. Dalam al-Quran, siapa saja yang melakukan perbuatan zina akan mendapat uhkuman dera (ijild) seratus kali (QS, al-Nur: 2). Tanpa ada kejelasan apakah dia sudah menikah atau belum. Sementara dalam hadits-hadits Nabi terdapat klasifikasi; jika yang melkukan zina adalah orang yang telah menikah dengan pernikahan yang sah (muhsan), maka ia dihukum mati dengan dera rajam; dan apabila yang melakukannya belum menikah (ghair muhsan), maka disamping mendapat deraan seratus kali, juga diasingkan selama setahun. Kedua nash ini, secara eksplisit, tampak saling bertentangan, dan butuh takhrij atas salah satunya. Akhirnya, ushul fiqh lah yang berbicara. Ushul fiqh memposisikan hadits tersebut sebagai penjelas, pelengkap, dan penguat al-Quran. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Sementara fungsi ushul fiqh yang berhubungan langsung dengan lapangan ijtihad adalah pengguannya sebagai media istinbath melalui metode qiyas, istihsan, istihsahab, ataupun lainnya, yang berpangkal pada kejadian-kejadian yang belum ditemukan nash hukumnya. Dengan begitu, seorang mujtahid tidak akan mengalami kesulitan dan mampu menimbang pendapat-pendapat yang berbeda-beda. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Jika ditinjau dari aspek manfaatnya, ushul fiqh memberi manfaat kepada dua objek hukum; pertama, kepada para mujtahid (imam madzhab); kedua, kepada para pengikut mazhab (Muqallid). Fungsi yang pertama menunjukkan bahwa, ushul fiqh berperan sebagai jembatan untuk mendeduksi hukum dari dalil-dalil asal dengan metode-metode tertentu. Ketika seorang mujtahid sudah mengetahui dalil-dalil secara universal, sebagaimana dilalah “amr” adalah wajib selama tidak adanya indikasi yang mengarahkan pada fungsi yang lain, maka mereka bisa mendeduksi hukum wajib dari al-Quran atau hadits. Sebaliknya, ketika tidak memahami ushul fiqh, maka seseorang tidak akan mampu mendeduksi hukum; kedua, adalah fungsi ushul yang bisa diimplementasikan ketika seorang pengikut mazhab tidak menemukan solusi hukum atas permasalahan yang dihadapi. Dalam kondisi seperti ini, dia bisa melakukan pendeduksian hukum melalui penelusuran ushul atau kaidah-kaidah imam mazhabnya. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kemunculan Ilmu Ushul Fiqh &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat gugusan istilah “Ushu al-Fiqh”, sepintas kita akan berasumsi bahwa ushul fiqh pasti telah ada sebelum adanya fiqh. Sebab, bagaimana mungkin ushul fiqh ada tanpa didsari sebuah metodologi dalam perumusannya? Asumsi ini memang benar. Lagipula, sejarah telah membuktikan bahwa diskursus ushul fiqh sudah kerap kali diperdebatkan sejak periode awal Islam. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Namun, perlu ditegaskan di sini, bahwa yang dimaksud kemunculan di atas adalah kemuunculan ushul fiqh sebagai sebuah displin ilmu yang independen. Dikatakan ilmu, karena pada periode sebelumnya (periode shahabat ), ushul fiqh hanya merupakan keahlian yang diperoleh secara natural. Sebab tokoh ushul fiqh periode shahabat sangat dekat dengan Nabi, didukung oleh penyaksian langsung terhadap proses turunnya wahyu, sehingga hal ini memberikan kepada mereka pengetahuan dan pemahaman mendasar tentang syariat Islam. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan periode setelahnya (tani’in), perdebatan-perdebatan ushul fiqh masih diikutkan dalam mateeri-materi kajian fiqh. Dengan kata lain, saat itu ushul fiqh tidak bisa lepas dari fuqh. Ushul fiqh periode itu belum menjadi disiplin ilmu yang independen. Lagipula pembahasan ushul fiqh dilakukan secara parsial, tidsak menyeluruh atas semua materi-materi yang menjadi pokok kajiannya, disamping belum ditemuakannya tulisan-tulisan yang secara komprehensif menjelaskan materi-materi tersebut. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, patut dikatakan bahwa ilmu ushul fiqh yang lahir pada abad ke dua hijrah tidsak lain merupakan lanjutan proses alamiah  dari permikiran sebelumnya. Atau dengan ungkapan lain, ilmu ushul fiqh ibarat sebuah pohon yang tumbuh subur dari sebuah benih yang sebelumnya tertanam di atas lahan yang subur pula. Lalu bagaimana kemunculannya? &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat mengenai implementasi metode fiqh yang terjadi di antara mazhab-mazhab Hijaz dan Irak, telah menginspirasi ulama untuk merumuskan dasar-dasar serta metodologi istinbath yang valid. Pada saat itu, keberadaan batasan-batasan pasti mangenai dalil atau sumber-sumber hukum fiqh mulai terasa dibutuhkan. Hal ini, antara lain dipicu oleh kontroversi fuqaha seputar penggunaan hadits. Seperti tampak pada aplikasi hadits oleh ulama Hijaz. Mereka lebih suka bergelut pada hadits-hadits yang ada, bahkan terkesan memaksakan pengunaan sebuah hadits, meskipun secara rasional tidak bisa diterima. Sebagaimana perdebatan antara Sai’d ibn al-Musayyab dengan Rabi’ah al-Ra’y tentang permasalah sangsi pemotongan jari. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kekhawatiran mengenai timbulnya manipulas  ijtihad oleh oknum-oknum tertentu, mengharuskan adanya batasan pasti tentang kriteria tau syarat-syarat mujtahid. Hal ini dimaksudkan agar hukum fiqh yang diformulasikan benar-benar merupakan hasil usaha maksimal (Ijtihad) dari orang-orang yang benar-benar ahli dibidang hukum, tanpa dipengerahui oleh unsur lain. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Materi-materi itulah diantaranya yang menjadi fokus kajian pada masa ini. Dan hasilnya, disusunlah klasifikasi mengenai dalil-dalil fiqh, metodologi istinbath, kriteria-kriteria mujtahid, dan argumentasi ‘aqliyah (rasional) maupun naqliyah (literer) dalam proses perumusan hukum, yang kemudian dikenal dengan nama ushul fiqh. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Selain materi-materi di atas, kekhawatiran mengenai tercemarnya bahasa Arab dengan bahasa non Arab, juga menjadi kajian dan pembahasan yang mengsinspirasi ulama untuk melakukan kajian dan pembahasan mendalam tentang struktur bahasa Arab serta indikasi-indikasinya. Untuk itu, pengetahuan dan pemahaman bahasa Arab mutlak diperlukan, sebab kedua sumber primer Islam, al-Quran dan hadits, semuanya menggunakan bahasa Arab. Hal ini dimaksudkan agar hukum fiqh yang diformulasikan dari dua sumber tersebut tidak melenceng dari maksud atau nilai yang terkandung di dalamnya. &lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;Ref. KH. Maimoen Zubair, “Sejarah Tasyri’ Islam” , Khalista, Surabaya. Forum Pengembangan Intelektual Lirboyo 2006&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-7021946462147677172?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/7021946462147677172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/kemunculan-dan-perkembangan-ushul-fiqh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7021946462147677172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/7021946462147677172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/kemunculan-dan-perkembangan-ushul-fiqh.html' title='KEMUNCULAN DAN PERKEMBANGAN USHUL FIQH'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-4384758216278552947</id><published>2009-12-12T19:36:00.000+07:00</published><updated>2009-12-22T23:19:28.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>PRINSIP-PRINSIP SYARIAT (TASYRI’) DALAM AL-QURAN</title><content type='html'>&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keistemewaan ajaran Islam daripada ajaran agama lainnya adalah sisi universalitasnya. Ajaran-ajaran samawi terdahulu, selalu ditujakan kepada kaum tertentu. Sedangkan ajaran Islam diturunkan untuk seluruh umat, baik manusia ataupun jin &lt;i&gt;(kaffah li al-alamin)&lt;/i&gt;. Telah dimaklumi, bahwa perundang-undangan manapun harus selaras dengan kondisi dan relevansi pihak yang dibebani undang-undang tersebut. Umat Nabi adam as bisa merasakan kelonggaran syari’at berupa kebolehan menikahi saudara sendiri, karena pada saat itu populasi manusia baru dari satu keturunan. Sedangkan umat Nabi Musa as harus merasakan ketatnya syariat, karena dalam menghadapi Bani Israel yang terkenal keras kepala, membutuhkan langkah-langkah preventif dengan menerapkan undang-undang yang sekiranya dapat membuat mereka jera. Sedangkan syari’at Nabi Muhammad saw (Islam) yang ditujukan untuk seluruh makhluk di dunia ini, baik manusia atau jin, tentunya harus membentuk undang-undang (syari’at) yang bisa diterima oleh semua kalangan. Untuk mewujudkan undang-undang tersebut, syari’at Islam memiliki prinsip-prinsip dasae agar dapat diterima oleh seluruh makhluk di segala zaman. Diantaranya:&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Tidak Mempersulit &lt;i&gt;(‘Adam al-Haraj)&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam menetapkan syariat Islam, al-Quran senantiasa memperhitungkan kemampuan manusia dalam melaksanaknnya. Itu diwujudkan dengan mamberikan kemudahan dan kelonggaran &lt;i&gt;(tasamuh wa rukhsah)&lt;/i&gt; kepada mansusia, agar menerima ketetapan hukum dengan kesanggupan yang dimiliknya. Prinsip ini secara tegas disebutkan dalam a-Quran,&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا ….&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;i&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…&lt;/i&gt; (QS.&lt;i&gt; Al-Baqarah:&lt;/i&gt; 286)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Al-Yatibi mengatakan bahwa kesanggupan manusia merupakan syari’at hukum mutlak dalam menerima ketetapan hukum syari’at. Ketetapan hukum yang tidak terjangkau oleh kemampuan manusia  -melihat prinsip ini- tidak sah ditetapkan kepada manusia. Hal ini telah menjadi kesepakatan mayoritas ulama, baik dari kalangan Mu’tazilah (rasionalis) maupun sebagian pengikut Asy’ariah (Sunni tradisionalis).&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Dalam menetapkan hukum, Allah swt. Senantiasa memperhitungkan kemampuan manusia dan memperhitungkan manfaat dan madlarat yang mungkin ditimbulkan sebagai konsekwensi logis fari pelaksanannya. Karena itu, Abu al-A’la al-Maududi menyebutkan, &lt;i&gt;“Allah membuat undang-undang syari’at untuk mengharamkan sesuatu atas manusia yang membawa ekses negatif (madlarat) dan menghalalkan sesuatu yang mendatangkan dampak positif (manfa’at).&lt;/i&gt;[2&lt;br&gt;]&lt;br /&gt;Namun bukan berarti dalam al-Quran tidak ada ketetapan hukum yang sulit dalam pelaksanaannya. Sebab menurut al-Syatibi, hukum sendiri merupakan beban, sehingga kesulitan umum yang biasa dialami masyarakat, misalnya sulit mencari nafkah, tidak termasuk dalam kategori &lt;i&gt;‘adam al-haraj&lt;/i&gt; diatas. Karena kesulitan yang sifatnya seperti itu tidak lain timbul dari kemalasan atau belum adanya keberuntungan saja.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Disinilah pentingnya pembedaan antara &lt;i&gt;musyaqqah&lt;/i&gt; (kesulitan) ditinjau dari kacamata syari’at dan &lt;i&gt;musyaqqah&lt;/i&gt; menurut kebiasaan umum. Sebab &lt;i&gt;musyaqqah&lt;/i&gt; versi masyarakat seringakli dijadikan dalih untuk meremehkan kewajiban agama, sikap mencari-cari kemudahan dalam bearamal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; B. Mengurangi Beban (&lt;i&gt;Taqlil al-Taklif&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kedua ini merupakan langkah prenventif (penanggulangan) terhadap &lt;i&gt;mukallaf&lt;/i&gt; dari pengurangan atau penambahan dalam kewajiban agama. Al-Quran tidak memberikan hukum kepada &lt;i&gt;mukallaf&lt;/i&gt; agar ia menambahi atau menguranginya, meskipun hal itu mungkin dianggap wajar menurut kacamata sosial. Hal ini guna memperingan dan menjaga nilai-nilai kemaslahatan manusia pada umumnya, agar tercipta suatu pelaksanaan hukum tanpa ddasari parasaan terbebani yang berujung pada kesulitan.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Umat manusia tidak diperintahkan untuk mencari-cari sesuatu yang justru akan memperberat diri sendiri. Allah swt. Berfirman,&lt;br&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ (١٠١) &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian, niscaya akan menyusahkan kalian....&lt;/i&gt;(QS. &lt;i&gt;al-Maidah&lt;/i&gt;: 101)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Sebagian riwayat menjelaskan bahwa kronologi turunnya ayat ini adalah ketika Nabi sedang berpidato di hadapan umatnya, tiba-tiba seorang diantara mereka bertanya, &lt;i&gt;“Siapakah bapakku?”. “Si Fulan!”&lt;/i&gt; Jawab Nabi. Ada pula yang bertanya, &lt;i&gt;“Siapakah nama ayahku?”&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;“Di mana untaku?”&lt;/i&gt; kemudian turunlah ayat di atas sebagai teguran atas pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu. Bahkan mungkin bisa menyusahkan si penanya sendiri. Karena, jawaban yang akan ia terima merupakan baban dari si penanya sendiri. Padahal prinsip agama adalah pengurangan terhadap beban. &lt;i&gt;(taqlil al-taklif)&lt;/i&gt;.&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dipahami bahwa Nabi ketika menerima ayat al-Quran menafsirkan sesuai kebutuhan masyarakat pada saat tiu. Sedangkan yang tidak dibutuhkan didiamkan saja, dengan maksud nantinya ayat-ayat tersebut dapat ditafsiri sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi di masyarakat pada masa yang akan datang. Prinsip ini telah disebutkan dalam hadits, &lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah telah menetapkan beberapa kewajiban, maka janganlah kalian menyia-nyiakannya. Dan dia telah menetapkan ketentuan-ketentuan, maka janganlah kalian melampauinya. Dia juga telah mengharamkan beberapa hal, maka janganlah kalian merusaknya, serta telah mendiamkan beberapa hal sebagai rahmat buat kalian, bukan karena lupa, maka janganlah kalian membicaraknnya.”&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; C. Penetapan Hukum secara Periodik&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Al-quran merupakan kitab suci yang dalam prosesi &lt;i&gt;tasri’&lt;/i&gt; sangat memperhatikan berbagai aspek, baik natural, spiritual, kultural, maupun sosial uamt. Dalam menetapkan hukum, al-Quran selalu mempertimbangkan, apakah mental spiritual manusia telah siap untuk menerima ketentuan yang akan dibebankan kepadanya?. Hal ini terkait erat dengan prinsip kesua, yakni tidak memberatkan umat. Karena itulah, hukum syariat dalam al-Quran tidak diturunkan secara serta merta dengan format yang final, melainkan secara bertahap, dengan maksud agar umat tidak merasa terkejut dengan syariat yang tiba-tiba. Karenanya, wahyu al-Quran senantiasa turun sesuai dengan kondisi dan realita yang terjadi pada waktu itu. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kami kemukakan tiga periode &lt;i&gt;tasryi’&lt;/i&gt; al-Quran;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, mendiamkan, yakni ketika al-Quran hendak melarang sesuatu, maka sebelumnya tidak menetapkan hukum apa-apa tapi memberikan contoh yang sebaliknya. Sebagai contoh, untuk menetapkan keharaman minuman &lt;i&gt;khamr&lt;/i&gt;. Sebagai langkah pertama, yang dilakukan syari’ (Nabi Muhammaf saw) adalah mendiamkan kebiasaan buruk, akan tetapi Nabi sendiri menghindarinya.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; menyinggung manfat ataupun madlaratnya secara global. Dalam contoh &lt;i&gt;khamr&lt;/i&gt; di atas, sebagai langkah kedua, turun ayat yang menerangkan tentang manfaat dan madlarat minum &lt;i&gt;khamr.&lt;/i&gt; Dalam ayat tersebut, Allah menunjukkan bahwa efek sampingnya lbih besar daripada kemanfaatannya (QS. &lt;i&gt;Al-Baqarah&lt;/i&gt;: 219) yang kemudian segera disusul dengan menyinggung efek &lt;i&gt;khamr&lt;/i&gt; bagi pelaksanaan ibadah (&lt;i&gt;al-Nisa&lt;/i&gt;: 43)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, menetapkan hukum tegas. Dalam contoh tersebut, &lt;i&gt;Syari’ &lt;/i&gt;(Allah dan Rasul-Nya) menetapkan hukum haram minum &lt;i&gt;khamr&lt;/i&gt; secara tegas, sebagai langkah yang paling akhir (QS.&lt;i&gt;al-Maidah&lt;/i&gt;: 90)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dalam menetapkan hukum yang bersifat perintah. Kewajiban shalat misalnya. Tahap pertama terjadi permulaan Islam (di Mekah), di saat umat Islam banyak menuai siksaan dan penindasan dari penduduk Mekah, kewajiban shalat hanya dua raka’at, yaitu pada pagi dan sore. Itu pun dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kahawatir terjadi penghinaan yang semakin menjadi-jadi dari suku Qurasy. Sebagaimana disebutkan dalam surat &lt;i&gt;Qaf&lt;/i&gt;: 39&lt;br&gt;&lt;br /&gt;فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ (٣٩)&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah (shalatlah) sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)”&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Lalu surat &lt;i&gt;al-Mu’min&lt;/i&gt;: 55&lt;br&gt;&lt;br /&gt;فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالإبْكَارِ (٥٥)&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;“Maka bersabarlah kamu, karena Sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah (shalatlah) seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Ketika penderitaan umat telah menyurut dengan dicabutnya pemboikotan atas Bani Hasyim, dumulailah tahap kedua pelaksanaan shalat. Hal itu dimulai setelah peristiwa &lt;i&gt;Isra’&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Mi’raj &lt;/i&gt;dimana Nabi membawa perintah dari Allah swt. Untuk melaksanakan shalat lima waktu. Dalam hal ini Nabi bersabda, &lt;i&gt;“Pada Malam Isra’ Allah swt, mewajibkan kepada umatku lima puluh shalat. Tak henti-hentinya aku meminta keringanan, hingga kemudian kewajiban itu menjadi lima (kali) dalam sehari semalam.&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Perintah dalam ayat tersebut kemudian dijabarkan secara jelas oleh Nabi sebagai kewajiban shalat lima waktu, sebagaimana perintah Nabi ketika mengutus Mu’adz ibn Jabal ke Yaman, &lt;i&gt;“Kabarkan kepada mereka (penduduk Yaman), bahwasannya Allah swt telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam.”&lt;/i&gt; Akkhirnya ketika umat Islam telah mulai merasakan ketenangan di negeri  baru mereka, Madinah, turunlah kewajiban-kewajiban yang sifatnya lebih terperinci, yaitu dimulai dengan syarat-syarat shalat berupa wudlu dan tayamum (QS. Al-Maidah: 6), serta rukun-rukn (teknis) pelaksanaan shalat. Teknis pelaksanaan shalat sendiri merupakan cara yang diajarkan oleh Nabi saw. Beliau bersabda, &lt;i&gt;“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; D. Sejalan dengan Kemaslahatan Universal&lt;/b&gt; &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah obyek dan subyek legislasi hukum al-Quran. Seluruh hukum yang terdapat dalam al-Quran diperuntukkan demi kepentingan dan perbaikan kehidupan umat, baik mengenai jiwa, akal, keturunan, gama, maupun pengelolaan harta benda, sehingga penerapan hukumnya al-Quran senantiasa memperhitungkan lima kemaslahatan, di situlah terdapat syariat Islam.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Islam bukan hanya doktrin belaka yang identik dengan pembebanan, tetapi juga ajaran yang bertujuan untuk menyejahterakan manusia. Karenanya, segala sesuatu yang ada di mayapada ini merupakan fasilitas yang berguna bagi manusia dalam memenuhi kebutuhannya. ‘Abd al-Wahab Khalaf berkata, &lt;i&gt;“Dalam membentuk hukum, Syari’ (Allah dan Rasul-Nya) selalu membuat illat (ratio logis) yang berkaitan dengan kemaslahatan manusia, juga menunjukkan bebrapa  buktu bahwa tujuan legislasi hukum tersebut untuk mewujudkan kemaslahatan manusia. Di samping itu, Syar’I menetapkan hukum-hukum itu sejalan dengan tiadanya illat yang mengiringinya. Oleh karena itu, Allah mensyariatkan sebagian hukum kemudian merevisinya karena ada kemaslahatan yang sebanding dengan hukum tersebut.&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; E. Persamaan dan Keadilan &lt;i&gt;(al-Musawah wa al-Adalah)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Persamaan hak di muka adalah salah satu prinsip utama syariat Islam, baik yang berkaitan dengan ibadah atau muamalah. Persamaan hak tersebut tidak hanya berlaku bagi umat Islam, tatpi juga bagi seluruh agama. Mereka diberi hak untuk memutuskan hukum sesuai dengan ajaran masing-masing, kecuali kalau mereka dengan sukarela meminta keputusan hukum sesuai hukum Islam.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Penyamarataan hak di atas berimplikasi pada keadilan yang seringakli didengungkan al-Quran dalam menetapkan hukum,&lt;br&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ…&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;… Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, supaya kamu menetapkan dengan adil....&lt;/i&gt; (QS. &lt;i&gt;Al-Nisa&lt;/i&gt;: 58)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Prinsip persamaan hak dan keadilan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam menetapkan hukum Islam. Keduanya harus diwujudkan demi pemeliharaan martabat manusia &lt;i&gt;(basyariyah insaniyah)&lt;/i&gt;&lt;br&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-4384758216278552947?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/4384758216278552947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/prinsip-prinsip-syariat-tasyri-dalam-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4384758216278552947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4384758216278552947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/prinsip-prinsip-syariat-tasyri-dalam-al.html' title='PRINSIP-PRINSIP SYARIAT (TASYRI’) DALAM AL-QURAN'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-2369198133396581147</id><published>2009-12-10T21:29:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T23:16:37.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Tafsir Al-Qurtubi, AL-JAMI’ LI AHKAM AL-QURAN</title><content type='html'>&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran menyebut dirinya sebagai Hudan li al-nas,petunjuk bagi segenap uamt manusia. Akan tetapi petunjuk al-Quran tersebut tidaklah dapat ditangkap maknanya bila tanpa adanya penafsiran. Itulah sebabnya sejak al-Quran diwahyukan hingga dewasa ini gerakan penafsiran yang dilakukan oleh para ulama tidak pernah ada henti-hnetinya. Hal ini terbukti dengan banyaknya karya-karya para ulama yang dipersembahkan guna menyingkap dan menguak rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya dengan menggunakan metode dan sudut pandang berlainan. &lt;br /&gt;Tafsir bisa diartikan dengan al-iddah wa al-tabyin, menjelaskan dan menerangkan, atau lebih lengkapnya adalah suatu ilmu yang dengannya kitab Allah dapat dipahami, mengeluarkan makna-maknanya dan mengeluarkan hukum-hukum serta hikmah-hikmahnya. Dapat juga diartikan dengan ilmu yang membahas al-Quran al-Karim dari segi dalalahnya sejalan dengan apa yang dikehendaki Allah, dalam batas kemampuan manusia. Dengan demikan, tafsir secara sederhana dapat dipahami sebagai usaha manusia dalam memahami al-Quran.&lt;br /&gt;Salah satu dari sekian banyak tafsir yang ada adalah tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Quran karya al-Qurtubi, yang dikenal dengan Tafsir al-Qurtubi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AL-JAMI’ LI AHKAM AL-QURAN KARYA AL-QURTUBI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Biografi Singkat al-Qurtubi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penulis tafsir al-Qurtubi bernama Abu ‘Abd Allah Ibn Ahmad Ibn Abu Bakr Ibnfarh al-Anshari al-Khazraji Syamsy al-Din al-Qurtubi al-Maliki. Penulis belum menemukan referensi mengenai tahun kelahirannya, kebanyakan dari para penulis biografis hanya menyebutkan tahun kematiannya yaitu 671 H di kota Maniyya Ibn Hisab Andalusia. Ia dianggap sebagai salah seorang tokoh yang bermazhab Maliki.&lt;br /&gt;Aktifitasnya dalam mencari ilmu ia jalani dengan serius di bawah bimbingan ulama yang ternama pada saat itu, diantaranya adalah al-Syaikh Abu al-Abbas Ibn ‘Umar al-Qurtubi dan Abu Ali al-Hasan Ibn Muhammad al-Bakri. Beberapa karya penting yang dihasilkan oleh al-Qurtubi adalah al-Jami’ li Ahkam al-Quran, al-Asna fi Syarh Asma Allah al-husna, Kitab al-Tazkirah bi Umar al-Akhirah, Syarh al-Taqassi,Kitab al-Tizkar fi Afdal al-Azkar, Qamh al-Haris bi al-Zuhd wa al-Qana’ah dan Arjuzah Jumi’a Fiha Asma al-Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Kitab al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengenalan Umum Kitab Tafsir Qurtubi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab tafsir ini sering disebut dengan tafsir al-Qurtubi, hal ini dapat dipahami karena tafsir ini adalah karya seorang yang mempunyai nisbh nama al-Qurtubi atau bisa juga karena dalam halaman sampul kitabnya sendiri tertulis judul, tafsir al-Qurtubi al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an. Jadi, tidak sepenuhnya salah apabila seseorang menyebut tafsir ini dengan sebutan tafsir al-Qurtubi bila yang dimaksud adalah tafsir karya al-Qurtubi tersebut. Judul lengkap tafsir ini adalah al-Jami’ li Ahkam al-Quran wa al Mubayyin lima Tadammanah min al-Sunnah wa Ay al-Furqan yang berarti kitab ini berisi himpunan hukum-hukum al-Quran dan penjelasan terhadap isi kandungannya dari al-Sunnah dan ayat-ayat al-Quran. Dalam muqaddimahnya penamaan kitab ini didahului dengan kalimat Sammaitu….(aku namakan)[1]. Dengan demikian dapat dipahami bahwa judul tafsir ini adalah asli dari pengarangnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penulisan kitab tafsir dikenal adanya kitab tiga sistematika: &lt;br /&gt;Pertama, sitematika Mushafi yaitu penyusunan kitab tafsir dengan berpedoman pada tertib susunan ayat-ayat dan surat-surat dalam mushaf, dengan dimulai dari al-Fatihah, al-Baqarah dan seterusnya sampai surat al-Nas. &lt;br /&gt;Kedua, sitematika Nuzul yaitu dalam menafsirkan al-Quran berdasarkan kronologis turunnya surat-surat al-Quran, contoh mufasir yang memakai sistematika ini adalah Muhammad ‘Izzah Darwazah dengn tafsirnya yang berjudul al-Tafsir al-Hadits. &lt;br /&gt;Ketiga, sistematika maudlu’I yaitu menfsirkan al-Quran berdasarkan topik-topik tertentu dengan topic tertentu kemudin ditafsirkan.&lt;br /&gt;Al-Qurtubi dalam menulis kitab tafsirnya memulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Nas, dengan demikian ia memakai sistematika mushafi, yaitu dalam menafsirkan al-Quran sesuai dengan urutan ayat dan surat yang terdapat dalam mushaf.[2]&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Manhaj (metode)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang dipergunakan oleh para mufasir, menurut al-Farmawi, dapat diklasifikasikan menjadi empat: &lt;br /&gt;Pertama, Metode Tahlili, dimana dengan menggunakan metode ini mufasir-mufasir berusaha menjelaskan seluruh aspek yang dikandung oleh ayat-ayat al-Quran dan mengungkapkan segenap pengertiann yang dituju. Keuntungan metode ini adalah peminat tafsir  dapat menemukan pengertian secara luas dari ayat-ayat al-Quran. &lt;br /&gt;Kedua, Metode Ijmali, yaitu ayat-ayat al-Quran dijelaskan dengan pengertian-pengertian garis besarnya saja, contoh yang sangat terkenal adalah Tafsir Jalalain.&lt;br /&gt;Ketiga, Metode Muqaran, yaitu menjelaskan ayat-ayat al-Quran berdasarkan apa yang pernah ditulis oleh Mufasir sebelumnya dengan cara membandingkannya.&lt;br /&gt;Keempat, Metode Maudlu’I yaitu di mana seorang mufasir mengumpulkan ayat-ayat di bawah suatu topik tertentu kemudian ditafsirkan.&lt;br /&gt;Metode yang dipakai al-Qurtubi dalam kitab tafsirnya adalah metode tahlili, karena ia berupaya menjelaskan seluruh aspek yang terkandung dalam al-Quran dan mengungkapkan segenap pengertian yang dituju. Sebagai contoh dari pernyataan ini adalah ketika ia menafsirkan surat al-Fatihah di mana ia membaginya menjadi empat bab yaitu; bab Keutamaan dan nama surat al-Fatihah, bab turunnya dan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, bab Ta’min, dan bab tentang Qiraat dan I’rab. Masing-masing dari bab tersebut memuat beberapa masalah.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Corak Penafsiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Farmawi membagi corak tafsir menjadi tujuh corak tafsir, yaitu al-Ma’sur, al-Ra’yu, sufi, Fiqhi, Falsafi, Ilmi dan Adabi ijtima’i. Para pengkaji tafsir memasukkan tafsir karya al-Qurtubi kedalam tafsir yang bercorak Fiqhi, sehingga sering disebut sebagai tafsir ahkam. Karena dalam menafsirkan ayat-ayat al-Quran lebih banyak dikaitkan dengan persoalan-persoalan hukum.&lt;br /&gt;Sebagai contoh dapat dilihat ketika menafsirkan surat al-Fatihah. al-Qurtubi mendiskusikan persoalan-persoalan fiqh, terutama yang berkaitan dengan kedudukan basmalah ketika dibaca dalam salat, juga persoalan fatihah makmum ketika shalah Jahr. Terhadap ayat yang sama-sama dari kelompok Mufasir ahkam hanya membahasnya secara sepintas, seperti yang dilakukan oleh Abu Bakr al-Jassas. Ia tidak membahas surat ini secara khusus, tetapi hanya menyinggung dalam sebuah bab yang diberi judul Bab Qiraah al-Fatihah fi al-salah. &lt;br /&gt;Contoh lain dimana al-Qurtubi memberikan penjelasan panjang lebar mengenai persoalana-persoalan fiqh dapat diketemukakan ketika ia membahas ayat Qs. Al-Baqarah (2): 43:&lt;br /&gt;وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (٤٣)&lt;br /&gt;“dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membagi pembahasan ayat ini menjadi 34 masalah. Diantara pembahasan yang menarik adalah masalah ke-16. ia mendiskusikan berbagai pendapat tentang status anak kecil yang menjadi Imam salat. Di antara tokoh yang mengatakan boleh adalah al-Sauri, Malik dan Ashab al-Ra’y. Dalam masalah ini, al-Qurtubi berbeda pendapat dengan mazhab yang dianutnya, dengan pernyataannya: [4]&lt;br /&gt; إمامة الصغير جائزة إذا كان قارئا&lt;br /&gt;(anak kecil boleh menjadi imam jika memiliki bacaan yang baik)&lt;br /&gt;Dalam kasus lain ketika ia menafsirkan Qs. Al-Baqarah: 187&lt;br /&gt;أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ ....&lt;br /&gt;“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu;...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membaginya menjadi 36 masalah. Pada pembahsan ke-12, ia mendiskusikan persoalan makannya orang yang lupa pada siang hari di bulan Ramadhan. Ia berpendapat orang tersebut tidak berkewajiban berkewajiban mengganti puasanya, yang berbeda dengan pendapat Malik sebagai imam mazhabnya. Dengan pernyataannya:&lt;br /&gt;إن من أكل أو شرب ناسيا فلا قضاء عليه وإن صومه تام&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang makan atau minum karena lupa, maka tidak wajib baginya menggantinya dan sesungguhnya puasanya adalah sempurna” &lt;br /&gt;Bila dicermati dari contoh-contoh penafsiran di atas, di satu sisi meggambarkan betapa al-Qurtubi banyak mendiskusikan persoalan-persoalan hukum yang menjadiakan tafsir ini termsuk ke dalam jajaran tafsir yang bercorak hukum. Di sisi lain, dari contoh-contoh tersebut juga terlihat bahwa al-Qurtubi yang bermazhab Maliki ternyata tidak sepenuhnya berpegang teguh dengan pendapat imam mazhabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Langkah-langkah penafsiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang dilakukan oleh al-Qurtubi dalam menafsirkan al-Quran dapat dijelaskan dengan perincian sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Memberikan kupasan dari segi bahasa.&lt;br /&gt;b. Menyebutkan ayat-ayta lain yang berkaitan dan hadits-hadits dengan menyebut sumbernya sebagai dalil.&lt;br /&gt;c. Mengutip pendapat ulama dengan menyebut sumbernya sebagai alat untuk menjelaskan hukum-hukum yang berkaitan dengan pokok bahasan.&lt;br /&gt;d. Menolak pendapat yang dianggap tidak ssesuai dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;e. Mendiskusikan pendapat ulaam dengan argumentasi msing-masing, setelah itu melakukan tarjih dengan mengambil pendapat yang dianggap paling benar.&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang ditempuh al-Qurtubi ini masih meungkin diperluas lagi dengan melakuakan penelitian yang lebih seksama. Satu hal yang sangat menonjol adalah adanya penjelasan panjang lebar mengenai persoalan fiqhiyah merupakan hal yang sangat mudah ditemui dalam tafsir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Karakteristik Penafsiran al-Qurtubi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan menarik yang terdapat dalam tafsir ini dan perlu untuk dicermati adalah pernyataan yang dikemukakan oleh al-Qurtubi dalam muqaddimah tafsirannya  yang berbunyi:&lt;br /&gt;وشرطي في هذا الكتاب : إضافة الأقوال إلى قائليها والأحاديث إلى مصنفيها فإنه يقال من بركة العلم أن يضاف القول إلى قائله &lt;br /&gt;(Syarat saya dalam kitab ini adalah menyandarkan semua perkataan kepada orang-orang yang mengatakannya dan berbagai hadits kepada pengarangnya, karena dikataan bahwa diantara berkah ilmu adalah menyandarkan perkataan kepada orang yang mengatakannya)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari persoalan-pesoalan yang telah diuraikan dalam beberapa bb di atas dapat dicatat bahwa, pertama, Al-Qurtubi pengarang kitab tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Quran adalah seorang mufasir yang bermazhab Maliki yang hidup di Andalus. Kedua, tafsir yang ditulisnya tersebut menggunakan sistematika Mushafi, metode Tahlili dan bercorak fiqhi mazhab Maliki dengan tidak terlalu terkait dengan mazhabnya. Ketiga, adanya sejumlah keberatan terhadap model penafsiran yang dilakukan oleh ahli hukum, karena terlalu bersifat atomistis dan harfiah sehingga sering mengaburkan program besar al-Quran sebagai petunjuk dan pengatur seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pembahasan mengenai Tafsir al-Qurtubi ini kami susun, kami menyadari banyaknya kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu, kritik maupun saran yang membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaan pembahasan ini. Atas segenap perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[1] Al-Qurtubi,al-Jami’ li Ahkam al-Quran, I, H 3. &lt;br /&gt;[2] Ibid, I, H 93-131&lt;br /&gt;[3] Al-Zahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun, II h.437. Manna’ Khalil al-Qattan, Mabahis fi ‘Ulum al-Quran, h.514. al-Farmawi, al-Bidayah..., h. 25.&lt;br /&gt;[4] Al-Qurtubi,al-Jami’ li Ahkam al-Quran, I, H 353.&lt;br /&gt;[5] Ibid, II, H. 322&lt;br /&gt;[6] Ibid. I, H. 3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-2369198133396581147?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/2369198133396581147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tafsir-al-qurtubi-al-jami-li-ahkam-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/2369198133396581147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/2369198133396581147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/12/tafsir-al-qurtubi-al-jami-li-ahkam-al.html' title='Tafsir Al-Qurtubi, AL-JAMI’ LI AHKAM AL-QURAN'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-2943414386702323851</id><published>2009-11-29T21:46:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T23:16:37.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Islam dan Perkembangannya</title><content type='html'>ISLAM DAN PERKEMBANGANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. MASA RASULULLOH SAW (622-632M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kesuksesan Rasulullah Muhammad Saw dalam membangun peradaban Islam yang tiada taranya dalam sejarah dicapai dalam kurun waktu 23 tahun, 13 tahun langkah persiapan pada periode Makkah (Makiyyah) dan 10 tahun periode Madienah (Madaniyah). Periode 23 tahun merupakan rentang waktu kurang dari satu generasi, dimana beliau Saw telah berhasil memegang kendali kekuasaan atas bangsa-bangsa yang lebih tua peradabannya saat itu khususnya Romawi, Persia dan Mesir.&lt;br /&gt;Masa kerasulan Muhammad Saw pada akhir periode Madienah merupakan puncak peradaban Islam, karena disitulah sistem Islam disempurnakan dan ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;Generasi masa itu merupakan generasi terbaik sebagaimana firman Alloh Swt:“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Alloh”. (QS. Ali Imran ayat 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PERIODE DAULAT KHULAFAUR RASYIDIN (632-661 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah adalah pemimpin yang diangkat sesudah Nabi wafat untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas beliau sebagai pemimpin agama atau tugas pemerintahan. &lt;br /&gt;Khalifah ialah bentuk pemerintahan yang benar, menurut pendangan Al-Qur’an, ialah adanya pengakuan negara akan kepemimpinan dan kekuasaan Allah dan Rasulya dibidang perundang-undangan, menyerahkan segala kekuasaan legislatif dan kedaulatan hukum tertinggi kepada keduanya dan meyakini bahwa khilafahnya mewakili sang hakim yang sebenarnya, yaitu Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kendatipun Rasulallah saw tidak menunjukkan seorang khalifah (pengganti beliau), namun tokoh dalam masyarakat muslim mengetahui benar-benar bahwa islam menuntut adanya ke kahalifaan yang di dasarkan atas musyawarah. Maka tidak ada satu keluargapun memonopoli pemerintahan, tidak seorangpun merampas kekuasaan dengan kekuatan atau peksaanm dan tidak seorangpun mencoba untuk memuji dirinya atau memaksakan pribadinya guna mencapai kekuatan khilafah. Tapi masarakat pada waktu itu, dengan sukarea, telah memilih empat dari pada sahabat Nabi untuk di angkat saebagai khilafah secara bergantian. Umat telah menamakan sistim khilafah ini sebagai “Khilafah yang adil dan benar” atau “Al-Khilafah ar-rasyidah”.&lt;br /&gt;Negara Madinah padamasa al-rasyidun ini lebih tepat disebut sebagai negara republik dengan sistem politik nomokrasi ketuhanan (divine nomocracy) atau kedaulatan hukum Allah.&lt;br /&gt;Adapun nama-nama khalifah pada masa khulafaur rasyidyn sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Abu Bakar Ash-Shiddiq (Thn 11-13 H /632 – 634 M)&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin umat Islam setelah Rasul, Abu Bakar disebut Khalifah Rasulillah (Pengganti Rasul) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Khalifah adalah pemimpin yang diangkat sesudah Nabi wafat untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan.&lt;br /&gt;Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Masa sesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang ditimbulkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi kepada pemerintah Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Nabi Muhammad SAW, dengan sendirinya batal setelah Nabi wafat. Karena itu mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan merekayang dapat membahayakan agama dan pemerintahan, Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Khalid ibn Al-Walid adalah jenderal yang banyak berjasa dalam Perang Riddah ini.&lt;br /&gt;Nampaknya, kekuasaan yang dijalankan pada masa Khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa Rasulullah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif terpusat di tangan khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, Khalifah juga melaksanakan hukum. Meskipun demikian, seperti juga NabiMuhammad SAW, Abu Bakar selalu mengajak sahabat-sahabat besarnya bermusyawarah.&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan urusan perang dalam negeri, barulah Abu Bakar mengirim kekuatan ke luar Arabia. Khalid ibn Walid dikirim ke Iraq dan dapat menguasai al-Hirah di tahun 634 M. Ke Syria dikirim ekspedisi di bawah pimpinan empat jenderal yaitu Abu Ubaidah, Amr ibn ‘Ash, Yazid ibn Abi Sufyan dan Syurahbil. Sebelumnya pasukan dipimpin oleh Usamahyang masih berusia 18 tahun. Untuk memperkuat tentara ini, Khalid ibn Walid diperintahkan meninggalkan Irak, dan melalui gurun pasiryang jarang dijalani, ia sampai ke Syria. &lt;br /&gt;Salah satu hal monumental pada era Abu Bakar ra adalah pengumpulan mushaf al Quran dari para sahabat-sahabat yang lain, yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit ra.&lt;br /&gt;2. Umar bin Khattab (Thn 12 -25 H / 634 – 644 M)&lt;br /&gt;Abu Bakar meninggal dunia, sementara barisan depan pasukan Islam sedang mengancam Palestina, Irak, dan kerajaan Hirah. Ia diganti oleh “tangan kanan”nya, Umar ibn Khattab. Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat, ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat, kemudian mengangkat Umar sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umatIslam. Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai-ramai membaiat Umar. Umar menyebut dirinya Khalifah Rasulillah (pengganti dari Rasulullah). Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu’minin (Komandan orang-orangyang beriman).&lt;br /&gt;Di zaman Umar gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan) pertama terjadi; ibu kota Syria, Damaskus, jatuh tahun 635 M dan setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaanIslam . Dengan memakai Syria sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan ‘Amr ibn ‘Ash dan ke Irak di bawah pimpinan Sa’ad ibn Abi Waqqash. Iskandaria, ibukota Mesir, ditaklukkan tahun 641 M. Dengan demikian, Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh tahun 637 M. Dari sana serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia, al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Pada tahun 641 M, Mosul dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir.&lt;br /&gt;Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat, Umar segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia. Administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah propinsi: Makkah, Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan. Pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga yudikatif dengan lembaga eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, jawatan kepolisian dibentuk. Demikian pula jawatan pekerjaan umum. Umar juga mendirikan Bait al-Mal, menempa mata uang, dan menciptakan tahun hijrah.&lt;br /&gt;Salah satu hal yang monumental pada era sayidina Umar ra adalah mengenai sholat tarawih. Berikut salah satu riwayatnya, yang menjadi pegangan umat islam di seluruh dunia sampai saat ini. Diriwayatkan oleh Yazid Ibn Khusayfah dari Sâib Ibn Yazîd bahwa semua orang mengerjakan sholat tarawih 20 rakaat dalam bulan ramadlan padamasa khalifah Umar Ibn Khatab ra. (Baihaqi dalam As Sunaul Kubra, vol.2 hal 496) &lt;br /&gt;Peganglah kuat-kuat sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin.(Abu Dawud vol 2 hal 635, Tirmidzi vol 2 hal 108, Sunan Darimi vol 1 hal 43 dan Ibn Majah hal 5).&lt;br /&gt;Umar ra memerintah selama sepuluh tahun (13-23 H/634-644 M). Masa jabatannya berakhir dengan kematian. Dia dibunuh oleh seorang budak dari Persia bernama Abu Lu’lu’ah. Untuk menentukan penggantinya, Umar tidak menempuh jalanyang dilakukan Abu Bakar. Dia menunjuk enam orang sahabat dan meminta kepada mereka untuk memilih salah seorang diantaranya menjadi khalifah. Enam orang tersebut adalah Usman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa’ad ibn Abi Waqqash, Abdurrahman ibn ‘Auf. Setelah Umar wafat, tim ini bermusyawarah dan berhasil menunjuk Utsman sebagai khalifah, melalui persainganyang agak ketat dengan Ali ibn Abi Thalib.&lt;br /&gt;3. Ustman bin Affan (Thn 23 – 35 H / 644 – 656 M)&lt;br /&gt;Di masa pemerintahan Utsman (644-655 M), Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia, Transoxania, dan Tabaristall berhasil direbut. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai di sini. Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun, pada paruh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. Kepemimpinan Usman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan Umar. Ini mungkin karena umumnya yang lanjut (diangkat dalam usia 70 tahun) dan sifatnya yang lemah lembut. Akhirnya pada tahun 35 H 1655 M, Usman dibunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orang-orang yang kecewa itu.&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang menyebabkan banyak rakyat kecewa terhadap kepemimpinan Usman adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi.Yang terpenting diantaranya adalah Marwan ibn Hakam. Dialah pada dasarnya yang menjalankan pemerintahan, sedangkan Usman hanya menyandang gelar Khalifah. Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting, Usman laksana boneka di hadapan kerabatnya itu. Dia tidak dapat berbuat banyak dan terlalu lemah terhadap keluarganya. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahan bawahan. Harta kekayaan negara, oleh karabatnya dibagi-bagikan tanpa terkontrol oleh Usman sendiri.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, tidak berarti bahwa pada masanya tidak ada kegiatan-kegjatan yang penting. Usman berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota. Dia juga membangun jalan-jalan, jembatan-jembatan, masjid-masjid dan memperluas masjid Nabi di Madinah.&lt;br /&gt;Penulisan Al Quran dilakukan kembali pada masa sayidina Utsman ra. Ini terjadi pada tahun 25 H. Dan al Quran yang kita pegang saat ini adalah mushaf Utsman.&lt;br /&gt;4. Ali bin Abi Thalib (Thn 35 – 40 H / 656 – 661 M&lt;br /&gt;Setelah Utsman wafat, masyarakat beramai-ramai membaiat Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah. Ali memerintah hanya enam tahun. Selama masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagai pergolakan. Tidak ada masa sedikit pun dalam pemerintahannya yang dapat dikatakan stabil. Setelah menduduki jabatan khalifah, Ali memecat para gubernur yang diangkat oleh Utsman. Dia yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. Dia juga menarik kembali tanah yang dihadiahkan Utsman kepada penduduk dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada negara, dan memakai kembali sistem distribusi pajak tahunan diantara orang-orang Islam sebagaimana pernah diterapkan Umar.&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu, Ali ibn Abi Thalib menghadapi pemberontakan Thalhah, Zubair dan Aisyah. Alasan mereka, Ali tidak mau menghukum para pembunuh Utsman, dan mereka menuntut bela terhadap darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zalim. Ali sebenarnya ingin sekali menghindari perang. Dia mengirim surat kepada Thalhah dan Zubair agar keduanya mau berunding untuk menyelesaikan perkara itu secara damai. Namun ajakan tersebut ditolak. Akhirnya, pertempuran yang dahsyat pun berkobar. Perang ini dikenal dengan nama Perang Jamal (Unta), karena Aisyah dalam pertempuran itu menunggang unta, dan berhasil mengalahkan lawannya. Zubair dan Thalhah terbunuh ketika hendak melarikan diri, sedangkan Aisyah ditawan dan dikirim kembali ke Madinah.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus, Mu’awiyah, yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Zubair, Thalhah dan Aisyah, Ali bergerak dari Kufah menuju Damaskus dengan sejumlah besar tentara. Pasukannya bertemu dengan pasukan Mu’awiyah di Shiffin.&lt;br /&gt;Pertempuran terjadi di sini yang dikenal dengan nama perang shiffin. Perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase), tapi tahkim ternyata tidak menyelesaikan masalah, bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga, al-Khawarij, orang-orang yang keluar dari barisan Ali. Akibatnya, di ujung masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib umat Islam terpecah menjadi tiga kekuatan politik, yaitu Mu’awiyah, Syi’ah (pengikut) Ali, dan al-Khawarij (oran-orang yang keluar dari barisan Ali). Keadaan ini tidak menguntungkan Ali. Munculnya kelompok al-khawarij menyebabkan tentaranya semakin lemah, sementara posisi Mu’awiyah semakin kuat. Pada tanggal 20 ramadhan 40 H (660 M), Ali terbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PERIODE DAULAT UMAYYAH (661-750M)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masa Kedaulatan Umayyah berlangsung selama lebih kurang 90 tahun. Beberapa orang Khalifah besar Bani Umayyah ini adalah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M), Abdul Malik bin Marwan (685- 705 M), Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M), Umar bin Abdul Aziz (717- 720 M) dan Hasyim bin Abdul Malik (724- 743 M). &lt;br /&gt;Awal berlangsungya periode Daulat Umayyah lebih memprioritaskan pada perluasan wilayah kekuasaan. Ekspansi wilayah yang sempat terhenti pada masa Khalifah Utsman dan Khalifah Ali dilanjutkan kembali oleh Daulat Umayyah. Pada zaman Muawiyah, Tunisia ditaklukkan. Di sebelah Timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke ibu kota Bizantium, Konstantinopel. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abdul Malik. Dia mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.&lt;br /&gt;Ekspansi ke Barat secara besar-besaran dilanjutkan pada zaman Al-Walid bin Abdul Malik. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban, dimana umat Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun, tercatat bahwa pada tahun 711 M merupakan suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah Barat Daya, benua Eropa. Setelah Al-Jazair dan Marokko dapat ditundukan, Tariq bin Ziyad, panglima pasukan Islam, dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Marokko dengan benua Eropa, dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Dengan demikian, Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Cordova, dengan cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Sevi'e, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Cordova. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Pada zaman Umar bin Abdul Aziz, serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Serangan ini dipimpin oleh Aburrahman bin Abdullah Al-Ghafiqi. Ia mulai dengan menyerang Bordeau, Poitiers. Dari sana ia mencoba menyerang Tours. Namun, dalam peperangan yang terjadi di luar kota Tours, Al-Ghafiqi terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. Disamping daerah-daerah tersebut di atas, pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah juga jatuh ke tangan Islam pada zaman Bani Umayyah.&lt;br /&gt;Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah.&lt;br /&gt;Disamping ekspansi kekuasaan Islam, Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Pada bidang pengembangan keilmuan, Daulat Umayyah mengawalinya dengan mengeluarkan sebuah kebijakan startegis. Adalah Khalifah Abdul Malik (685-705M) merupakan Khalifah pertama yang berhasil melakukan berbagi pembenahan administrasi pemerintahan dimana beliau memerintahkan penggunaan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan dan kenegaraan di seluruh wilayah Islam yang membentang dari Pegunungan Thian Shan di sebelah Timur sampai Pegunungan Pyrenees di Sebelah Barat termasuk dalam berbagai administrasi kenegaraan lainnya yang pada perkembangan selanjutnya Bahasa Arab menjadi bahasa umum sebagai bahasa pengantar dunia (lingua franca), juga menjadi bahasa diplomatik antar Bangsa diantara Barat dan Timur bahkan berkembang menjadi bahasa ilmiah sampai kepada zaman renaissance, hingga Roger Bacon (1214-1294 M) dari Oxford ahli pikir Inggeris terbesar itu, menurut Ecyclopedia Britanica, 1951, volume II, halaman 191-197, mendorong sedemikian rupa untuk mempelajari Bahasa Arab guna memperoleh pengetahuan yang sangat murni, yang menyatakan bahwa: “Roger Bacon, placing Averroes beside Aristole and Avicenna, recomends the study of Arabic as the only way of getting the knowledge which bad versions obscured”, yakni “menganjurkan mempelajari Bahasa Arab sebagai jalan satu-satunya bagi memperoleh ilmu yang telah dikaburkan oleh versi-versi yang jelek” sebelumnya.&lt;br /&gt;Kemajuan tradisi intelektual dan ilmu pengetahuan pada zaman Daulat Umayyah di Andalusia dirasakan oleh masyarakat Eropa. Oliver Leaman menggambarkan kondisi kehidupan intelektual di sana sebagai berikut:&lt;br /&gt;“….pada masa peradaban agung [wujud] di Andalus, siapapun di Eropa yang ingin mengetahui sesuatu yang ilmiyah ia harus pergi ke Andalus. Di waktu itu banyak sekali problem dalam literatur Latin yang masih belum terselesaikan, dan jika seseorang pergi ke Andalus maka sekembalinya dari sana ia tiba-tiba mampu menyelesaikan masalah-masalah itu. Jadi Islam di Spanyol mempunyai reputasi selama ratusan tahun dan menduduki puncak tertinggi dalam pengetahuan filsafat, sains, tehnik dan matematika. Ia mirip seperti posisi Amerika saat ini, dimana beberapa universitas penting berada”.&lt;br /&gt;Pada bidang lainnya, pembangunan yang dilakukan Muawiyah diantaranya mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. Pada masanya, jabatan khusus seorang hakim (qadhi) mulai berkembang menjadi profesi tersendiri. Qadhi adalah seorang spesialis dibidangnya. Khalifah Abdul Malik mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Untuk itu, dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. Keberhasilan Khalifah Abdul Malik diikuti oleh puteranya Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap. Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya, pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah.&lt;br /&gt;Pada lapangan perdagangan yakni pada saat peradaban Islam telah menguasai dunia perdagangan sejak permulaan Daulat Umayyah (661-750M), dimana pesisir lautan Hindia sampai ke Lembah Sind, sehingga terjalin kesatuan wilayah yang luas dari Timur sampai Barat yang berimplikasi terhadap lancarnya lalu-lintas dagang di dataran antara Tiongkok dengan dunia belahan Barat pegunungan Thian Shan melalui Jalan Sutera (Silk Road) yang terkenal itu, yang kemudian terbuka pula jalur perdagangan melalui Teluk Parsi, Teluk Aden yang menghubungkannya dengan kota-kota dagang di sepanjang pesisir Benua Eropa, menyebabkan “kebutuhan Eropa pada saat itu amat tergantung pada kegiatan dagang di dalam wilayah Islam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PERIODE DAULAT ABBASIYAH (132H/750M s.d. 656H/1258 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Kedaulatan Abbasiyah berlangsung selama 508 tahun, sebuah rentang sejarah yang cukup lama dalam sebuah peradaban. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode: (1) Periode Pertama (132 H/750 M-232 H/847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama; (2) Periode Kedua (232 H/847 M-334 H/945 M), disebut pereode pengaruh Turki pertama; (3) Periode Ketiga (334 H/945 M-447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua; (4) Periode Keempat (447 H/1055 M-590 H/l194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua; (5) Periode Kelima (590 H/1194 M-656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.&lt;br /&gt;Tidak seperti pada periode Umayyah, Periode pertama Daulat Abbasiyah lebih memprioritaskan pada penekanan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Fakta sejarah mencatat bahwa masa Kedaulatan Abbasiyah merupakan pencapaian cemerlang di dunia Islam pada bidang sains, teknologi dan filsafat. Pada saat itu dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh Kekhilafahan Islam.&lt;br /&gt;Masa sepuluh Khalifah pertama dari Daulat Abbasiyah merupakan masa kejayaan (keemasan) peradaban Islam, dimana Baghdad mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat. Secara politis, para khalifah betul-betul merupakan tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.&lt;br /&gt;Pada masa sepuluh Khalifah pertama itu, puncak pencapaian kemajuan peradaban Islam terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid (786-809 M). Harun Al-Rasyid adalah figur khalifah shaleh ahli ibadah; senang bershadaqah; sangat mencintai ilmu sekaligus mencintai para ‘ulama; senang dikritik serta sangat merindukan nasihat terutama dari para ‘ulama. Pada masa pemerintahannya dilakukan sebuah gerakan penerjemahan berbagai buku Yunani dengan menggaji para penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lainnya yang ahli. Ia juga banyak mendirikan sekolah, yang salah satu karya besarnya adalah pembangunan Baitul Hikmah, sebagai pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena di samping terdapat kitab-kitab, di sana orang juga dapat membaca, menulis dan berdiskusi.&lt;br /&gt;Harun Al-Rasyid juga menggunakan kekayaan yang banyak untuk dimanfaatkan bagi keperluan sosial. Rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi didirikan. Pada masanya sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter. Disamping itu, pemandian-pemandian umum juga dibangun. Kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat yang tak tertandingi.&lt;br /&gt;Terjadinya perkembangan lembaga pendidikan pada masa Harun Al Rasyid mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama juga lahir para imam mazhab hukum yang empat hidup Imam Abu Hanifah (700-767 M); Imam Malik (713-795 M); Imam Syafi'i (767-820 M) dan Imam Ahmad bin Hanbal (780-855 M).&lt;br /&gt;Pencapaian kemajuan dunia Islam pada bidang ilmu pengetahuan tersebut tidak terlepas dari adanya sikap terbuka dari pemerintahan Islam pada saat itu terhadap berbagai budaya dari bangsa-bangsa sebelumnya seperti Yunani, Persia, India dan yang lainnya. Gerakan penterjemahan yang dilakukan sejak Khalifah Al-Mansur (745-775 M) hingga Harun Al-Rasyid berimplikasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan umum, terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia, farmasi, biologi, fisika dan sejarah.&lt;br /&gt;Menurut Demitri Gutas proses penterjemahan di zaman Abbasiyah didorong oleh motif sosial, politik dan intelektual. Ini berarti bahwa para pihak baik dari unsur masyarakat, elit penguasa, pengusaha dan cendekiawan terlibat dalam proses ini, sehingga dampaknya secara kultural sangat besar.&lt;br /&gt;Gerakan penerjemahan pada zaman itu kemudian diikuti oleh suatu periode kreativitas besar, karena generasi baru para ilmuwan dan ahli pikir muslim yang terpelajar itu kemudian membangun dengan ilmu pengetahuan yang diperolehnya untuk mengkontribusikannya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Menurut Marshall, proses pengislaman tradisi-tradisi itu telah berbuat lebih jauh dari sekadar mengintegrasikan dan memperbaiki, hal itu telah menghasilkan energi kreatif yang luar biasa. Menurutnya, periode kekhalifahan dalam sejarah Islam merupakan periode pengembangan di bidang ilmu, pengetahuan dan kebudayaan, dimana pada zaman itu telah melahirkan tokoh-tokoh besar di bidang filsafat dan ilmu pengetahuan seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Farabi. Berbagai pusat pendidikan tempat menuntut ilmu dengan perpustakaan-perpustakaan besar bermunculan di Cordova, Palermo, Nisyapur, Kairo, Baghdad, Damaskus, dan Bukhara, dimana pada saat yang sama telah mengungguli Eropa yang tenggelam dalam kegelapan selama berabad-abad. Kehidupan kebudayaan dan politik baik dari kalangan orang Islam maupun non-muslim pada zaman kekhilafahan dilakukan dalam kerangka Islam dan bahasa Arab, walaupun terdapat perbedaan-perbedaan agama dan suku yang plural.&lt;br /&gt;Pada saat itu umat Islam telah berhasil melakukan sebuah akselerasi, jauh meninggalkan peradaban yang ada pada saat itu. Hidupnya tradisi keilmuan, tradisi intelektual melalui gerakan penerjamahan yang kemudian dilanjutkan dengan gerakan penyelidikan yang didukung oleh kuatnya elaborasi dan spirit pencarian, pengembangan ilmu pengetahuan yang berkembang secara pesat tersebut, mengakibatkan terjadinya lompatan kemajuan di berbagai bidang keilmuan yang telah melahirkan berbagai karya ilmiah yang luar biasa.&lt;br /&gt;Menurut Oliver Leaman proses penterjemahan yang dilakukan ilmuwan muslim tidak hanya menterjemahkan karya-karya Yunani secara ansich, tetapi juga mengkaji teks-teks itu, memberi komentar, memodifikasi dan mengasimilasikannya dengan ajaran Islam. Proses asimilasi tersebut menurut Thomas Brown terjadi ketika peradaban Islam telah kokoh. Sains, filsafat dan kedoketeran Yunani diadapsi sehingga masuk kedalam lingkungan pandangan hidup Islam. Proses ini menggambarkan betapa tingginya tingkat kreativitas ilmuwan muslim sehingga dari proses tersebut telah melahirkan pemikiran baru yang berbeda sama sekali dari pemikiran Yunani dan bahkan boleh jadi asing bagi pemikiran Yunani.&lt;br /&gt;Pada masa-masa permulaan perkembangan kekuasaan, Islam telah memberikan kontribusi kepada dunia berupa tiga jenis alat penting yaitu paper (kertas), compass (kompas) and gunpowder (mesiu). Penemuan alat cetak (movable types) di Tiongkok pada penghujung abad ke-8 M dan penemuan alat cetak serupa di Barat pada pertengahan abad 15 oleh Johann Gutenberg, menurut buku Historians’ History of the World, akan tidak ada arti dan gunanya jika Bangsa Arab tidak menemukan lebih dahulu cara-cara bagi pembuatan kertas.&lt;br /&gt;Pencapaian prestasi yang gemilang sebagai implikasi dari gerakan terjemahan yang dilakukan pada zaman Daulat Abbasiah sangat jelas terlihat pada lahirnya para ilmuwan muslim yang mashur dan berkaliber internasional seperti : Al-Biruni (fisika, kedokteran); Jabir bin Hayyan (Geber) pada ilmu kimia; Al-Khawarizmi (Algorism) pada ilmu matematika; Al-Kindi (filsafat); Al-Farazi, Al-Fargani, Al-Bitruji (astronomi); Abu Ali Al-Hasan bin Haythami pada bidang teknik dan optik; Ibnu Sina (Avicenna) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Kedokteran Modern; Ibnu Rusyd (Averroes) pada bidang filsafat; Ibnu Khaldun (sejarah, sosiologi). Mereka telah meletakkan dasar pada berbagai bidang ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Beberapa ilmuwan muslim lainnya pada masa Daulat Abbasiyah yang karyanya diakui dunia diantaranya:&lt;br /&gt;• Al-Razi (guru Ibnu Sina), berkarya dibidang kimia dan kedokteran, menghasilkan 224 judul buku, 140 buku tentang pengobatan, diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin. Bukunya yang paling masyhur adalah Al-Hawi Fi ‘Ilm At Tadawi (30 jilid, berisi tentang jenis-jenis penyakit dan upaya penyembuhannya). Buku-bukunya menjadi bahan rujukan serta panduan dokter di seluruh Eropa hingga abad 17. Al-Razi adalah tokoh pertama yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. Sesudahnya, ilmu kedokteraan berada di tangan Ibnu Sina;&lt;br /&gt;• Al-Battani (Al-Batenius), seorang astronom. Hasil perhitungannya tentang bumi mengelilingi pusat tata surya dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, 24 detik, mendekati akurat. Buku yang paling terkenal adalah Kitab Al Zij dalam bahasa latin: De Scienta Stellerum u De Numeris Stellerumet Motibus, dimana&lt;br /&gt;  terjemahan tertua dari karyanya masih ada di Vatikan;&lt;br /&gt;• Al Ya’qubi, seorang ahli geografi, sejarawan dan pengembara. Buku tertua dalam sejarah ilmu geografi berjudul Al Buldan (891), yang diterbitkan kembali oleh Belanda dengan judul Ibn Waddih qui dicitur al-Ya’qubi historiae;&lt;br /&gt;• Al Buzjani (Abul Wafa). Ia mengembangkan beberapa teori penting di bidang matematika (geometri dan trigonometri).&lt;br /&gt;Sejarah telah membuktikan bahwa kontribusi Islam pada kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan. Bahkan bermula dari dunia Islamlah ilmu pengetahuan mengalami transmisi (penyebaran, penularan), diseminasi dan proliferasi (pengembangan) ke dunia Barat yang sebelumnya diliputi oleh masa ‘the Dark Ages’ mendorong munculnya zaman renaissance atau enlightenment (pencerahan) di Eropa.&lt;br /&gt;Melalui dunia Islam-lah mereka mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern. Menurut George Barton, ketika dunia Barat sudah cukup masak untuk merasakan perlunya ilmu pengetahuan yang lebih dalam, perhatiannya pertama-tama tidak ditujukan kepada sumber-sumber Yunani, melainkan kepada sumber-sumber Arab.&lt;br /&gt;Sebelum Islam datang, menurut Gustav Le Bon, Eropa berada dalam kondisi kegelapan, tak satupun bidang ilmu yang maju bahkan lebih percaya pada tahayul. Sebuah kisah menarik terjadi pada zaman Daulat Abbasiah saat kepemimpinan Harun Al-Rasyid, tatkala beliau mengirimkan jam sebagai hadiah pada Charlemagne seorang penguasa di Eropa. Penunjuk waktu yang setiap jamnya berbunyi itu oleh pihak Uskup dan para Rahib disangka bahwa di dalam jam itu ada jinnya sehingga mereka merasa ketakutan, karena dianggap sebagai benda sihir. Pada masa itu dan masa-masa berikutnya, baik di belahan Timur Kristen maupun di belahan Barat Kristen masih mempergunakan jam pasir sebagai penentuan waktu.&lt;br /&gt;Bagaimana kondisi kegelapan Eropa pada zaman pertengahan (Abad 9 M) bukan hanya pada aspek mental-dimana cenderung bersifat takhayul, demikian pula halnya dalam aspek fisik material. Hal ini sebagaimana digambarkan oleh William Drapper: &lt;br /&gt;“Pada zaman itu Ibu Kota pemerintahan Islam di Cordova merupakan kota paling beradab di Eropa, 113.000 buah rumah, 21 kota satelit, 70 perpustakaan dan toko-toko buku, masjid-masjid dan istana yang banyak. Cordova menjadi mashur di seluruh dunia, dimana jalan yang panjangnya bermil-mil dan telah dikeraskan diterangi dengan lampu-lampu dari rumah-rumah di tepinya. Sementara kondisi di London 7 abad sesudah itu (yakni abad 15 M), satu lampu umumpun tidak ada. Di Paris berabad-abad sesudah zaman Cordova, orang yang melangkahi ambang pintunya pada saat hujan, melangkah sampai mata kakinya ke dalam lumpur”.&lt;br /&gt;Menurut Philip K. Hitti, jarak peradaban antara kaum muslimin di bawah kepemimpinan Harun Al-Rasyid jauh melampaui peradaban yang ada pada orang-orang Kristen pimpinan Charlemagne.&lt;br /&gt;Pertengahan abad 9 M peradaban Islam telah meliputi seluruh Spanyol. Masuknya Islam ke Spanyol yaitu setelah Abdur Rahman ad-Dakhil (756 M) berhasil membangun pemerintahan yang berpusat di Andalusia.&lt;br /&gt;Melalui Spanyol, Sicilia dan Perancis Selatan yang berada langsung di bawah pemerintahan Islam, peradaban Islam memasuki Eropa. Bahasa Arab menjadi bahasa internasional yang digunakan berbagai suku bangsa di berbagai negeri di dunia. Baghdad di Timur dan Cordova di Barat, dua kota raksasa Islam menerangi dunia dengan cahaya gilang-gemilang. Sekitar tahun 830 M, Alfonsi-Raja Asturia telah mendatangkan dua sarjana Islam untuk mendidik ahli warisnya. Sekolah Tinggi Kedokteran yang didirikan di Perancis (di Montpellier) dibina oleh beberapa orang Mahaguru dari Andalusia. Keunggulan ilmiah kaum muslimin tersebar jauh memasuki Eropa dan menarik kaum intelektual dan bangsawan Barat ke negeri-negeri pusatnya. Diantara mereka terdapat Roger Bacon (Inggeris); Gerbert d’Aurillac yang kemudian menjadi Paus Perancis pertama dengan gelar Sylvester II, selama 3 tahun tinggal di Todelo mempelajari ilmu matematika, astronomi, kimia dan ilmu lainnya dari para sarjana Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan, karena pada saat kekhilafahan Islam berkuasa saat itu Spanyol menjadi pusat pembelajaran (centre of learning) bagi masyarakat Eropa dengan adanya Universitas Cordova. Di Andalusia itulah mereka banyak menimba ilmu, dan dari negeri tersebut muncul nama-nama ‘ulama besar seperti Imam Asy-Syathibi pengarang kitab Al-Muwafaqat, sebuah kitab tentang Ushul Fiqh yang sangat berpengaruh; Ibnu Hazm Al-Andalusi pengarang kitab Al-Fashl fi al-Milal wa al-Ahwa’ wa an-Nihal, sebuah kitab tentang perbandingan sekte dan agama-agama dunia, dimana bukti tersebut telah mengilhami penulis-penulis Barat untuk melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;Di Andalusia (Spanyol bagian Selatan), berbagai universitasnya pada saat itu dipenuhi oleh banyak mahasiswa Katolik dari Perancis, Inggeris, Jerman dan Italia. Pada masa itu, para pemuda Kristen dari berbagai negara di Eropa dikirim berbondong-bondong ke sejumlah perguruan tinggi di Andalusia guna menimba ilmu pengetahuan dan teknologi dari para ilmuwan muslim. Adalah Gerard dari Cremona; Campanus dari Navarra; Aberald dari Bath; Albert dan Daniel dari Morley yang telah menimba ilmu demikian banyak dari para ilmuwan muslim, untuk kemudian pulang dan menggunakannya secara efektif bagi penelitian dan pengembangan di masing-masing bangsanya. Dari sini kemudian sebuah revolusi pemikiran dan kebudayaan telah pecah dan menyebarluas ke seluruh masyarakat dan seluruh benua. Para pemuda Kristen yang sebelumnya telah banyak belajar dari para ilmuwan muslim, telah berhasil melakukan sebuah transformasi nilai-nilai yang unggul dari peradaban Islam yang kemudian diimplementasikan pada peradaban mereka (Barat) yang selanjutnya berimplikasi terhadap kemajuan diberbagai bidang ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Semaraknya pengembangan ilmu dan pengetahuan di dunia Islam diindikasikan dengan banyaknya perpustakaan tersebar di kota-kota dan negeri-negeri Islam yang jumlahnya sangat fantastis. Sejarah mencatat, perpustakaan di Cordova pada abad 10 Masehi mempunyai 600.000 jilid buku. Perpustakaan Darul Hikmah di Cairo mempunyai 2.000.000 jilid buku. Perpustakaan Al Hakim di Andalusia mempunyai berbagai buku dalam 40 kamar yang setiap kamarnya berisi 18.000 jilid buku. Perpustakaan Abudal Daulah di Shiros (Iran Selatan) buku-bukunya memenuhi 360 kamar. Sementara ratusan tahun sesudahnya (abad 15 M), menurut catatan Catholik Encyclopedia, perpustakaan Gereja Canterbury yang merupakan perpustakaan dunia Barat yang paling kaya saat jumlah bukunya tidak melebihi 1.800 jilid buku.&lt;br /&gt;Sejarah juga mencatat bahwa Uskup Agung Raymond di Spanyol mendirikan Badan Penterjemah di Todelo yang ditujukan guna menterjemahkan sebagian besar karangan sarjana-sarjana Muslim tentang ilmu pasti, astronomi, kimia, kedokteran, filsafat, dll, dimana waktu yang dibutuhkan untuk menterjemahkannya yaitu lebih dari satu setengah abad (1135-1284 M).&lt;br /&gt;Dari pusat-pusat peradaban Islam yang meliputi Baghdad, Damaskus, Cordova, Sevilla, Granada dan Istanbul, telah memancarkan sinar gemerlap yang menerangi seluruh penjuru dunia terlebih Cordova, Sevilla, Granada yang merupakan bagian dari kekuasaan Islam di Spanyol telah banyak memberikan kontribusi besar terhadap tumbuh dan berkembangnya peradaban modern di dunia Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PERIODE SETELAH DAULAT ABBASIYAH SAMPAI TUMBANGNYA KEKHILAFAHAN TURKI UTSMANI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Khilafah Utsmani, para ahli sejarah sepakat bahwa zaman Khalifah Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566 M) merupakan zaman kejayaan dan kebesaran yang pada masanya telah jauh meninggalkan negara-negara Eropa di bidang militer, sains dan politik.&lt;br /&gt;Pasca berakhirnya keluasaan Daulat Abbasiyah, kepemimpinan Islam berlanjut dengan kepemimpinan Daulat Utsmaniyah. Daulat Utsmaniyah yang juga dikenal dengan sebutan Kesultanan atau Kekaisaran Turki Ottoman, didirikan oleh Bani Utsman, yang selama lebih dari enam abad kekuasaannya (1299 s.d. 1923) dipimpin oleh 36 orang sultan, sebelum akhirnya runtuh dan terpecah menjadi beberapa negara kecil.&lt;br /&gt;Kesultanan ini menjadi pusat interaksi antar Barat dan Timur selama enam abad. Pada puncak kekuasaannya, Kesultanan Utsmaniyah terbagi menjadi 29 propinsi dengan Konstantinopel (sekarang Istambul) sebagai ibukotanya. Pada abad ke-16 dan ke-17, Kesultanan Usmaniyah menjadi salah satu kekuatan utama dunia dengan angkatan lautnya yang kuat. Kekuatan Kesultanan Usmaniyah terkikis secara perlahan-lahan pada abad ke-19, sampai akhirnya benar-benar runtuh pada abad 20. Musuh-musuh Islam membutuhkan waktu selama satu abad untuk melepaskan ikatan ideologi Islam dari tubuh umat Islam, yang pada akhirnya tanggal 3 Maret 1924 M yang bertepatan dengan tanggal 28 Rajab 1342 Hijriah, melalui Mustafa Kemal Attaturk yang merupakan agen Inggris dan anggota Freemasonry (sebuah organisasi Yahudi), membubarkan institusi Kekhilafahan Islam terakhir di Turki dan menggantikannya dengan Republik Turki. Maka, sejak saat itu ideologi Islam benar-benar terkubur ditandai dengan dihilangkannya institusi khilafah oleh majelis nasional Turki dan diusirnya Khalifah terakhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak betapa besar kontribusi Islam terhadap lahirnya peradaban Islam berskala dunia terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, sesungguhnya kemajuan yang dicapai Barat pada mulanya bersumber dari peradaban Islam. Dunia Barat sekarang sejatinya berterima kasih kepada umat Islam. Akan tetapi pada kenyataannya pihak Barat (non Muslim) telah sengaja menutup-nutupi peran besar atas jasa para pejuang dan ilmuwan muslim tersebut yang pada akhirnya terabaikan bahkan sampai terlupakan. Oleh karena itu, umat Islam perlu kembali menggelorakan semangat keilmuan para ilmuwan muslim atas sumbangsihnya yang amat besar bagi peradaban umat manusia di dunia dalam menyongsong kembali kejayaan Islam dan umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Abul A’la al-Maududi, Khilafah dan Kerajaan, Bandung : Penerbit Mizan, 1994&lt;br /&gt;2. Al-Sharqawi, Effat. Filsafat Kebudayaan Islam. Bandung: Penerbit Pustaka, 1986.&lt;br /&gt;3. Syalabi, A. Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jilid I. Jakarta: Pustaka Alhusna, 1987, cet. V.&lt;br /&gt;4. Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam, Dirasah Islamiyah II, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-2943414386702323851?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/2943414386702323851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/11/islam-dan-perkembangannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/2943414386702323851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/2943414386702323851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/11/islam-dan-perkembangannya.html' title='Islam dan Perkembangannya'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-3862513904276481609</id><published>2009-11-17T23:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T23:16:37.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>Pengertian Aqidah dan Aqidah Islamiyah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;A. Pengeritan Aqidah&lt;br&gt;&lt;br /&gt;a. Pengertian Aqidah secara bahasa (etimology)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Kata aqidah diambil dari kata dasar al-aqd yaitu al-Rabith (ikatan), al-Ibram (pengesahan), al-Ahkam (penguatan), al-Tawuts (menjadi kokoh, kuat), al-syadd bi quwwah (pengikatan dengan kuat), dan al-Itsbat (penetapan).&lt;br&gt; &lt;br /&gt;Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id. [1]&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti adalah aqidah; baik itu benar atau pun salah.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;b. Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Aqidah menurut istilah adalah  perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.&lt;br&gt; &lt;br /&gt;Pengertian aqidah menurut hasan al-Banna&lt;br&gt;&lt;br /&gt;"Aqa'id bentuk jamak rai aqidah) adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan kekntentraman jiwa yang tidak bercampur sedikit dengan keraguan-raguan". [2]&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abu Bakar Jabir al-Jazairy:&lt;br&gt;&lt;br /&gt;"Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh manusia di dalam hati serta diyakini keshahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu. [3]&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih memahami definisi diatas kita perlu mengemukakan beberapa catatan tambahan sebagai berikut:&lt;br&gt; &lt;br /&gt;1. Ilmu terbagi dua: &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Pertama ilmu dharuri yaitu Ilmu yang dihasilkan oleh indera, dan tidak memerlukan dalil. Misalnya apabila kita melihat tali di hadapan mata, kita tidak memerlukan lagi dalil atau bukti bahwa benda itu ada.&lt;br&gt; &lt;br /&gt;Kedua adalah ilmu nazhari yaitu. Ilmu yang memerlukan dalil atau pembuktian.&lt;br&gt; Misalnya ketiga sisi segitiga sama sisi mempunyai panjang yang sama, memerlukan dalil bagi orang-orang yang belum mengetahui teori itu. Di antara ilmu nazhari itu, ada hal-hal yang karena sudah sangat umum dan terkenal tidak memerlukan lagi dalil. Misalnya kalau sebuah roti dipotong sepertiganya maka yang du pertiganya tentu lebih banyak dari sepertiga,  hal itu tentu sudah diketahui oleh umum bahkan anak kecil sekalipun. Hal seperti ini disebut badihiyah. Jadi badihiyah adalah segala sesuatu yang kebenarannya perlu dalil pemuktian, tetapi karena sudah sangat umum dan mendarah daging maka kebenaran itu tidak lagi perlu pembuktian.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;2. Setiap manusia memiliki fitrah mengakui kebenaran (bertuhan), indera untuk mencari kebenaran, akal untuk menguji kebenaran dan memerlukan wahyu untuk menjadi pedoman menentukan mana yang benar dan mana yang tidak.  Tentang Tuhan, musalnya, setiap manusia memiliki fitrah bertuhan, dengan indera dan akal dia bisa membuktikan adanya Tuhan, tetapi hanya wahyulah yang menunjukkan kepadanya siapa Tuhan yang sebenarnya.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;3. Keyakinan tidak boleh bercampur sedikitpun dengan keraguan. Sebelum seseorang sampai ke tingkat yakin dia akan mengalami beberapa tahap.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Syak. Yaitu sama kuat antara membenarkan sesuatu atau menolaknya.&lt;br /&gt;Kedua: Zhan. Salah satu lebih kuat sedikit dari yang lainnya karena ada dalil yang menguatkannya.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Ghalabatu al-Zhan: cenderung labih menguatkan salah satu karena sudah meyakini dalil kebenarannya. Keyakinan yang sudah sampai ke tingkat ilmu inilah yang disebut dengan aqidah.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;4. Aqidah harus mendatangkan ketentraman jiwa. Artinya lahirnya seseorang bisa saja pura-pura meyakini sesuatu, akan tetapi hal itu tidak akan mendatangkan ketenangan jiwa, karena dia harus melaksanakan sesuatu yang berlawanan dengan keyakinannya.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;5. Bila seseorang sudah meyakini suatu kebenaran, dia harus menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu. Artinya seseorang tidak akan bisa meyakini sekaligus dua hal yang bertentangan.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;6. Tingkat keyakinan (aqidah) seseorang tergantung kepada tingkat pemahaman terhadap dalil. Misalnya:&lt;br&gt;&lt;br /&gt;-  Seseorang akan meyakini adanya negara Sudan bila dia mendapat informasi tentang Negara tersebut dari seseorang yang dikenal tidak pernah bohong.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;-  Keyakinan itu akan bertambah apabila dia mendapatkan informasi yang sama dari beberapa orang lain, namun tidak tertutup kemungkinan dia akan meragukan kebenaran informasi itu apabila ada syubhat (dalil-dalil yang menolak informasi tersebut).&lt;br&gt;&lt;br /&gt;-  Bila dia menyaksikan foto Sudan, bertambahlah keyakinannya, sehingga kemungkinan untuk ragu semakin kecil.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;-  Apabila dia pergi menyaksikan sendiri negeri tersebut keyakinanya semakin bertambah, dan segala keraguannya akan hilang, bahkan dia tidak mungkin ragu lagi, serta tidak akan mengubah pendiriannya sekalipun semua orang menolaknya.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;-  Apabila dia jalan-jalan di negeri Sudan tersebut dan memperhatikan situasi kondisinya bertambahlah pengalaman dan pengetahuanya tentang negeri yang diyakininya itu. [4]&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengertian lain aqidah berarti pemikiran menyeluruh tentang alam, manusia, dan kehidupan, dan tentang apa-apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia, serta hubungan kehidupan dengan apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia.&lt;br&gt; Pemikiran menyeluruh inilah yang dapat menguraikan ‘uqdah al-kubra’ (permasalahan besar) pada diri manusia, yang muncul dari pertanyaan-pertanyaan; siapa yang menciptakan alam semesta dari ketiadaannya? Untuk apa semua itu diciptakan? Dan ke mana semua itu akan kembali (berakhir)? [5]&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hasan al-Banna sistematika ruang lingkup pembahasan aqidah adalah:&lt;br&gt;&lt;br /&gt;1. Ilahiyat&lt;br /&gt;Yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Ilahi seperti wujud Allah dan sifat-sifat Allah, ad'al Alah dan  lain-lain&lt;br&gt;&lt;br /&gt;2. Nubuwat&lt;br /&gt;Yaitu pembahasan tentang segala seuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul, termasuk pembahasan tentang Kitab-Kitab Alah, mu'jizat, dan lain sebagainya.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;3. Ruhaniyat&lt;br /&gt;Yaitu pembahsasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti malaikat, Jin, Iblis, Syaitan, Roh dan lain sebagainya.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;4. Sam'iyyat&lt;br /&gt;Yaitu pembahahasan tentang segaa sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sam'I (dalil naqli berupa Al-Quran dan Sunnah) seperti alam barzakh, akhirat, azab kubur, tanda-tanda kiamat, surga neraka dan lainnya.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Aqidah Islamiyah&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Aqidah Islamiyah telah memcahkan  ‘uqdah al-kubra’ (perkara besar) pada manusia. Aqidah Islam juga memberikan jawaban aras pertanyaan-pertanyaan manusia, sebab Islam telah menjelaskan bahwa alam semesta, manusia, dan kehidupan adalah ciptaan (makhluk) bagi pencipta (al-Kahliq) yaitu Allah swt, dan bahwasannya setelah kehidupan ini akan ada hari kiamat. Hubungan antara kahidupan dunia dengan apa yang ada sebelum kehidupan dunia adalah ketundukan manusia terhadap printah-perintah Allah dan laranga-laranganNya sedangkan hubungan antara kehidupan dunia dengan apa yang ada sesudah kehidupan dunia adalah adanya Hari Kiamat, yang di dalamnya terdapat pahala dan siksa, serta surga dan neraka. Al-Quran telah menetapkan rukun-rukun aqidah ini.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", (al-Baqarah, 285)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam hadits yang panjang, Jibril as pernah bertanya kepada rasulullah saw,” Beritahukanlah kepadaku tentang iman!” Lalu Rasul saw menjawab, “Iman itu adlah percaya kepada (adanya) Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan percaya kepadaal-qadr (takdir), baik dan buruknya berasal dari Allah swt”. Jibril berkata, “Engkau benar” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud dan al-Nasa’i).&lt;br /&gt;Aqidah Islam mempunyai kekhususan-kekhususan diantaranya adalah:&lt;br&gt;&lt;br /&gt;1. Aqidah Islam dibangun berlandaskan akal. Selama kita beriman kepada Allah, al-quran, dan kepada kenabian Mihammad saw dengan jalan akal, maka wajib bagi kita mengimani segala hal yang diberitakan al-Quran kepada kita. Sama saja apakah yang diberitakan itu dapat dijabgkau oleh akal dan panca indera manusia, atau berupa perkara-perkara ghaib yang sama sekali tidak dapat dijangkau oleh [anca indera manusia seperti hari akhir, malaikat, dan perkara-perkara ghaib lainnya.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;2. Aqidah Islam sesuai dengan fitrah manusia. Beragama (al-tadayun) merupakan hal yang fitri pada diri manusia. Perwujudan dari naluri beragama ini adalah kenyatan bahwa dirinya penuh kelemahan, kekurangan, dan serva membutuhkan terhadap sesuatu yang lain. Kemudian aqidah Islan hadir untuk memberikan pemenuhan terjadap naluri beragama yang ada pada diri manusia, dan membimbing mausia untuk mendapatkan kebenaran akan adanya Pencipta Yang Maha Kuasa. Dimana, semua makhluk yang ada, keberadaanNya sendiri tidak berhantung pada siapapun.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;3. Aqidah Islam komprehensif (menyeluruh). Aqidah Islam telah menjawab seluruh pertanyaan manusia tentang alam semesta, manusia, kehidupan, dan menetapkan bahwa semuanya itu adalah makhluk. Aqidah Islam juga menetapkan bahwa sebelum kehidupan dunia ada Allah swt, sedangakn setelah kehidupan dunia adakan ada hari kiamat. Aqidah Islam juga menetapkan bahwa hubungan antara kehidupan dunia dengan apa yang ada sebelum kehidupan dunia adalah keterikatan manusia dengan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah swt. Sedangakn hubungan antara kehidupan dunia ini dengan kehidupan sesudahnya adalah perhitungan, surga dan neraka.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Aqidah mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Diantaranya;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;1. Aqidah Islam telah memuaskan akal dan memberikan ketenangan pada jiwa manusia. Sebab, aqidah Islam telah menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang memuaskan dan shahih.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;2. Aqidah Islam telah menciptakan keteguhan dan keberanian pada diri seorang muslim. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw yang berbunyi:&lt;br&gt;&lt;br /&gt;لن تموت نفس حتى تستوفى أجلها ورزقها وما قدرلها&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Tidaklah mati seseorang sampai ditetapkan ajalnya, rezekinya dan apa-apa yang menjadi takdirnya..&lt;br&gt;&lt;br /&gt;3. Aqidah Islam akan membentuk ketakwaan pada diri seorang muslim. Setelah seorang muslim menyadari hubungannya  dengan Allah, dan bahwa Allah swt akan menghisab semua pernuatannya pada hari kiamat, maka ia akan menghindarkan diri dari perbuatan yang diharamkan serta melakukan perbuatan baik dan yang dihalalkan. Sebab, ia telah meyakini bahwa hari perhitungan pasti akan datang.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Aqidah juga mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup bermasyarakat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masyarakat akan beriman kepada Rabb Yang Esa, agama yang satu serta tunduk pada aturan yang satu.&lt;br /&gt;2. Akan mewujudkan masyarakat yang saling melengkapi, saling menjamin seperti halnya satu tubuh, satu-kesatuan pemikiran dan perasaan. Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal persahabatan dan kasih saying adalah ibarat satu utbuh. Bila salah satu anggota tubuh terserang sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain akan ikut terserang demam dan susah tidur.&lt;br /&gt;3. akan tercipta ikatan ideologis yang kaut serta diantara individu-individu anggota masyarakat, yakni ikatan ukhwah Islamiyah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemsbahasan di atas dapat kitarik kesimpulan bahwa aqidah secara bahasa diambil dari kata  الأقد yang mempunyai arti ikatan, pengesahan, penguatan dan penetapan. Maksudnya adalah apa yang menjadi ketetapan hati seseorang secara yakin. Sedangkan pengertian aqidah secara istilah ada beberapa pendapat yang mendefinisikannya. Salah satu diantaranya adalah al-Jazairy yang mengatakan bahwa aqidah merupakan sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh manusia di dalam hati serta diyakini keshahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.&lt;br /&gt;Kita sebagai umat Islam hendaknya bersyukur karena pertanyaan-pertanyaan yang sering mengusik hati manusia yang berakal dapat telah dijawab oleh Aqidah kita yaitu Aqidah Islamiyah yang sekaligus menjadi pegangan kita untuk menjalani hidup serta mengabdi kepada Allah saw.&lt;br /&gt;b. Penutup&lt;br /&gt;Demikianlah pembahasan yang dapat kami susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Hadits Aqidah yang berjudul : "Pengertian Aqidah".&lt;br /&gt;Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan serta kejanggalan, oleh karena itu kritik serta saran yang membangun sangat kami harapkan guna menambah kesempurnaan kita dalam menambah wawasan serta dalam rangka menimba ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[1] Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan al-Mu’jamul Wasiith: bab: ‘Aqada&lt;br /&gt;[2] Al-Banna, hal. 445&lt;br /&gt;[3] al-Jazairy, Akidah al-Mukmin,1978. hal. 21&lt;br /&gt;[4] Drs. Yunahar Ilyas, Lc Kuliah Aqidah Islam"LPPI&lt;br /&gt;[5] Lihat Muhammad Husaim Abdullah “Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam” Pustaka Thariqatul Izzah, hal 59.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah, Muhammad Husaim “Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam” Pustaka Thariqatul Izzah. 2002&lt;br /&gt;Al-Banna, Hasan, Majmu'atu ar-Rasail, Muassasah al-Risalah Beirut.&lt;br /&gt;al-Jazairy, Abu Bakar Jabir, Aqidah al-Mukmin, Maktabah Kulliyat. Al-azhariyah. Cairo. 1978&lt;br /&gt;Ilyas , Yunahar, Lc Kuliah Aqidah Islam", LPPI ,Yogyakarta. 1992&lt;br /&gt;Lisaanul ‘Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan al-Mu’jamul Wasiith&lt;br /&gt;http://abuamincepu.wordpress.com/category/definisiaqidah/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-3862513904276481609?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/3862513904276481609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/11/pengertian-aqidah-dan-aqidah-islamiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3862513904276481609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/3862513904276481609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/11/pengertian-aqidah-dan-aqidah-islamiyah.html' title='Pengertian Aqidah dan Aqidah Islamiyah'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-4115352432051389797</id><published>2009-11-11T10:36:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T23:16:37.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'>al-Sual dan al-Jawab dalam al-Quran</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Al quran merupakan sumber hukum  bagi umat Islam sekaligus mu’jizat Nabi Muhammad saw yang diberikan oleh Allah swt. Al Quran berisi berbagai informasi keilmuan dan mengayomi segala bentuk kemaslahatan manusia Selain itu keotentikan isinya juga tidak bisa diragukan lagi. Semua yang terkandung di setiap ayat-ayatnya mengandung kebenaran dan tidak ada kesalahan sedikit pun.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keindahan bahasanya sudah tidak dipungkiri lagi mengungguli ahli-ahli bahasa mana pun di dunia. Bahasa Al Quran merupakan bahasa yang mengandung nilai kesusteraan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kaidah-kaidah tertentu untuk memahami isi yang terkandung di dalamnya. Diantara kaidah-kaidah tersebut adalah memahami ayat-ayat yang terdapat pertanyaan dan jawaban.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apabila kita perhatikan, banyak sekali di dalam Al quran ayat yang berisi tentang pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut ada yang disertai jawaban ada pula pertanyaan yang tidak memiliki jawaban. Makalah ini mencoba untuk membahas lebih spesifik  mengenai pertanyaan dan jawab dalam Al Quran.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al Sual dan Al Jawab dalam Al Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Khalid Abd al Rahman al Akk mendefinisikan pengertian al su’al (pertanyan) sebagai perkataan yang menjadikan permulaan. Sedangkan al jawab (jawaban) merupakan perkataan yang dikembalikan kepada si penanya.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pola al-su’al dan al-jawab dalam al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurut Khalid ‘Abd al-Rahman al-‘Akk dalam Ushul al-Tafsir wa Qawaiduha bentuk-bentuk pertanyaan dan jawaban dalam al-Qur’an dibagi menjadi bebara pola, diantaranya:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;a.  Jawabannya bersambung (muttashil) dengan pertanyaannya, seperti dalam beberapa firman Allah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 215)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jawabannya terpisah (munfashil) dengan pertanyaannya, baik yang terdapat dalam satu surah maupun dalam dua surah yang berlainan. Diantara contoh pertanyaan dan jawaban yang terdapat dalam satu surah, seperti ditunjukkan oleh firman Allah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Dan mereka berkata: "Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?” (QS. Al-Furqan: 7)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan di atas kemudian dijawab pada surah yang sama tetapi pada ayat yang berbeda, yaitu dalam QS. Al-Furqan: 20&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Dan kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha Melihat.” (QS. Al-Furqan: 20)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedangkan contoh redaksi pertanyaan dan jawabn yang terdapat dalam dua surah yang berlainan, diantaranya ditunjukkan oleh firman Allah berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha Penyayang itu? apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).” (QS. Al-Furqan: 60)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tersebut dijawab dalam surah yang berbeda, yaitu QS. Al-Rahman: 1-4:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Tuhan) yang Maha pemurah, Yang Telah mengajarkan Al Quran. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.” (QS. Al-Rahman: 1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;c. Dua jawaban dalam surah yang berbeda untuk satu pertanyaan, seperti dalam firman Allah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Dan mereka berkata: "Mengapa Al Quran Ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?" Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?”... (QS. Zukhruf/ 43: 31-32)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan di atas, kemudian dijawab dengan dua jawaban dalam surah berbeda-beda, pertama pada surah sama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Kami Telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Zukhruf: 32)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pada QS. Al-Qashshash: 68&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).”(QS. Al-Qashshash: 68)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Satu pertanyaan yang jawabannya tidak disebutkan, seperti dalam QS. Muhammad: 14:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (shaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (QS. Muhammad: 14)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Jawaban yang diberikan mendahului pertanyaannya, seperti pada firman Allah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shaad, demi Al Quran yang mempunyai keagungan.” (QS. Shad:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas sebagai jawaban terhadap pertanyaan yang terdapat pada QS. Shad:4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“ Dan mereka heran Karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta". (QS. Shad:4)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kaidah al Su’al dan al jawab dalam al Qur an&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada dasarnya kaidah umum mengatakan bahwa pertanyaan (al-su’al) harus sesuai dengan jawaban (a-jawab),  namun dalam al-Qur’an ditemukan kaidah lain yang menyatakan bahwa nemtuk jawaban yang diberikan tersebut menyimpang dari apa yang dimaksudkan oleh pertanyaan, hal ini dimaksudkan untuk memberikan peringatan kepada si penanya bahwa jawaban itulah yang seharusnya dipertanyakan. Jawaban yang demikian oleh al-Sakaky disebut sebagai al-slub al-hakim (Mohammad Nor Ikhwan, Memahami Bahasa Al-Quran, h 74). Dalam al-qur’an, kasus semacam ini seperti ditunjukkan dalam QS. Al-Baqarah/2:189:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada ayat diatas, redaksi yang digunakan adalah redaksi tanya-jawab, yaitu dengan menggunakan sighat lafazh sa’ala. Asbab al-nuzul ayat ini berkenaan dengan pertanyaan Mu’adz bin Jabal dan tsa’labah bin Ghunamah kepada Rasulullah saw: “Ya Rasulullah! Mengapa bulan sabit itu mulai timbul kecil sehalus benang, kemudian bertambah besar hingga bundar dan kembali seperti semula, tiada tetap bentuknya?” Sebagai jawabannya turunlah ayat tersebut. (K.H.Q Shaleh, Dkk, Asbabun Nuzul, h 56)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Secara logika, pertanyaan itu seharusnya dijawab dengan menerangkan proses perubahan yang terjadi pada bulan tersebut. Namun, terhadap pertanyaan yang demikian itu, jawaban yang diberikan al-qur’an kepada mereka adalah berupa penjelasan tentang hikmahnya, dengan alasan untuk mengingatkan mereka bahwa yang lebih penting untuk dipertanyakan adalah hikmah dari bulan sabit, bukan seperti yang mereka pertanyakan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jawaban al-Qur’an yang demikian itu, bisa jadi karena ada asumsi lain bahwa yang dipertanyakan tidak terpaku pada bulan sabit semata, tapi juga menginginkan  manfaat atau hikmah di balik kejadian yang demikian itu. Jika memang demikian halnya, maka jawaban al-Qur’an itu tidak menyalahi kaidah umum yang berlaku. Dengan demikian, ada kesesuaian antara pertanyaan dan jawabannya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang sebuah jawaban bersifat lebih umum dari apa yang dipertanyakan karena memang demikianlah yang dikehendaki. Seperti dalam QS. Al-an’am: 64:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, Kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya." QS. Al-an’am: 64&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks ayat di atas merupakan jawaban dari pertanyaan yang disebutkan pada ayat sebelumnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang Lembut (dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"". QS. Al-an’am: 63.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Redaksi teks ayat ini secara eksplisit mempertanyakan tentang siapakah orang yang mampu menyelamatkan dari bencana yang ada di darat dan di laut. Artinya, bahwa teks ayat ini hanya menyebutkan dua bencana, yaitu di darat dan di laut. Namun jawaban yang diberikan al-Qur’an terhadap pertanyaan itu sebagaimana ditunjukkan oleh ayat sesudahnya, bahwa Allahlah yang akan menyelamatkannya dari bencana tersebut, baik di darat maupun di laut, bahkan Allah juga akan menyelamatkannya dari segala macam bentuk kesusahan. Dengan demikian, jawaban yang diberikan al-Qur’an tersebut sifatnya lebih umum dan lebih komprehensif dari yang dipertanyakan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Ayat senada, di antaranya juga ditunjukkan dalam QS Thaha: 18:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Musa: "Ini adalah tongkatku, Aku bertelekan padanya, dan Aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya". (QS Thaha: 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks ayat di atas merupakan bentuk jawaban dari pertanyaan yang disebutkan pada ayat sebelumnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu yang di tangan kananmu, Hai Musa? (QS Thaha: 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam teks ayat ini, sebenarnya Allah hanya mempertanyakan kepada Nabi Musa perihal apa yang ada di tangan kanannya. Kemudian, pertanyaan itu oleh Nabi Musa dijawab bahwa yang ada di tangan kanannya adalah tongkat. Dengan jawaban yang demikian, sebenarnya sudah mencukupi bagi si penanya dan sudah dapat dipahami, namun Nabi Musa menambahkan dalam jawabannya sesuatu yang terkait dengan fungsi tongkat tersebut, yaitu untuk bertelekan, memukul daun, dan beberapa fungsi lainnya. Hal yang demikian, dilakukan Nabi Musa karena ia merasa senang dengan pertanyaan yang dilontarkan Allah kepadanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada pula bentuk jawaban terhadap suatu pertanyaan yang diajukan bersifat lebih sempit cakupannya dari yang dipertanyakan, karena memang demikianlah yang dikehendaki. Kasus senacam ini antara lain ditunjukkan dalam QS. Yunus: 15&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini sebagai jawaban terhadap pertanyaan yang disebutkan sebelumnya, pada ayat yang sama yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini[675] atau gantilah dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam teks di atas, setidaknya ada dua pertanyaan pokok, yaitu perintah untuk mendatangkan al-Qur’an lain, selain al-Qur’an yang sudah ada, dan jikalau tidak dapat maka disuruh menggantinya. Terhadap pertanyan ini, jawaban yang diberikan al-Qur’an tidak mencakup kedua hal dimaksud, tetapi hanya terfokus pada satu hal, yaitu yang terkait dengan perintah untuk menggantinya. Jawaban yang dikehendaki al-Qur’an memang demikian. Hal ini mengingat bahwa mengganti itu lebih mudah daripada  menciptakan kembali. Jika mengganti saja sudah tidak mampu apalagi untuk menciptakan, pasti akan lebih sulit.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lafazh al-sual (pertanyaan) bila dipergunakan meminta sesuatu pengertian, maka terkadang ia bermuta’addi kepada maf’ul kedua secara langsung dan terkadang dengan menggunakan kata bantu ‘an (عن). Seperti dalam QS. Al-Isyra’: 85:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al-Isyra’: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan apabila dipergunakan untuk meminta sesuatu benda atau yang sejenis, maka ia bermuta’addi kepada maf’ul kedua secara langsung dengan menggunakan kata bantu min (من), namun cara yang disebutkan pertama lebih banyak dipakai. Hal ini seperti ditunjukkan dalan firman Allah, sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...dan hendaklah kamu minta mahar yang Telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang Telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkanNya di antara kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. Al-Mumthahanah: 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu” (QS. Al-Nisa: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Anonim, Al Quran Al Karim&lt;br /&gt;2) Chirzin, Muhammad, Al-Quran dan Ilmu Al-Quran. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa, 2003. Cetakan II&lt;br /&gt;3) Ichwan, Mohammad Nor, Memahami Bahasa Al-Quran, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2002&lt;br /&gt;4) Shaleh Q, Dkk, Asbabun Nuzul Latar belakang Historis turunnya aayat-ayat Al-Qur an, Bandung, Penerbit: Diponegoro. 2000. Cetakan II&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-4115352432051389797?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/4115352432051389797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/11/pendahuluan-al-quran-merupakan-sumber.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4115352432051389797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4115352432051389797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/11/pendahuluan-al-quran-merupakan-sumber.html' title='al-Sual dan al-Jawab dalam al-Quran'/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4179217123456568053.post-4996770960719346734</id><published>2009-11-07T12:24:00.000+07:00</published><updated>2009-12-22T23:35:04.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir Hadits'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SvUE209IrnI/AAAAAAAAAAM/hCFrIlTuVCI/s1600-h/me2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 165px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SvUE209IrnI/AAAAAAAAAAM/hCFrIlTuVCI/s320/me2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401228668075290226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Salam, saudara-saudara semua. Terimakasih banyak atas kunjungannya saat ini, sekedar pengetahuan saja, blog ini berisi tentang Makalah Tafsir hadits dan Psikologi; Kisah-kisah, Cerpen dan Dongeng Anak, Software Gratis dan lain-lain .&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4179217123456568053-4996770960719346734?l=milaisma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milaisma.blogspot.com/feeds/4996770960719346734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/11/salam-saudara-saudara-semua.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4996770960719346734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4179217123456568053/posts/default/4996770960719346734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milaisma.blogspot.com/2009/11/salam-saudara-saudara-semua.html' title=''/><author><name>Ismail Nurdien ZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12829719490844074291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SyEFDZScakI/AAAAAAAAABM/54zYIA-Ref4/S220/aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HqocT93GTgM/SvUE209IrnI/AAAAAAAAAAM/hCFrIlTuVCI/s72-c/me2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
